alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Ngaku Didatangi Keluarga Pelaku, Ibu Korban Sayat Betis Tolak Berdamai

DENPASAR-Pascapenangkapan  pelaku sayat betis I Gusti Made Susila alias Gung De, pada Selasa (4/12), keluarga pelaku diakui pernah mendatangi rumah korban.

 

Seperti dibenarkan ibu korban, Ida Ayu Komang Widiastuti.

 

Ditemui dirumahnya di Jalan Imam Bonjol, Gang I, belakang SD Muhammadyah, janda anak satu ini mengatakan jika keluarga pelaku sempat mendatangi dirinya, pada Rabu (5/12) pagi.

 

Kedatangan keluarga pelaku, kata Widiastuti yakni untuk meminta maaf.

 “”Saya tidak mau ambil jalur damai. Kalau damai, nanti anak saya terancam. Bisa lebih parah,” aku perempuan yang kesehariannya sebagai tukang parkir ini.

 

Bahkan tak hanya meminta maaf dan damai, kata Widiastuti, keluarga pelaku juga sempat memberikan uang.  

Baca Juga:  Terlapor Tegas Tak Ada Keterlibatan Ormas, Perusakan, dan Pengancaman

 

Sejumlah uang itu diakui Widiastuti sempat dimasukkan ke dalam amplop.

 

“Tapi saya tidak mau terima uang itu. Saya tidak mau dijebak uang itu sehingga pelaku bisa minta damai,” ujar Widiastuti.

 

Dijelaskannya juga, pasca kejadian itu, anaknya mengalami trauma berat. Dia bahkan takut untuk ke sekolah.

 

Atas hal itu, selain karena memang kedua betisnya masih mengalami luka, korban juga tidak ke sekolah karena takut kejadian serupa terulang.



DENPASAR-Pascapenangkapan  pelaku sayat betis I Gusti Made Susila alias Gung De, pada Selasa (4/12), keluarga pelaku diakui pernah mendatangi rumah korban.

 

Seperti dibenarkan ibu korban, Ida Ayu Komang Widiastuti.

 

Ditemui dirumahnya di Jalan Imam Bonjol, Gang I, belakang SD Muhammadyah, janda anak satu ini mengatakan jika keluarga pelaku sempat mendatangi dirinya, pada Rabu (5/12) pagi.

 

Kedatangan keluarga pelaku, kata Widiastuti yakni untuk meminta maaf.

 “”Saya tidak mau ambil jalur damai. Kalau damai, nanti anak saya terancam. Bisa lebih parah,” aku perempuan yang kesehariannya sebagai tukang parkir ini.

 

Bahkan tak hanya meminta maaf dan damai, kata Widiastuti, keluarga pelaku juga sempat memberikan uang.  

Baca Juga:  Gerindra Pastikan Jabatan Jero Jangol di Dewan dan Partai Dipreteli

 

Sejumlah uang itu diakui Widiastuti sempat dimasukkan ke dalam amplop.

 

“Tapi saya tidak mau terima uang itu. Saya tidak mau dijebak uang itu sehingga pelaku bisa minta damai,” ujar Widiastuti.

 

Dijelaskannya juga, pasca kejadian itu, anaknya mengalami trauma berat. Dia bahkan takut untuk ke sekolah.

 

Atas hal itu, selain karena memang kedua betisnya masih mengalami luka, korban juga tidak ke sekolah karena takut kejadian serupa terulang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/