alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Duh, Dipicu Saling Pandang, Warga Tanjung Benoa Nyaris Bentrok

DENPASAR – Warga Tanjung Benoa, Nusa Dua, kembali dikejutkan dengan nyaris terjadinya aksi bentrok antara sesama warga Selasa (5/12) lalu sekitar pukul 08.10.

Yang menarik, kejadian ini masih mengisahkan banyak tanya terkait motif keributan yang sebenarnya.

Berdasar informasi, kejadian bermula ketika Nyoman Wenten alias Nyoman Susah, 45, warga jalan Taman Sari, Banjar Anyar, Desa Adat Tanjung Benoa,

lewat di depan rumah Wayan Ranten, 65, di Jalan Taman Sari Banjar Purwa Santhi, Desa Adat Tanjung Benoa, sekitar pukul 08.00.

Ranten saat itu sedang menyapu di jalan depan rumahnya. “Karena yang bersangkutan mempelototi Wenten, akhirnya ia turun dari mobil, dan menghampiri Ranten.

Baca Juga:  Aksi Keprok Kaca Bikin Waswas, Korbannya Pengunjung Resto di Jimbaran

Terjadilah adu mulut antara mereka berdua. Ranten masuk ke dalam rumah mengambil kapak dan mengancam mau main tebas,” ungkap sumber di Polsek Kuta Selatan, kemarin.

Karena ketakutan, Wenten lalu kabur lalu menyampaikan masalah tersebut ke orang tuanya. “Yang menjadi gaduh, ternyata beberapa menit kemudian Wenten

bersama sang ayah Wayan Sar, 65; Made Jengki, 55, pemangku Pura Batu Belig, dan keluarganya yang mencapai sekitar 50 orang mendatangi rumah Wayan Ranten. Mendapat laporan ini kami langsung terjun ke TKP,” bebernya.

Di sana, rumah Ranten sudah di kepung dan ia sementara memegang kapak. Beruntung aparat cepat datang dan mengerem kejadian tersebut.

Kapolsek kuta Selatan Kompol I Nengah Patrem mengakui insiden terjadi murni karena salah paham. Sementara Kasubaghumas Polresta Denpasar AKP Sugriwo mengaku kasus ini telah dimediasi di Polsek setempat. “Motif diduga salah paham dan sudah damai kok,” tuturnya.

Baca Juga:  [Terungkap] Sebelum Tewas di Kolam Renang, Korban Sempat Pesta Arak


DENPASAR – Warga Tanjung Benoa, Nusa Dua, kembali dikejutkan dengan nyaris terjadinya aksi bentrok antara sesama warga Selasa (5/12) lalu sekitar pukul 08.10.

Yang menarik, kejadian ini masih mengisahkan banyak tanya terkait motif keributan yang sebenarnya.

Berdasar informasi, kejadian bermula ketika Nyoman Wenten alias Nyoman Susah, 45, warga jalan Taman Sari, Banjar Anyar, Desa Adat Tanjung Benoa,

lewat di depan rumah Wayan Ranten, 65, di Jalan Taman Sari Banjar Purwa Santhi, Desa Adat Tanjung Benoa, sekitar pukul 08.00.

Ranten saat itu sedang menyapu di jalan depan rumahnya. “Karena yang bersangkutan mempelototi Wenten, akhirnya ia turun dari mobil, dan menghampiri Ranten.

Baca Juga:  Bule Rusia DPO Interpol Kabur, Polisi Dikerahkan Kejar Sang Buron

Terjadilah adu mulut antara mereka berdua. Ranten masuk ke dalam rumah mengambil kapak dan mengancam mau main tebas,” ungkap sumber di Polsek Kuta Selatan, kemarin.

Karena ketakutan, Wenten lalu kabur lalu menyampaikan masalah tersebut ke orang tuanya. “Yang menjadi gaduh, ternyata beberapa menit kemudian Wenten

bersama sang ayah Wayan Sar, 65; Made Jengki, 55, pemangku Pura Batu Belig, dan keluarganya yang mencapai sekitar 50 orang mendatangi rumah Wayan Ranten. Mendapat laporan ini kami langsung terjun ke TKP,” bebernya.

Di sana, rumah Ranten sudah di kepung dan ia sementara memegang kapak. Beruntung aparat cepat datang dan mengerem kejadian tersebut.

Kapolsek kuta Selatan Kompol I Nengah Patrem mengakui insiden terjadi murni karena salah paham. Sementara Kasubaghumas Polresta Denpasar AKP Sugriwo mengaku kasus ini telah dimediasi di Polsek setempat. “Motif diduga salah paham dan sudah damai kok,” tuturnya.

Baca Juga:  Ternyata, Empat Buron Paling Banyak Menikmati Hasil Korupsi KUR

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/