Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Korupsi LPD Desa Adat Ped, Nusa Penida

Dua Tersangka Langsung Ditahan karena Berpotensi Kabur

Dan Juga Hilangkan Barang Bukti

06 Desember 2021, 22: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Dua Tersangka Langsung Ditahan karena Berpotensi Kabur

Dua tersangka penyelewengan dana LPD Desa Adat Ped, Kecamatan Nusa Penida, berinisial IGS dan IMS, dikawal petugas menuju ruang tahanan,Senin (6/12). (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

Share this      

DUA tersangka dugaan penyelewengan dana LPD Desa Adat Ped, Kecamatan Nusa Penida, berinisial IGS dan IMS, langsung ditahan penyidik Kejaksaan Negeri Klungkung.

IMS adalah ketua LPD dan IGS yang menjabat sebagai seksi kredit sementara ditahan di sel tahanan Polsek Klungkung, Senin (6/12).

Plh Kasi Pidsus Kejari Klungkung, Obet Riawan mengungkapkan, kedua tersangka ditahan berdasarkan Surat Perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung dengan Nomor Print-797/N.1.12/Fd.1/12/2021 dan Nomor Print-798/N.1.12/Fd.1/12/2021 tanggal 06 Desember 2021.

Baca juga: Diperiksa KPK, Rifa Surya Masuk Daftar Tersangka dengan Eka Wiryastuti

“Karena ini masih tahap penyidikan, kami masih mempunyai kesempatan untuk mengungkap fakta-fakta. Termasuk mengungkap penggunaan uang masih kami kejar terus,” kata Obet Riawan.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung, kerugian negara yang ditimbulkan berkaitan kasus tersebut mencapai Rp 4,4 miliar lebih.

Riawan mengatakan, kedua tersangka ditahan dengan pertimbangan keduanya dikhawatirkan melarikan diri mengingat proses yang kian serius. Pun tidak melakukan tidak pidana kembali dan menghilangkan barang bukti. Sebab hingga saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut.

“Karena ini masih tahap penyidikan, kami masih mempunyai kesempatan untuk mengungkap fakta-fakta. Termasuk mengungkap penggunaan uang masih kami kejar terus,” tegasnya.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung, kata Riawan, kerugian negara mencapai Rp 4,4 miliar lebih. Adapun bentuk penyimpangan penggunaan dana LPD Adat Ped yang dilakukan, diantaranya pemberian dana pensiunan setiap bulan yang seharusnya dibayarkan setelah pegawai masuk masa purna tugas. Begitu juga adanya pemberian komisi, tunjangan kesehatan, biaya Tirta Yatra dan outbound yang pencairannya tidak sesuai aturan.

Tidak sampai di sana, biaya promosi yang seharusnya dipergunakan untuk promosi justru dibagi-bagi. Selain itu, ada kredit macet sebesar Rp 2,5 miliar. Yang mana modusnya berupa kredit topeng, yakni meminjam uang dengan menggunakan nama orang lain. “Dan kedua tersangka telah melakukan pengembalian kerugian negara sebesar Rp 450 juta,” ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, kedua tersangka ditahan di sel tahanan Polsek Klungkung selama 20 hari ke depan. Pihaknya menargetkan, kasus tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar sebelum akhir bulan ini.

Atas perbuatannya, IMS yang sebelumnya menjabat sebagai ketua LPD dan IGS yang menjabat sebagai seksi kredit dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

(rb/don/ayu/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia