alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Mabuk, Palak Warung Jamu dan Hendak Curi Motor, Pemuda Diikat Warga

DENPASAR-Diduga karena ulahnya yang mabuk dan palak pemilik warung jamu tradisional, seorang pemuda bernama Andika diamankan warga, pada Kamis (7/11).

 

Bahkan, warga terpaksa  mengikat pemuda yang belakangan diketahui asal Banyuwangi, Jawa Timur  itu di sebuah pohon karena berusaha kabur.

 

 

Made Raton yang merupakan salah seorang warga  Banjar Pitik, Pedungan, Denpasar Selatan ditemui di lokasi kejadian membenarkan kejadian itu.

 

Dijelaskanya, sebelum akhirnya diikat dibawah pohon, warga sebenarnya sempat melepas Andika.

 

Sayangnya, saat diberikan kesempatan dengan dilepas, Andika justru malah hendak melakukan aksi kejahatan lain dengan cara kabur dan membawa motor orang lain.

 

 “Dia mabuk kemudian hendak curi motor orang juga,” terang Raton

Baca Juga:  NGERI! Jambret Kalung Warga di Siang Bolong, Pelaku Diamuk Massa

 

Warga yang tanggap dengan ulah Andika langsung kembali berusaha mengamankan Andika yang ketika itu hendak kabur dengan membawa sepeda motor merek Honda Grand milik orang lain.

 

Selanjutnya, usai tertangkap lagi, Andika diikat kembali di tiang bale banjar

 

 

Sementara itu, senada dengan Raton, salah seorang pecalang bernama Made Pindah menambahkan, bahwa pelaku ini terpaksa diikat oleh pemuda di tiang banjar saat mendapatkan pelaku mabuk dan akan mencuri sepeda motor untuk kabur.

 

 “Awalnya pelaku datang bersama dua temannya dengan berboncengan sepeda motor. Mereka bikin ribut sehingga diamankan warga. Karena mau kabur akhirnya oleh anak-anak muda diikat di bale banjar,” terang Made Pindah. 

Baca Juga:  Selain Malu Hamil, ART Pembuang Bayi juga Ngaku Takut Diusir Majikan

 

Mengetahui pelaku diikat, Made pindah kemudian meminta anak-anak muda untuk tidak menganiaya pelaku. Selanjutnya Made Pindah menghubungi anggota Polmas untuk mengamankan pelaku.

 

“Dia memang dalam keadaan mabuk, ketika saya tanya alamat tinggalnya di Denpasar dia menjawab ngasal Dia diikat dari Jam 2 sampai jam 6 (Kamis, 7/11) pagi,” beber Made Pindah.

 

Meski sempat diikat hamper selama empat jam, pelaku akhirnya dibebaskan setelah ada seorang yang mengaku berasal dari Banyuwangi menjamin pelaku.

 

Kasus ini pun tidak dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan



DENPASAR-Diduga karena ulahnya yang mabuk dan palak pemilik warung jamu tradisional, seorang pemuda bernama Andika diamankan warga, pada Kamis (7/11).

 

Bahkan, warga terpaksa  mengikat pemuda yang belakangan diketahui asal Banyuwangi, Jawa Timur  itu di sebuah pohon karena berusaha kabur.

 

 

Made Raton yang merupakan salah seorang warga  Banjar Pitik, Pedungan, Denpasar Selatan ditemui di lokasi kejadian membenarkan kejadian itu.

 

Dijelaskanya, sebelum akhirnya diikat dibawah pohon, warga sebenarnya sempat melepas Andika.

 

Sayangnya, saat diberikan kesempatan dengan dilepas, Andika justru malah hendak melakukan aksi kejahatan lain dengan cara kabur dan membawa motor orang lain.

 

 “Dia mabuk kemudian hendak curi motor orang juga,” terang Raton

Baca Juga:  Kasek SMA Pariwisata Jadi TSK Penganiayaan, PGRI Klungkung Kaget

 

Warga yang tanggap dengan ulah Andika langsung kembali berusaha mengamankan Andika yang ketika itu hendak kabur dengan membawa sepeda motor merek Honda Grand milik orang lain.

 

Selanjutnya, usai tertangkap lagi, Andika diikat kembali di tiang bale banjar

 

 

Sementara itu, senada dengan Raton, salah seorang pecalang bernama Made Pindah menambahkan, bahwa pelaku ini terpaksa diikat oleh pemuda di tiang banjar saat mendapatkan pelaku mabuk dan akan mencuri sepeda motor untuk kabur.

 

 “Awalnya pelaku datang bersama dua temannya dengan berboncengan sepeda motor. Mereka bikin ribut sehingga diamankan warga. Karena mau kabur akhirnya oleh anak-anak muda diikat di bale banjar,” terang Made Pindah. 

Baca Juga:  Terungkap, Korbannya Pria Asal Lombok Tengah

 

Mengetahui pelaku diikat, Made pindah kemudian meminta anak-anak muda untuk tidak menganiaya pelaku. Selanjutnya Made Pindah menghubungi anggota Polmas untuk mengamankan pelaku.

 

“Dia memang dalam keadaan mabuk, ketika saya tanya alamat tinggalnya di Denpasar dia menjawab ngasal Dia diikat dari Jam 2 sampai jam 6 (Kamis, 7/11) pagi,” beber Made Pindah.

 

Meski sempat diikat hamper selama empat jam, pelaku akhirnya dibebaskan setelah ada seorang yang mengaku berasal dari Banyuwangi menjamin pelaku.

 

Kasus ini pun tidak dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/