alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Lebih Dari Tiga Pekan Polisi Masih Memble Ungkap Pembunuh Dwi Farica

DENPASAR – Lebih dari tiga pekan, Polresta Denpasar masih memble dalam mengungkap pelaku pembunuhan Dwi Farica Lestari. Perempuan 24 tahun itu sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah dan telanjang bulat di salah satu home stay di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan, Jumat, 15 Januari 2021 lalu.

Kendati demikian, polisi tetap berupaya memburu keberadaan pelaku. Sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku telah didatangi. Hasilnya masih nihil.

Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danujaya mengaku jika kejadian yang dialami wanita asal Subang, Jawa Barat itu masih terus didalami. 

“Sabar, ya, nanti kami sampaikan jika ada perkembangan terbaru,” terangnya, Senin (8/2).

Baca Juga:  Pengeroyok Satpam Tak Terima Ditegur setelah Serempet Wanita

Sementara itu, sebelumnya, Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi menjelaskan jika kasus pembunuhan itu sudah menjadi atensi khusus dari Polresta Denpasar. Bahkan kasus itu masuk dalam salah satu kasus menonjol yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

“Pimpinan (Kapolresta Denpasar) selalu menyebut ada dua kasus kriminalitas menonjol yang belum terungkap saat apel pagi. Salah satunya kasus pembunuhan itu,” kata Sukadi. 

Lalu, sebelumnya, pada Kamis (21/1) lalu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan jika ada beberapa fakta yang ditemukan di TKP. Salah satunya adalah ditemukannya kondom di kamar yang menjadi lokasi korban dihabisi. 

Kombes Jansen juga membenarkan jika korban juga diduga kuat terlibat dalam protitusi online. Dugaan itu diperkuat dengan adanya empat orang yang bertemu korban malam itu. Sedangkan orang kelima diduga kuat sebagai pelaku yang menghabisi nyawa korban. 

Baca Juga:  Menantu Durhaka, Nekat Ngaku Jadi Korban Rampok Untuk Kelabuhi Mertua

“Kami sudah ambil keterangan dari keempat orang itu,” ujarnya.

Selain itu, kepolisian juga memeriksa chat (percakapan) dari beberapa saksi dengan korban. Sementara HP korban sendiri tidak ditemukan di lokasi kejadian.

“Kita selalu bersama Polda untuk menekan kemungkinan protitusi online seperti ini,” tandas Jansen.



DENPASAR – Lebih dari tiga pekan, Polresta Denpasar masih memble dalam mengungkap pelaku pembunuhan Dwi Farica Lestari. Perempuan 24 tahun itu sebelumnya ditemukan tewas bersimbah darah dan telanjang bulat di salah satu home stay di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar Selatan, Jumat, 15 Januari 2021 lalu.

Kendati demikian, polisi tetap berupaya memburu keberadaan pelaku. Sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku telah didatangi. Hasilnya masih nihil.

Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Dewa Anom Danujaya mengaku jika kejadian yang dialami wanita asal Subang, Jawa Barat itu masih terus didalami. 

“Sabar, ya, nanti kami sampaikan jika ada perkembangan terbaru,” terangnya, Senin (8/2).

Baca Juga:  Parah, Hanya Enam WNA Pelaku Penipuan Online yang Berpaspor

Sementara itu, sebelumnya, Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi menjelaskan jika kasus pembunuhan itu sudah menjadi atensi khusus dari Polresta Denpasar. Bahkan kasus itu masuk dalam salah satu kasus menonjol yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

“Pimpinan (Kapolresta Denpasar) selalu menyebut ada dua kasus kriminalitas menonjol yang belum terungkap saat apel pagi. Salah satunya kasus pembunuhan itu,” kata Sukadi. 

Lalu, sebelumnya, pada Kamis (21/1) lalu, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan jika ada beberapa fakta yang ditemukan di TKP. Salah satunya adalah ditemukannya kondom di kamar yang menjadi lokasi korban dihabisi. 

Kombes Jansen juga membenarkan jika korban juga diduga kuat terlibat dalam protitusi online. Dugaan itu diperkuat dengan adanya empat orang yang bertemu korban malam itu. Sedangkan orang kelima diduga kuat sebagai pelaku yang menghabisi nyawa korban. 

Baca Juga:  Tak Sangka, Tega Bunuh Ayah Meski Dikenal Sebagai Anak Kesayangan

“Kami sudah ambil keterangan dari keempat orang itu,” ujarnya.

Selain itu, kepolisian juga memeriksa chat (percakapan) dari beberapa saksi dengan korban. Sementara HP korban sendiri tidak ditemukan di lokasi kejadian.

“Kita selalu bersama Polda untuk menekan kemungkinan protitusi online seperti ini,” tandas Jansen.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/