alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Banding Kandas, Pengacara Zainal Tayeb No Comment

DENPASAR– Harapan Zainal Tayeb (ZT) untuk mendapatkan keringanan hukuman melalui jalur banding di Pengadilan Tipikor (PT) Denpasar harus rontok alias kandas.

Pasalnya, majelis hakim PT Denpasar menolak banding yang diajukan pengusaha properti sekaligus mantan promotor tinju itu.

Majelis hakim yang terdiri dari Nyoman Sumaneja, Sudarwin, dan Sumpeno dalam amar putusannya sepakat memperkuat putusan PN Denpasar.

Yakni menjatuhkan pidana penjara selama 3,5 tahun terhadap ZT.

Yang menarik adalah sikap pengacara ZT terkait putusan banding tersebut. “No comment,” ujar Mila Tayeb, pengacara ZT saat dikonfirmasi kemarin (6/1) siang.

Pengacara yang juga adik ZT itu mengaku belum mendapat pemberitahuan hasil banding.

Sementara itu, juru bicara PN Denpasar, I Nengah Astawa yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya putusan banding PT Denpasar. Putusan banding tersebut keluar tertanggal 5 Januari 2022.

Baca Juga:  Kasus Ngaben Sudaji Saru Gremeng, Tim Hukum Kembali Layangkan SP3

“Tiyang sudah mendapat informasi (putusan banding ZT). Tiyang juga sudah melihat SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara),” terang Astawa.

Namun, lanjut Astawa, salinan putusan PT Denpasar tersebut belum sampai di PN Denpasar. Biasanya salinan putusan akan diterima sekitar satu pekan setelah sidang putusan.

Amar putusan banding PT Denpasar yaitu menguatkan putusan PN Denpasar Nomor 841 /Pid.B/2021/PN Dps, tanggal 25 Nopember 2021. Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan Zainal Tayeb tetap ditahan.

Di lain sisi, Kasi Intel Kejari Badung, Gde Made Bamaxs Wira Wibowo mengatakan sudah mengetahui informasi putusan dari website Mahkamah Agung (MA).

“Kami akan pelajari dulu berkasnya,” kata Bamaxs.

Posisi ZT sendiri saat ini sudah dipindahkan ke dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan. Belum lama ini pria berdarah Bugis itu dipindahkan dari Rutan Polres Badung. Saat menjalani penahanan di Rutan Polres Badung, kondisi ZT sempat beberapa kali drop hingga harus mendapatkan penanganan tim medis.

Baca Juga:  MA Sosialisasikan Aplikasi e-court Bagi Advokat. Apa itu?

Sekadar mengingatkan, kasus ini bermula saat ZT dilaporkan keponakannya sendiri Hedar Giacomo Boy Syam.

Ada perjanjian kerja sama pembangunan dan pengelolaan perumahan elit, Ombak Luxury Residence di Cemagi, Badung dengan Hedar Giacomo Boy Syam.

Dalam akta kerjasama Nomor 33 tertanggal 27 September 2017, tertulis luas tanah yang dikerjasamakan 13.700 meter persegi senilai Rp61,6 miliar. Dalam perjalanannya, Hedar merasa luas tanah tidak sesuai.

Setelah dilakukan pengukuran ulang luas tanah menurut Hedar hanya 8.892 meter persegi. Atas dasar itu, Hedar melaporkan ke Polres Badung dengan klaim kerugian kurang lebih Rp21,6 miliar. 

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR– Harapan Zainal Tayeb (ZT) untuk mendapatkan keringanan hukuman melalui jalur banding di Pengadilan Tipikor (PT) Denpasar harus rontok alias kandas.

Pasalnya, majelis hakim PT Denpasar menolak banding yang diajukan pengusaha properti sekaligus mantan promotor tinju itu.

Majelis hakim yang terdiri dari Nyoman Sumaneja, Sudarwin, dan Sumpeno dalam amar putusannya sepakat memperkuat putusan PN Denpasar.


Yakni menjatuhkan pidana penjara selama 3,5 tahun terhadap ZT.

Yang menarik adalah sikap pengacara ZT terkait putusan banding tersebut. “No comment,” ujar Mila Tayeb, pengacara ZT saat dikonfirmasi kemarin (6/1) siang.

Pengacara yang juga adik ZT itu mengaku belum mendapat pemberitahuan hasil banding.

Sementara itu, juru bicara PN Denpasar, I Nengah Astawa yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya putusan banding PT Denpasar. Putusan banding tersebut keluar tertanggal 5 Januari 2022.

Baca Juga:  Jaksa Keok, Mantan Anak Buah Zainal Tayeb Menang Kasasi

“Tiyang sudah mendapat informasi (putusan banding ZT). Tiyang juga sudah melihat SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara),” terang Astawa.

Namun, lanjut Astawa, salinan putusan PT Denpasar tersebut belum sampai di PN Denpasar. Biasanya salinan putusan akan diterima sekitar satu pekan setelah sidang putusan.

Amar putusan banding PT Denpasar yaitu menguatkan putusan PN Denpasar Nomor 841 /Pid.B/2021/PN Dps, tanggal 25 Nopember 2021. Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan Zainal Tayeb tetap ditahan.

Di lain sisi, Kasi Intel Kejari Badung, Gde Made Bamaxs Wira Wibowo mengatakan sudah mengetahui informasi putusan dari website Mahkamah Agung (MA).

“Kami akan pelajari dulu berkasnya,” kata Bamaxs.

Posisi ZT sendiri saat ini sudah dipindahkan ke dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan. Belum lama ini pria berdarah Bugis itu dipindahkan dari Rutan Polres Badung. Saat menjalani penahanan di Rutan Polres Badung, kondisi ZT sempat beberapa kali drop hingga harus mendapatkan penanganan tim medis.

Baca Juga:  Dikenal Suka Menolong, Selalu Bagikan Nasi Gratis Setiap Hari Jumat

Sekadar mengingatkan, kasus ini bermula saat ZT dilaporkan keponakannya sendiri Hedar Giacomo Boy Syam.

Ada perjanjian kerja sama pembangunan dan pengelolaan perumahan elit, Ombak Luxury Residence di Cemagi, Badung dengan Hedar Giacomo Boy Syam.

Dalam akta kerjasama Nomor 33 tertanggal 27 September 2017, tertulis luas tanah yang dikerjasamakan 13.700 meter persegi senilai Rp61,6 miliar. Dalam perjalanannya, Hedar merasa luas tanah tidak sesuai.

Setelah dilakukan pengukuran ulang luas tanah menurut Hedar hanya 8.892 meter persegi. Atas dasar itu, Hedar melaporkan ke Polres Badung dengan klaim kerugian kurang lebih Rp21,6 miliar. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/