alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

[HOT] Anggota DPRD Bali Dr Somvir Melawan, Balik Polisikan Sudiari

SINGARAJA-Kasus dugaan eksploitasi anak dibawah umur untuk kepentingan politik dengan terlapor Anggota DPRD Bali Dr Somvir berlanjut.

Setelah sebelumnya, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) memenuhi panggilan ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng.

Terbaru, praktisi yoga ini, Rabu sore (7/10) sekitar pukul 17.00 WITA kembali mendatangi kantor polisi.

Bedanya, kedatangan Somvir bukan untuk diperiksa. Melainkan ia datang untuk melakukan pelaporan balik atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Made Sudiari (pelapor dalam kasus dugaan eksploitasi anak dibawah umur) yang ditujukan kepada dirinya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, Somvir datang ke Mapolres Buleleng dengan didampingi Ketua Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem (Bahu) Provinsi Bali I Wayan Karta.

Seperti biasa, dengan mengenakan baju kemeja warna biru, usai turun dari mobil, Somvir langsung menuju ruang SPKT dan kemudian membuat laporan di ruang Unit Reskrim Polres Buleleng.

Baca Juga:  Bikin Gempar, Warga Sumberkima Mendadak Ditemukan Tewas Mengambang

Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem Provinsi Bali I Wayan Karta ditemui disela laporan, mengatakan, kedatangannya bersama kader Partai NasDem (Dr Somvir) ke Polres Buleleng yakni untuk melaporkan balik Made Sudiari (DUMAS Nomor : STP/260/X/2020/Reskrim) atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP.

“Saya dapat perintah dari partai. Jadi tujuan kami tidak ada niat untuk memenjarakan ibu Made Sudiari. Namun kami datang untuk mencari siapa dalang dibalik semua ini,” ungkapnya.

Pasalnya, Karta menyebut, apa yang selama ini dituduhkan kepada Dr. Somvir tidaklah benar.

“Apalagi yang dituduhkan menggunakan anak dibawah umur untuk kegiatan politik. Sehingga kami patut melakukan klarifikasi,”imbuhnya.

Bahkan menurut Kerta, sejatinya kasus (dugaan tindak pidana eksploitasi anak dibawah umur untuk kepentingan politik) ini terjadi saat pemilihan umum legislatif 2019 lalu dan sudah tuntas perkara.  

Baca Juga:  Dor…Dor…Nekat Melawan saat Ditangkap, Residivis Tumbang Berdarah-darah

Selain itu, kasus yang ditujukan kepada Somvir ini juga diakui sudah pernah dilaporkan oleh LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FMK) Buleleng ke Bawaslu Buleleng.

Namun setelah digelar sidang, Dr. Somvir tidak terbukti melakukan pelanggaran money politik.

“Bahkan karena tidak puas, kasus ini juga pernah dilaporkan ke Bawaslu Bali. Sayangnya Dr. Somvir lagi menang dan tidak terbukti melakukan pelanggaran politik. Jadi sekali lagi, intinya ini kasus lama tahun 2019 dan sudah tutup. Kok malah muncul lagi?,” ujar Karta dengan nada heran.

Untuk itu, dengan adanya pelaporan balik ini, Karta kembali menegaskan bahwa pelaporan terhadap Sudiari lebih untuk membuka dalang dibalik kasus ini.

“Kami akan menunjukkan barang bukti yang sebenarnya ke penyidik. Tidak ada terlibat Dr. Somvir dibalik semua yang dituduhkan. Termasuk, kami juga membawa bukti rekaman video dan foto,” ungkapnya.



SINGARAJA-Kasus dugaan eksploitasi anak dibawah umur untuk kepentingan politik dengan terlapor Anggota DPRD Bali Dr Somvir berlanjut.

Setelah sebelumnya, politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) memenuhi panggilan ke Unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Buleleng.

Terbaru, praktisi yoga ini, Rabu sore (7/10) sekitar pukul 17.00 WITA kembali mendatangi kantor polisi.

Bedanya, kedatangan Somvir bukan untuk diperiksa. Melainkan ia datang untuk melakukan pelaporan balik atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Made Sudiari (pelapor dalam kasus dugaan eksploitasi anak dibawah umur) yang ditujukan kepada dirinya.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, Somvir datang ke Mapolres Buleleng dengan didampingi Ketua Badan Advokasi Hukum Partai Nasdem (Bahu) Provinsi Bali I Wayan Karta.

Seperti biasa, dengan mengenakan baju kemeja warna biru, usai turun dari mobil, Somvir langsung menuju ruang SPKT dan kemudian membuat laporan di ruang Unit Reskrim Polres Buleleng.

Baca Juga:  Dor…Dor…Nekat Melawan saat Ditangkap, Residivis Tumbang Berdarah-darah

Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasdem Provinsi Bali I Wayan Karta ditemui disela laporan, mengatakan, kedatangannya bersama kader Partai NasDem (Dr Somvir) ke Polres Buleleng yakni untuk melaporkan balik Made Sudiari (DUMAS Nomor : STP/260/X/2020/Reskrim) atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 310 KUHP.

“Saya dapat perintah dari partai. Jadi tujuan kami tidak ada niat untuk memenjarakan ibu Made Sudiari. Namun kami datang untuk mencari siapa dalang dibalik semua ini,” ungkapnya.

Pasalnya, Karta menyebut, apa yang selama ini dituduhkan kepada Dr. Somvir tidaklah benar.

“Apalagi yang dituduhkan menggunakan anak dibawah umur untuk kegiatan politik. Sehingga kami patut melakukan klarifikasi,”imbuhnya.

Bahkan menurut Kerta, sejatinya kasus (dugaan tindak pidana eksploitasi anak dibawah umur untuk kepentingan politik) ini terjadi saat pemilihan umum legislatif 2019 lalu dan sudah tuntas perkara.  

Baca Juga:  Pelaku Masih Misterius, Polisi Tunggu Hasil Labfor dan Lacak HP Korban

Selain itu, kasus yang ditujukan kepada Somvir ini juga diakui sudah pernah dilaporkan oleh LSM Forum Peduli Masyarakat Kecil (FMK) Buleleng ke Bawaslu Buleleng.

Namun setelah digelar sidang, Dr. Somvir tidak terbukti melakukan pelanggaran money politik.

“Bahkan karena tidak puas, kasus ini juga pernah dilaporkan ke Bawaslu Bali. Sayangnya Dr. Somvir lagi menang dan tidak terbukti melakukan pelanggaran politik. Jadi sekali lagi, intinya ini kasus lama tahun 2019 dan sudah tutup. Kok malah muncul lagi?,” ujar Karta dengan nada heran.

Untuk itu, dengan adanya pelaporan balik ini, Karta kembali menegaskan bahwa pelaporan terhadap Sudiari lebih untuk membuka dalang dibalik kasus ini.

“Kami akan menunjukkan barang bukti yang sebenarnya ke penyidik. Tidak ada terlibat Dr. Somvir dibalik semua yang dituduhkan. Termasuk, kami juga membawa bukti rekaman video dan foto,” ungkapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/