25.4 C
Denpasar
Tuesday, November 29, 2022

MENYEDIHKAN! Bisnis Bangkrut, Mengurung Diri Sebelum Ditemukan Tewas

DENPASAR – Kematian Ferry Tjandratno Pradigtho, 59, di rumahnya di Jalan Anggrek No.28, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Selasa (6/4) kemarin, masih menyisakan misteri.

Terutama penyebab kematian korban. Pasalnya, korban ditemukan tewas dengan kondisi tubuh membiru. Ditemukan darah di tangan, mulut dan hidung almarhum.

Menurut Kasubaghumas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, berdasar keterangan sang istri, Fransisca Susi Mariani, 59, suaminya mengalami depresi karena usahanya bangkrut sejak 10 tahun lalu.

“Ya, kata sang istri, Ferry sudah bertahun-tahun mengalami depresi,” tutur Iptu I Ketut Sukadi. Akibat depresinya itu,

korban menjadi pria dengan kepribadian yang tertutup (introvert), susah diajak komunikasi, tidak pernah bersosialisasi dan hanya mengurung diri dalam kamar.

Baca Juga:  Terungkap, Motif Tiga Pelaku Tusuk Pisau di Leher Pemuda Sumba..

“Korban tinggal bareng istri dan lima orang anaknya di satu rumah,” cetusnya sembari mengatakan, setelah mengetahui hal tersebut keluarga melapor ke BPBD Denpasar dan ke kantor desa termasuk diteruskan ke aparat kepolisian.

Berdasar hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh kepolisian, almarhum diperkirakan meniggal dunia selama 12 jam sebelum ditemukan.

Stelah melakukan olah TKP, jenasah Ferry dievakusi ke RS Sanglah Denpasar. “Ya jasadnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Denpasar untuk dilakukan otopsi.

Tujuan dari otopsi itu agar diketahui secara pasti penyebab kematian korban,” pungkas Iptu Sukadi.

Seperti diberitakan, Ferry Tjandratno Pradigtho, 59, ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Anggrek No.28, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Selasa (6/4) kemarin.

Baca Juga:  Nekat Kabur saat Ditangkap di Jember, Spesialis Bobol Vila Didor

Di lokasi kejadian, korban diketahui mengenakan baju warna putih dengan gambar Kuala Lumpur serta celana warna putih motif bunga pada saat meninggal.

Posisi tidur terlentang di atas kasur, posisi kepala di sebelah barat sedangkan kaki menekuk ke lantai.

Dari hidung dan mulut korban mengeluarkan darah. Di telapak tangan pun terdapat darah. Sementara tangan, kaki, wajah, dan leher terlihat membiru. Di sekitar jasad Ferry ditemukan barang berupa balsem, tissue dan handpone. 



DENPASAR – Kematian Ferry Tjandratno Pradigtho, 59, di rumahnya di Jalan Anggrek No.28, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Selasa (6/4) kemarin, masih menyisakan misteri.

Terutama penyebab kematian korban. Pasalnya, korban ditemukan tewas dengan kondisi tubuh membiru. Ditemukan darah di tangan, mulut dan hidung almarhum.

Menurut Kasubaghumas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, berdasar keterangan sang istri, Fransisca Susi Mariani, 59, suaminya mengalami depresi karena usahanya bangkrut sejak 10 tahun lalu.

“Ya, kata sang istri, Ferry sudah bertahun-tahun mengalami depresi,” tutur Iptu I Ketut Sukadi. Akibat depresinya itu,

korban menjadi pria dengan kepribadian yang tertutup (introvert), susah diajak komunikasi, tidak pernah bersosialisasi dan hanya mengurung diri dalam kamar.

Baca Juga:  Tempat Diskotek & Obyek Wisata Dipelototi Polisi

“Korban tinggal bareng istri dan lima orang anaknya di satu rumah,” cetusnya sembari mengatakan, setelah mengetahui hal tersebut keluarga melapor ke BPBD Denpasar dan ke kantor desa termasuk diteruskan ke aparat kepolisian.

Berdasar hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh kepolisian, almarhum diperkirakan meniggal dunia selama 12 jam sebelum ditemukan.

Stelah melakukan olah TKP, jenasah Ferry dievakusi ke RS Sanglah Denpasar. “Ya jasadnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Denpasar untuk dilakukan otopsi.

Tujuan dari otopsi itu agar diketahui secara pasti penyebab kematian korban,” pungkas Iptu Sukadi.

Seperti diberitakan, Ferry Tjandratno Pradigtho, 59, ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Anggrek No.28, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Selasa (6/4) kemarin.

Baca Juga:  Astaga! Uang Hasil Menipu Diberikan ke Istri dan Mertua

Di lokasi kejadian, korban diketahui mengenakan baju warna putih dengan gambar Kuala Lumpur serta celana warna putih motif bunga pada saat meninggal.

Posisi tidur terlentang di atas kasur, posisi kepala di sebelah barat sedangkan kaki menekuk ke lantai.

Dari hidung dan mulut korban mengeluarkan darah. Di telapak tangan pun terdapat darah. Sementara tangan, kaki, wajah, dan leher terlihat membiru. Di sekitar jasad Ferry ditemukan barang berupa balsem, tissue dan handpone. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/