alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Hujan Lebat, Lima Ekor Anak Babi Milik Warga Karangasem Diduga Hilang

AMLAPURA – Nasib apes dialami Ni Nyoman Rena, 70.

Warga Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, ini kehilangan lima ekor anak babi, pada Senin (6/12/2021).

Korban menduga, lima kucit (anak babi) tersebut hilang akibat dicuri orang tak dikenal.

 

Kadek Arta Putra, keponakan Ni Nyoman Rena menuturkan, bibinya yang sudah berusia lanjut tersebut memiliki satu ekor indukan babi (Bangkung).

Dari indukan itu, memiliki 10 anak babi. Namun pada Senin pagi di tengah kondisi hujan deras ia dibuat kaget saat akan menengok babi peliharaannya di kandang.

Lima ekor anak babi miliknya hilang dari kandang. “Bibi saya kaget, karena dari 10 anak babi, lima hilang,” tuturnya.

Baca Juga:  Tak Puas Bendahara Jadi TSK dan Ditahan, Mardika: Jangan Tebang Pilih
- Advertisement -

Hilangnya lima anak babi tersebut, kata Arta Putra, diduga dicuri orang. Karena setahun lalu, kejadian serupa sempat terjadi.

 “Tahun lalu juga perna hilang. Babi yang hilang juga di kandang yang sama. Yang hilang itu yang sudah agak besaran dan yang jantan-jantan,” katanya.

Ia menambahkan, posisi kandang Babi berada sekitar dua meter di belakang rumah tempat tinggal bibinya tersebut.

Pada malam hingga pagi hari sebelum anakan babi didapati hilang, di wilayan tersebut di guyur hujan deras.

Dari pengakuan bibinya, pada malam hari hingga pagi tidak mendengar adanya hal yang mencurigakan termasuk suara babi.

“Karena suara hujan deras itu. Tidak dengar ada suara babi,” imbuh Arta Putra.

Baca Juga:  Panen Tangkapan, Ruang Tahanan Polsek Sukawati Penuh

Sementara itu, Kapolsek Manggis, Kompol I Ketut Eka Jaya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengungkapkan, dugaan pencurian ternak warga tersebut statusnya masih berupa pengaduan.

Dari ketengan yang diperoleh anggotanya, hewan ternak babinya tersebut termasuk anakan yang biasanya dilepas.

“Jadi pagi dilpas, kemudian pada sore hari baru kembali dimasukkan ke dalam kandang. Nah kemarin sore itu, tidak sempat dikandangkan dan paginya didapati anakan babinya sudah berkurang sebanyak lima ekor,” kata Eka Jaya.

Untuk memastikan, pihaknya akan kembali turun melakukan pengecekan. “Untuk memastikan apakah hilangnya karena dicuri atau hilang hanyut terbawa aliran banjir karena didekat lokasi tersebut ada sungai,” tandasnya. 

- Advertisement -

AMLAPURA – Nasib apes dialami Ni Nyoman Rena, 70.

Warga Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, ini kehilangan lima ekor anak babi, pada Senin (6/12/2021).

Korban menduga, lima kucit (anak babi) tersebut hilang akibat dicuri orang tak dikenal.

 

Kadek Arta Putra, keponakan Ni Nyoman Rena menuturkan, bibinya yang sudah berusia lanjut tersebut memiliki satu ekor indukan babi (Bangkung).

Dari indukan itu, memiliki 10 anak babi. Namun pada Senin pagi di tengah kondisi hujan deras ia dibuat kaget saat akan menengok babi peliharaannya di kandang.

Lima ekor anak babi miliknya hilang dari kandang. “Bibi saya kaget, karena dari 10 anak babi, lima hilang,” tuturnya.

Baca Juga:  Tak Puas Bendahara Jadi TSK dan Ditahan, Mardika: Jangan Tebang Pilih

Hilangnya lima anak babi tersebut, kata Arta Putra, diduga dicuri orang. Karena setahun lalu, kejadian serupa sempat terjadi.

 “Tahun lalu juga perna hilang. Babi yang hilang juga di kandang yang sama. Yang hilang itu yang sudah agak besaran dan yang jantan-jantan,” katanya.

Ia menambahkan, posisi kandang Babi berada sekitar dua meter di belakang rumah tempat tinggal bibinya tersebut.

Pada malam hingga pagi hari sebelum anakan babi didapati hilang, di wilayan tersebut di guyur hujan deras.

Dari pengakuan bibinya, pada malam hari hingga pagi tidak mendengar adanya hal yang mencurigakan termasuk suara babi.

“Karena suara hujan deras itu. Tidak dengar ada suara babi,” imbuh Arta Putra.

Baca Juga:  Observasi Kelar, Septyan, Pembunuh Anak Kandung Dipindah ke RS Trijata

Sementara itu, Kapolsek Manggis, Kompol I Ketut Eka Jaya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengungkapkan, dugaan pencurian ternak warga tersebut statusnya masih berupa pengaduan.

Dari ketengan yang diperoleh anggotanya, hewan ternak babinya tersebut termasuk anakan yang biasanya dilepas.

“Jadi pagi dilpas, kemudian pada sore hari baru kembali dimasukkan ke dalam kandang. Nah kemarin sore itu, tidak sempat dikandangkan dan paginya didapati anakan babinya sudah berkurang sebanyak lima ekor,” kata Eka Jaya.

Untuk memastikan, pihaknya akan kembali turun melakukan pengecekan. “Untuk memastikan apakah hilangnya karena dicuri atau hilang hanyut terbawa aliran banjir karena didekat lokasi tersebut ada sungai,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/