alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Langsung Turun ke Pura, PHDI Minta Semua Pihak Cegah Tindakan Anarkis

DENPASAR-Pihak Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) langsung turun ke Pura Dalem Bingin Nambe di Banjar Adat Titih Kaler, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat.

 

Kehadiran PHDI itu menyusul adanya harapan pengayoman hukum dan solusi terkait penutupan akses atau jalan keluar masuk (pemedal) Pura Dalem Bingin Nambe di Banjar Adat Titih Kaler, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat.

 

Selain dari PHDI Bali, tampak hadir dari para pimpinan PHDI Kota Denpasar dan PHDI Kecamatan Denpasar Utara.

 

Adapun para pimpinan PHDI yang hadir, yakni Bendahara PHDI Bali Made Suarta, SE dan Pengayah di PHDI Bali Nyoman Iwan Pranajaya; Ketua PHDI Kota Denpasar Nyoman Kenak, SH dan Sekretaris PHDI Kota Denpasar Made Arka, S.Pd, MPd; serta Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Utara, Putu Adi Tama.

Baca Juga:  Ngaku Iseng Bakar 7 Mobil di Denpasar, Pemuda Asal Banyuwangi Diciduk

 

Selain dari PHDI, di lokasi, juga tampak hadir Perbekel Desa Dauh Puri Kangin Ni Ketut Anggreniwati, Kelian Dinas Banjar Titih Kaler I Gusti Putu Gede Dony Sanjaya, pejabat dari Polsek  Denpasar Utara dan  Pengempon Pura, I Ketut Gede Muliarta dan Kadek Mariata.

 

Diharapkan, dengan hadirnya PHDI dan perwakilan pemerintah, masalahnya bisa dimediasi oleh PHDI, untuk dicarikan solusi yang mengedepankan pendekatan non litigasi terlebih dahulu.

 

Sementara dalam proses mediasi, semua pihak mesti menahan diri guna mencegah adanya tindakan anarkis dari pihak manapun.

 

‘’Semuanya dari pihak pemerintahan desa, dusun, kepolisian dan juga kami, mengharapkan penyelesaian melalui mediasi dan jangan sampai ada tindakan anarkis.

Baca Juga:  Hamili Pacar dan Calon Adik Ipar, Terdakwa Pembunuh Bayi Bikin Ulah

 

Karena diminta untuk memediasi, kami siap dan secepatnya mengundang pihak-pihak yang terkait untuk dilakukan penyelesaian, megingat tugas dan fungsi PHDI, antara lain untuk mencarikan solusi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan agama Hindu,’’ ujar Ketua PHDI Kota Denpasar Nyoman Kenak, Senin (07/02/2022). 

 

Kenak menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan segera mengundang pihak yang terkait, maupun pihak yang bersengketa, untuk mendengarkan keterangan dan keingingan masing-masing dari mereka, mendengarkan juga masukan dan pertimbangan dari lembaga lain yang terkait.

 

‘’Kalau bisa dilakukan mediasi dan ada kesepakatan melalui mediasi, itu tentu baik, asalkan pihak yang bersengketa mencapai kesepakatan penyelesaian. Jadi, dalam batas tugas dan fungsi PHDI sebagai lembaga pelayanan, kami upayakan langkah itu,’’ imbuhnya.

 



DENPASAR-Pihak Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) langsung turun ke Pura Dalem Bingin Nambe di Banjar Adat Titih Kaler, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat.

 

Kehadiran PHDI itu menyusul adanya harapan pengayoman hukum dan solusi terkait penutupan akses atau jalan keluar masuk (pemedal) Pura Dalem Bingin Nambe di Banjar Adat Titih Kaler, Desa Dauh Puri Kangin, Denpasar Barat.

 

Selain dari PHDI Bali, tampak hadir dari para pimpinan PHDI Kota Denpasar dan PHDI Kecamatan Denpasar Utara.

 

Adapun para pimpinan PHDI yang hadir, yakni Bendahara PHDI Bali Made Suarta, SE dan Pengayah di PHDI Bali Nyoman Iwan Pranajaya; Ketua PHDI Kota Denpasar Nyoman Kenak, SH dan Sekretaris PHDI Kota Denpasar Made Arka, S.Pd, MPd; serta Ketua PHDI Kecamatan Denpasar Utara, Putu Adi Tama.

Baca Juga:  Hina Profesi Guru, Lalu Curi Laptop, Petugas Kebersihan Diciduk

 

Selain dari PHDI, di lokasi, juga tampak hadir Perbekel Desa Dauh Puri Kangin Ni Ketut Anggreniwati, Kelian Dinas Banjar Titih Kaler I Gusti Putu Gede Dony Sanjaya, pejabat dari Polsek  Denpasar Utara dan  Pengempon Pura, I Ketut Gede Muliarta dan Kadek Mariata.

 

Diharapkan, dengan hadirnya PHDI dan perwakilan pemerintah, masalahnya bisa dimediasi oleh PHDI, untuk dicarikan solusi yang mengedepankan pendekatan non litigasi terlebih dahulu.

 

Sementara dalam proses mediasi, semua pihak mesti menahan diri guna mencegah adanya tindakan anarkis dari pihak manapun.

 

‘’Semuanya dari pihak pemerintahan desa, dusun, kepolisian dan juga kami, mengharapkan penyelesaian melalui mediasi dan jangan sampai ada tindakan anarkis.

Baca Juga:  Polsek Denbar Tangkap Pengedar Sabu Asal Medan

 

Karena diminta untuk memediasi, kami siap dan secepatnya mengundang pihak-pihak yang terkait untuk dilakukan penyelesaian, megingat tugas dan fungsi PHDI, antara lain untuk mencarikan solusi terhadap permasalahan yang berkaitan dengan agama Hindu,’’ ujar Ketua PHDI Kota Denpasar Nyoman Kenak, Senin (07/02/2022). 

 

Kenak menambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya juga akan segera mengundang pihak yang terkait, maupun pihak yang bersengketa, untuk mendengarkan keterangan dan keingingan masing-masing dari mereka, mendengarkan juga masukan dan pertimbangan dari lembaga lain yang terkait.

 

‘’Kalau bisa dilakukan mediasi dan ada kesepakatan melalui mediasi, itu tentu baik, asalkan pihak yang bersengketa mencapai kesepakatan penyelesaian. Jadi, dalam batas tugas dan fungsi PHDI sebagai lembaga pelayanan, kami upayakan langkah itu,’’ imbuhnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/