alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Mayat Pria Mengambang Tertutup Sampah Gegerkan Warga Singaraja

SINGARAJA- Warga Banjar Dinas Banyuasri RT 6, RW/Link II Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng Senin (7/9) dibuat geger.

Heboh warga itu menyusul dengan temuan mayat pria mengambang dalam posisi telungkup di saluran air Subak Banyumala.

Saat ditemukan, mayat laki-laki tersebut mengenakan baju hitam berkerah celana panjang biru tua dengan sebagian tubuhnya tertutup sampah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, mayat laki-laki tersebut ditemukan pertama kali oleh Gede Sudarma, 57, warga Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri sekitar pukul 07.30 WITA.

Atas kejadian itu, sontak membuat heboh warga yang melintas di Jalan Ahmad Yani Singaraja.

 Saksi Sudarma pun langsung melaporkan kepada aparat Kelurahan Banyuasri agar segera dapat ditindaklanjuti.

Polisi yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi jasad korban dan memasang garis polisi.

Selanjutnya, polisi langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, mayat pria tersebut ternyata mayat Muhammad Subahan, 50, seorang pemulung yang tinggal di Jalak Putih Utama Nomor 9, Banjar Dinas Banyuasri, Kelurahan Banyuasri

Baca Juga:  Dua Direksi BPR Legian Ikut Dituntut 10 Tahun Bui, Denda Rp 10 Miliar

Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Gusti Ngurah Yudistira yang turun ke TKP mengaku pihaknya mendapat laporan awal penemuan mayat dari masyarakat Banyuasri sekitar pukul 08.00. Sehingga bhabinkamtibmas desa langsung datang menuju TKP dan menghubungi petugas medis.

Berdasarkan keterangan yang pihaknya dapat di lapangan dan keterangan dari keluarga korban. Mayat tersebut adalah kakak kandung dari Muhammad Taufik warga Jalak Putih Utama.

Keterangan lainnya yang pihaknya dapat dari keluarga korban. Bahwa bersangkutan korban Muhammad Subahan sejak lama menderita penyakit epilepsi.

Korban yang bekerja sebagai pemulung beberapa kali kambuh penyakit epilepsi. Bahkan korban sebelumnya pernah kambuh epilepsi dan saat itu terjatuh ditolong masyarakat. Sehingga dilaporkan kepada keluarganya.

Baca Juga:  Viral! Sudirta Kecam Aksi Pembubaran Odalan Umat Hindu di Bantul

“Dugaan kami korban kumat penyakit epilepsi ketika mencari barang-barang bekas. Karena di TKP ditemukan sandal korban yang berada diatas saluran air,” kata Kompol Yudistira.

Selain itu dijelaskan Yudistira, sebelum korban ditemukan di dalam kondisi tak bernyawa di saluran air. Pada Minggu (6/9) sekitar pukul 18.00 sore korban sempat bermain layangan dan makan sore bersama dengan keluarganya.

Nah sekitar pukul 21.00 yang bersangkutan korban tak kunjung kembali ke rumah. Selanjutnya dari pihak keluarganya mencari keberadaan korban namun tak ditemukan korban berada dimana.

“Dan hari ini (Senin red), ada laporan penemuan mayat di selokan. Setelah dicek dan ditandai identitasnya. Keluarga Muhammad Taufik datang dan mengakui identitas mayat tersebut merupakan kakak kandungnya,” pungkasnya.

 



SINGARAJA- Warga Banjar Dinas Banyuasri RT 6, RW/Link II Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng Senin (7/9) dibuat geger.

Heboh warga itu menyusul dengan temuan mayat pria mengambang dalam posisi telungkup di saluran air Subak Banyumala.

Saat ditemukan, mayat laki-laki tersebut mengenakan baju hitam berkerah celana panjang biru tua dengan sebagian tubuhnya tertutup sampah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, mayat laki-laki tersebut ditemukan pertama kali oleh Gede Sudarma, 57, warga Jalan Teratai, Kelurahan Banyuasri sekitar pukul 07.30 WITA.

Atas kejadian itu, sontak membuat heboh warga yang melintas di Jalan Ahmad Yani Singaraja.

 Saksi Sudarma pun langsung melaporkan kepada aparat Kelurahan Banyuasri agar segera dapat ditindaklanjuti.

Polisi yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi jasad korban dan memasang garis polisi.

Selanjutnya, polisi langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, mayat pria tersebut ternyata mayat Muhammad Subahan, 50, seorang pemulung yang tinggal di Jalak Putih Utama Nomor 9, Banjar Dinas Banyuasri, Kelurahan Banyuasri

Baca Juga:  4 Hari Sebelum Ditemukan Tewas, Korban Sempat Pesta Arak dan Berkelahi

Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Gusti Ngurah Yudistira yang turun ke TKP mengaku pihaknya mendapat laporan awal penemuan mayat dari masyarakat Banyuasri sekitar pukul 08.00. Sehingga bhabinkamtibmas desa langsung datang menuju TKP dan menghubungi petugas medis.

Berdasarkan keterangan yang pihaknya dapat di lapangan dan keterangan dari keluarga korban. Mayat tersebut adalah kakak kandung dari Muhammad Taufik warga Jalak Putih Utama.

Keterangan lainnya yang pihaknya dapat dari keluarga korban. Bahwa bersangkutan korban Muhammad Subahan sejak lama menderita penyakit epilepsi.

Korban yang bekerja sebagai pemulung beberapa kali kambuh penyakit epilepsi. Bahkan korban sebelumnya pernah kambuh epilepsi dan saat itu terjatuh ditolong masyarakat. Sehingga dilaporkan kepada keluarganya.

Baca Juga:  UPDATE! Polisi Temukan Luka Terbuka di Kepala Bagian Kiri Korban

“Dugaan kami korban kumat penyakit epilepsi ketika mencari barang-barang bekas. Karena di TKP ditemukan sandal korban yang berada diatas saluran air,” kata Kompol Yudistira.

Selain itu dijelaskan Yudistira, sebelum korban ditemukan di dalam kondisi tak bernyawa di saluran air. Pada Minggu (6/9) sekitar pukul 18.00 sore korban sempat bermain layangan dan makan sore bersama dengan keluarganya.

Nah sekitar pukul 21.00 yang bersangkutan korban tak kunjung kembali ke rumah. Selanjutnya dari pihak keluarganya mencari keberadaan korban namun tak ditemukan korban berada dimana.

“Dan hari ini (Senin red), ada laporan penemuan mayat di selokan. Setelah dicek dan ditandai identitasnya. Keluarga Muhammad Taufik datang dan mengakui identitas mayat tersebut merupakan kakak kandungnya,” pungkasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/