alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Kepruk Dagang Buah Pakai Batu Hingga Kelenger, Pengamen Badut Dibekuk

NEGARA- Fendi Saputra, 25, seorang pengamen badut di Jembrana, Bali ini ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jembrana.

Ia ditangkap usai melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang pedagang buah di Halte Jalan Pahlawan, Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Negara.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata menjelaskan,  sebelum pencurian terjadi, tersangka Fendi dan saksi sesama pengamen badut Piska Awan Sagita, sejak hari Minggu (2/1) mengamen di simpang empat Jalan Pahlawan, Negara.

Sedangkan tidak jauh dari lokasi mengamen, korban berjualan jeruk dan durian. Bahkan tersangka sering duduk di sekitar tempat korban berjualan saat istirahat.

Saat tersangka dan saksi menghampiri korban, keduanya sempat melihat korban sedang menghitung uang hasil penjualan jeruk dan durian.

Sehari kemudian, tersangka dan saksi kembali mengamen di traffic light Jalan Pahlawan.

Seperti biasa, di sela mengamen, tersangka dan saksi datang ke tempat korban berjualan. Bahkan  saat itu, keduanya sempat minum bersama suami korban.

Baca Juga:  Sedot Kartu Kredit Turis Asing, WN Mauritania Terancam 5 Tahun Penjara

“Saksi Piska sempat mengungkapkan pada suami korban, bahwa pendapatan di Jembrana sebagai badut kecil, sehingga saksi memutuskan untuk pulang ke Denpasar. Sedangkan tersangka memutuskan untuk pulang ke Banyuwangi,” jelasnya.

Sebelum pulang kampung, tersangka datang lagi ke tempat korban berjualan sekitar pukul 19.30 WITA.

Tersangka datang untuk membeli buah jeruk Bali seharga Rp 15 ribu dan meminta korban mengupas jeruk yang dibeli. 

Setelah jeruk selesai dikupas, lalu korban memberikan jeruk kepada tersangka yang ketika itu sedang duduk di halte, tepat di belakang tempat korban jualan.

“Setelah membiarkan pesanan jeruk pada tersangka, korban kemudian duduk kembali untuk berjualan dengan duduk membelakangi tersangka,” jelasnya.

Nah, saat korban sedang berjualan itulah, korban dipukul tersangka dari belakang menggunakan batu sebanyak dua kali.

Korban seketika korban terjatuh hingga tidak sadarkan diri karena mengalami luka robek di kepala. Melihat korban tidak sadarkan diri, tersangka langsung mengambil dompet korban dan mengambil satu unit handphone korban.

Baca Juga:  Motor Misterius Bikin Geger Yeheembeng, Dugaan Polisi Ternyata…

Setelah menerima laporan adanya pencurian dengan kekerasan tersebut, Kasatreskrim memerintahkan unit Opsnal Kurawa yang dipimpin oleh kanit 1 Iptu I Gede Alit Darmana, untuk melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara, mendapat petunjuk bahwa pelaku merupakan salah satu badut yang sering mangkal di lampu merah.

“Awalnya mengamankan saksi yang sudah pulang dengan bus ke arah Denpasar. Saksi berhasil ditemukan di daerah Bajra Tabanan,” jelasnya.

 Dari keterangan saksi, diketahui tersangka sudah pulang ke rumahnya di Banyuwangi.

Tersangka melakukan pengejaran dan mengamankan tersangka, di Jalan Raya Srono, Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (4/1).

“Dari hasil interogasi tersangka mengakui telah memukul korban dan mengambil barang-barang milik korban setelah itu melarikan diri dengan menumpang kendaraan truk untuk pulang,” terangnya.


NEGARA- Fendi Saputra, 25, seorang pengamen badut di Jembrana, Bali ini ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jembrana.

Ia ditangkap usai melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang pedagang buah di Halte Jalan Pahlawan, Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem, Negara.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata menjelaskan,  sebelum pencurian terjadi, tersangka Fendi dan saksi sesama pengamen badut Piska Awan Sagita, sejak hari Minggu (2/1) mengamen di simpang empat Jalan Pahlawan, Negara.

Sedangkan tidak jauh dari lokasi mengamen, korban berjualan jeruk dan durian. Bahkan tersangka sering duduk di sekitar tempat korban berjualan saat istirahat.

Saat tersangka dan saksi menghampiri korban, keduanya sempat melihat korban sedang menghitung uang hasil penjualan jeruk dan durian.

Sehari kemudian, tersangka dan saksi kembali mengamen di traffic light Jalan Pahlawan.

Seperti biasa, di sela mengamen, tersangka dan saksi datang ke tempat korban berjualan. Bahkan  saat itu, keduanya sempat minum bersama suami korban.

Baca Juga:  Mobil Limbah Medis Tertahan di Pelabuhan, Kepala ASDP Bantah Persulit

“Saksi Piska sempat mengungkapkan pada suami korban, bahwa pendapatan di Jembrana sebagai badut kecil, sehingga saksi memutuskan untuk pulang ke Denpasar. Sedangkan tersangka memutuskan untuk pulang ke Banyuwangi,” jelasnya.

Sebelum pulang kampung, tersangka datang lagi ke tempat korban berjualan sekitar pukul 19.30 WITA.

Tersangka datang untuk membeli buah jeruk Bali seharga Rp 15 ribu dan meminta korban mengupas jeruk yang dibeli. 

Setelah jeruk selesai dikupas, lalu korban memberikan jeruk kepada tersangka yang ketika itu sedang duduk di halte, tepat di belakang tempat korban jualan.

“Setelah membiarkan pesanan jeruk pada tersangka, korban kemudian duduk kembali untuk berjualan dengan duduk membelakangi tersangka,” jelasnya.

Nah, saat korban sedang berjualan itulah, korban dipukul tersangka dari belakang menggunakan batu sebanyak dua kali.

Korban seketika korban terjatuh hingga tidak sadarkan diri karena mengalami luka robek di kepala. Melihat korban tidak sadarkan diri, tersangka langsung mengambil dompet korban dan mengambil satu unit handphone korban.

Baca Juga:  Minta Polisi Bersikap Adil, Desak Polisi Tuntaskan Kasus CSR Perumahan

Setelah menerima laporan adanya pencurian dengan kekerasan tersebut, Kasatreskrim memerintahkan unit Opsnal Kurawa yang dipimpin oleh kanit 1 Iptu I Gede Alit Darmana, untuk melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara, mendapat petunjuk bahwa pelaku merupakan salah satu badut yang sering mangkal di lampu merah.

“Awalnya mengamankan saksi yang sudah pulang dengan bus ke arah Denpasar. Saksi berhasil ditemukan di daerah Bajra Tabanan,” jelasnya.

 Dari keterangan saksi, diketahui tersangka sudah pulang ke rumahnya di Banyuwangi.

Tersangka melakukan pengejaran dan mengamankan tersangka, di Jalan Raya Srono, Rogojampi, Banyuwangi, Selasa (4/1).

“Dari hasil interogasi tersangka mengakui telah memukul korban dan mengambil barang-barang milik korban setelah itu melarikan diri dengan menumpang kendaraan truk untuk pulang,” terangnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/