alexametrics
25.9 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Diperiksa KPK, Rifa Surya Masuk Daftar Tersangka dengan Eka Wiryastuti

DENPASAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pejabat Kemenkeu, Rifa Surya dan mantan Kepala Bapelitbang, Ida Bagus Wiratmaja di Kantor KPK Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kav-4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Senin (6/12/2021).

Mereka diperiksa lantaran kasus dugaan suap atau gratifikasi pengurusan Dana Intensif Daerah (DID) 2018 Kabupaten Tabanan. Kasus yang juga diduga menjerat mantan pejabat di Kabupaten Tabanan.

 

Lalu siapa kedua saksi yang diperiksa ini? Apa kaitannya dengan kasus dugaan suap DID 2018 Kabupaten Tabanan?

 

Dapat diketahui, saksi atas nama Ida Bagus Wiratmaja merupakan seorang PNS yang juga merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tabanan.

 

- Advertisement -

Sedangkan Rifa Surya merupakan Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Non-fisik, Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, (Januari – Agustus 2018).

 

Rifa Surya sendiri masuk dalam daftar diduga sebagai tersangka bersama Ni Putu Eka Wiryastuti, mantan bupati Tabanan periode 2010-2015 – 2016-2021 serta I Dewa Nyoman Wiratmaja sebagai staff khusus perekonomiannya waktu itu.

 

Ketiga nama tersebut bocor ke publik sebagai tersangka berdasarkan surat KPK bernomor r/143/atr/02.01/26/10/2021 perihal Permohonan Data dan Informasi kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Sintu Kota Denpasar tertanggal 29 Oktober 2021 lalu.

Baca Juga:  Jawab Keraguan Publik, KPK Tegaskan Kasus DID Tabanan Masih Penyidikan

 

Dalam surat yang juga dibenarkan oleh Dinas PMPTSP Denpasar, IB Benny Pidada tersebut menyebut Eka Wiryastuti, I Dewa Nyoman Wiratmaja dan Rifa Surya sebagai tersangka. 

 

Kali ini, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa dua saksi penting, yakni Rifa Surya dan Ida Bagus Wiratmaja. 

 

“Hari ini pemeriksaan saksi perkara TPK (tindak pidana korupsi, Red) dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah/DID kab. Tabanan, Bali,” ujar Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada radarbali.id pada senin (6/12/2021).

 

Ali Fikri tidak menjelaskan secara rinci apa dan bagaimana keterlibatan kedua saksi ini. Namun, yang pasti keduanya merupakan saksi penting dalam dugaan kasus suap yang melibatkan mantan pejabat tinggi di Tabanan.

 

Dalam penjelasannya, hanya dikatakan Rifa Surya selaku pihak swasta diperiksa sebagai Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Non-fisik Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Januari – Agustus 2018).

 

Sedangkan Ida Bagus Wiratmaja selaku PNS yang juga merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tabanan.

Baca Juga:  Bawa BB Pistol ke Labfor, Terduga Pelaku Bisa Terancam UU Darurat

 

Kasus dugaan korupsi berupa gratifikasi dari Bupati Tabanan kepada pejabat Kemenkeu dalam pengurusan DID tahun 2018 terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak. Di antaranya adalah Yaya Purnomo, pejabat Kemenkeu pada tahun 2018.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan tahun 2019 lalu terungkap dugaan gratifikasi ini berawal ketika Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menginginkan agar Tabanan mendapatkan DID tahun 2018.

Kemudian Eka Wiryastuti memerintahkan I Dewa Nyoman Wiratmaja, staf khusus Bupati Bidang Pembangunan dan Ekonomi, untuk menghubungi anggota BPK RI Bahrullah Akbar.

Dari Bahrullah Akbar, Dewa Wiratmaja diberikan jalur ke Yaya Purnomo di Kemenkeu. Kemudian, pertemuan dan pembicaraan intens antara Dewa Wiratmaja dan Yaya Purnomo pun dilakukan. Akhirnya, Yaya minta “dana adat istiadat” sebesar 3 persen dari nilai anggaran DID yang akan diterima Tabanan.

Akhirnya Yaya dan Rifa Surya (pejabat Kemenkeu) pun mendapat gratifikasi dari Tabanan Rp600 juta dan dan USD55.000. Jika seluruhnya dirupiahkan setara dengan Rp1,3 miliar. Sedangkan Kabupaten Tabanan pada tahun 2018 itu mendapat DID Rp51 miliar.

- Advertisement -

DENPASAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pejabat Kemenkeu, Rifa Surya dan mantan Kepala Bapelitbang, Ida Bagus Wiratmaja di Kantor KPK Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kav-4, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Senin (6/12/2021).

Mereka diperiksa lantaran kasus dugaan suap atau gratifikasi pengurusan Dana Intensif Daerah (DID) 2018 Kabupaten Tabanan. Kasus yang juga diduga menjerat mantan pejabat di Kabupaten Tabanan.

 

Lalu siapa kedua saksi yang diperiksa ini? Apa kaitannya dengan kasus dugaan suap DID 2018 Kabupaten Tabanan?

 

Dapat diketahui, saksi atas nama Ida Bagus Wiratmaja merupakan seorang PNS yang juga merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tabanan.

 

Sedangkan Rifa Surya merupakan Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Non-fisik, Ditjen Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan, (Januari – Agustus 2018).

 

Rifa Surya sendiri masuk dalam daftar diduga sebagai tersangka bersama Ni Putu Eka Wiryastuti, mantan bupati Tabanan periode 2010-2015 – 2016-2021 serta I Dewa Nyoman Wiratmaja sebagai staff khusus perekonomiannya waktu itu.

 

Ketiga nama tersebut bocor ke publik sebagai tersangka berdasarkan surat KPK bernomor r/143/atr/02.01/26/10/2021 perihal Permohonan Data dan Informasi kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Sintu Kota Denpasar tertanggal 29 Oktober 2021 lalu.

Baca Juga:  Jawab Keraguan Publik, KPK Tegaskan Kasus DID Tabanan Masih Penyidikan

 

Dalam surat yang juga dibenarkan oleh Dinas PMPTSP Denpasar, IB Benny Pidada tersebut menyebut Eka Wiryastuti, I Dewa Nyoman Wiratmaja dan Rifa Surya sebagai tersangka. 

 

Kali ini, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa dua saksi penting, yakni Rifa Surya dan Ida Bagus Wiratmaja. 

 

“Hari ini pemeriksaan saksi perkara TPK (tindak pidana korupsi, Red) dugaan korupsi pengurusan dana insentif daerah/DID kab. Tabanan, Bali,” ujar Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada radarbali.id pada senin (6/12/2021).

 

Ali Fikri tidak menjelaskan secara rinci apa dan bagaimana keterlibatan kedua saksi ini. Namun, yang pasti keduanya merupakan saksi penting dalam dugaan kasus suap yang melibatkan mantan pejabat tinggi di Tabanan.

 

Dalam penjelasannya, hanya dikatakan Rifa Surya selaku pihak swasta diperiksa sebagai Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Non-fisik Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Januari – Agustus 2018).

 

Sedangkan Ida Bagus Wiratmaja selaku PNS yang juga merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Tabanan.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Tabanan Siap Pasok Data ke KPK  

 

Kasus dugaan korupsi berupa gratifikasi dari Bupati Tabanan kepada pejabat Kemenkeu dalam pengurusan DID tahun 2018 terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak. Di antaranya adalah Yaya Purnomo, pejabat Kemenkeu pada tahun 2018.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan tahun 2019 lalu terungkap dugaan gratifikasi ini berawal ketika Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menginginkan agar Tabanan mendapatkan DID tahun 2018.

Kemudian Eka Wiryastuti memerintahkan I Dewa Nyoman Wiratmaja, staf khusus Bupati Bidang Pembangunan dan Ekonomi, untuk menghubungi anggota BPK RI Bahrullah Akbar.

Dari Bahrullah Akbar, Dewa Wiratmaja diberikan jalur ke Yaya Purnomo di Kemenkeu. Kemudian, pertemuan dan pembicaraan intens antara Dewa Wiratmaja dan Yaya Purnomo pun dilakukan. Akhirnya, Yaya minta “dana adat istiadat” sebesar 3 persen dari nilai anggaran DID yang akan diterima Tabanan.

Akhirnya Yaya dan Rifa Surya (pejabat Kemenkeu) pun mendapat gratifikasi dari Tabanan Rp600 juta dan dan USD55.000. Jika seluruhnya dirupiahkan setara dengan Rp1,3 miliar. Sedangkan Kabupaten Tabanan pada tahun 2018 itu mendapat DID Rp51 miliar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/