alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Diduga Terdampak Corona, 250 Warga Gianyar Bercerai di Tahun 2020

GIANYAR- Pengadilan Negeri (PN) Gianyar mencatat, sepanjang tahun 2020, ada ratusan perkara perceraian yang ditangani.

 

Seperti disampaikan Humas PN Gianyar, Wawan Edy Prastyo, Kamis (7/1).

 

Disebutkan, dari data PN Denpasar selama tahun 2020, pihak PN Gianyar telah menerima 319 perkara gugatan. “Dari 319 perkara gugatan tersebut, sebanyak 250 perkara merupakan perkara gugatan perceraian,” ujar Wawan.

 

Sedangkan sisanya, sebanyak 69 perkara merupakan perkara tanah, waris, harta bersama, wanprestasi, perbuatan melawan hukum, sewa menyewa, dan lainnya.

 

Wawan menambahkan, tingginya kasus cerai disebabkan karena permasalahan ekonomi.

 

“Masalah ekonomi menyebabkan percekcokan secara terus menerus. Hingga akhirnya hidup berpisah,” terangnya.

 

Wawan pun menambahkan, bila dirata-rata, apabila setahun ada 360 hari, dengan jumlah 250 kasus cerai, berarti setiap 2 hari sekali ada perceraian.

 

“Masa pandemi ini meningkat. Justru perkara pidana menurun. Narkotika bertahan,” imbuhnya.

 

Apabila dibandingkan pada 2019 lalu, perkara gugatan pada 2020 justru meningkat. Pada 2019, total perkara ada 250.

 

“Perkara perceraian pada tahun 2019 sebanyak 199 gugatan. Kalau dibandingkan 2020, perkara perceraian mengalami peningkatan sebanyak 51 perkara,” bebernya.

 

Sedangkan perkara pidana pada tahun 2020 mengalami penurunan. Jika pada tahun 2019 sebanyak 235 berkas, pada tahun 2020 hanya 188 berkas perkara. “Perkara pidana yang menonjol pada tahun 2020 adalah perkara pencurian sebanyak 60 berkas,” jelasnya.

 

Namun jika dibandingkan dengan tahun 2019, perkara pencurian sudah menurun, karena perkara pencurian pada tahun 2019 sebanyak 76 berkas.

 

Perkara pidana yang masih mendominasi pada tahun 2020 diurutan ke2 adalah perkara narkotika sejumlah 41 berkas perkara. Perkara narkotika pada tahun 2019 juga sebanyak 41 berkas perkara.

 

“Diurutan ketiga adalah perkara laka lantas sebanyak 17 berkas perkara,” pungkasnya.



GIANYAR- Pengadilan Negeri (PN) Gianyar mencatat, sepanjang tahun 2020, ada ratusan perkara perceraian yang ditangani.

 

Seperti disampaikan Humas PN Gianyar, Wawan Edy Prastyo, Kamis (7/1).

 

Disebutkan, dari data PN Denpasar selama tahun 2020, pihak PN Gianyar telah menerima 319 perkara gugatan. “Dari 319 perkara gugatan tersebut, sebanyak 250 perkara merupakan perkara gugatan perceraian,” ujar Wawan.

 

Sedangkan sisanya, sebanyak 69 perkara merupakan perkara tanah, waris, harta bersama, wanprestasi, perbuatan melawan hukum, sewa menyewa, dan lainnya.

 

Wawan menambahkan, tingginya kasus cerai disebabkan karena permasalahan ekonomi.

 

“Masalah ekonomi menyebabkan percekcokan secara terus menerus. Hingga akhirnya hidup berpisah,” terangnya.

 

Wawan pun menambahkan, bila dirata-rata, apabila setahun ada 360 hari, dengan jumlah 250 kasus cerai, berarti setiap 2 hari sekali ada perceraian.

 

“Masa pandemi ini meningkat. Justru perkara pidana menurun. Narkotika bertahan,” imbuhnya.

 

Apabila dibandingkan pada 2019 lalu, perkara gugatan pada 2020 justru meningkat. Pada 2019, total perkara ada 250.

 

“Perkara perceraian pada tahun 2019 sebanyak 199 gugatan. Kalau dibandingkan 2020, perkara perceraian mengalami peningkatan sebanyak 51 perkara,” bebernya.

 

Sedangkan perkara pidana pada tahun 2020 mengalami penurunan. Jika pada tahun 2019 sebanyak 235 berkas, pada tahun 2020 hanya 188 berkas perkara. “Perkara pidana yang menonjol pada tahun 2020 adalah perkara pencurian sebanyak 60 berkas,” jelasnya.

 

Namun jika dibandingkan dengan tahun 2019, perkara pencurian sudah menurun, karena perkara pencurian pada tahun 2019 sebanyak 76 berkas.

 

Perkara pidana yang masih mendominasi pada tahun 2020 diurutan ke2 adalah perkara narkotika sejumlah 41 berkas perkara. Perkara narkotika pada tahun 2019 juga sebanyak 41 berkas perkara.

 

“Diurutan ketiga adalah perkara laka lantas sebanyak 17 berkas perkara,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/