alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Terdakwa Pembunuh Teman Perempuan di Kuta Utara Ngaku Menyesal

DENPASAR– Usai dituntut hukuman pidana selama 15 tahun penjara, Terdakwa kasus pembunuhan terhadap teman perempuan hingga tewas, Oki Pemila alias Yunus, 32, terus berusaha membela diri.

Selain mengaku menyesali perbuatannya, Oki Pemila melalui pengacaranya, juga memohon kepada majelis hakim agar memberikan keringanan hukuman kepadanya.

Seperti terungkap saat sidang, Senin (8/3).

Melalui pengacaranya, Terdakwa Oki mengaku telah menyesali perbuatannya menikam kekasihnya, yakni Korban Elsabet hingga tewas.

“Terdakwa sudah menyesali perbuatannya dan mengakui kesalahannya,” ujar Anggota tim pengacara terdakwa Aji Silaban.

Menurut Aji, terdakwa berhak mendapat keringanan karena selama persidangan selalu kooperatif. Terdakwa juga bersikap sopan dan berterus terang. “Intinya kami mohon keringanan,” imbuh pengacara asal Medan itu.

Sementara itu, menanggapi pembelaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) AA Teja Buana tetap pada tuntutannya.

- Advertisement -

Menurut Gung Teja, perbuatan terdakwa asal Paberi Wai, Sumba Timur, itu dianggap terbukti bersalah melanggar Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan sebagaimana dakwaan primer. “Kami tetap pada tuntutan 15 tahun penjara,”tegas Gung Teja.

Tuntutan tersebut merupakan tuntutan maksimal.

Menurut Gung Teja, dalam persiangan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan dengan cara menikam perut pacarnya sendiri bernama Elsabet Adji dengan pisau dapur.

Baca Juga:  Miliki Puluhan Paket Sabu, Pria Bertato Dituntut 14 Tahun

Oki cemburu karena ada pria lain di dalam kamar Elsabet.

Akibat dihujam dengan pisau dapur, Korban Elsabet mengalami pendarahan hebat dan meregang nyawa

Pertimbangan yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan terdakwa menyebabkan korban kehilangan nyawa dan bisa meresahkan masyarakat. “Besok (Selasa (9/3) putusan, kita lihat saja putusan hakim,” tukasnya. 

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan yang dilakukan Terdakwa Oki terjadi pada 10 Agustus 2020 pukul 13.40 WITA di Jalan I Wayan Gentuh V, Dalung, Kuta Utara, Badung.

Sehari sebelum pembunuhan terjadi, Oki dari Nusa Dua menuju kos korban dengan mengendarai sepeda motor. Terdakwa tiba di kos korban sekitar Pukul 00.00 WITA.

Sesampainya di kamar kos korban, terdakwa mengetuk pintu kamar namun korban tidak membuka pintu kamar.

Saat itu terdakwa melihat sapu lidi di samping kamar kos korban. Terdakwa lantas melemparkan sapu ke dalam kamar melalui ventilasi udara.

Beberapa saat kemudian dari dalam kamar kos korban ada seorang kos laki-laki menyingkap gorden. Terdakwa pun terkejut.

Baca Juga:  Pemanjat Tiang dan penggulung Kabel Telkom Dituntut 10 Bulan

Spontan terdakwa marah pada korban. Namun, terdakwa tidak melakukan tindakan keributan.

Terdakwa pergi ke dapur umum kos-kosan dan mengambil pisau.

Kemudian pisau diselipkan di pinggang. Terdakwa selanjutnya kembali pulang ke bedeng di Perumahan Puri Gading Nusa Dua.

“Terdakwa yang cemburu berniat menusukkan pisau tersebut pada korban,” beber Gung Teja.

Keesokan harinya atau sekitar pukul 12.00 WITA, terdakwa dan korban saling berbalas pesan di messenger untuk bertemu.

Selanjutnya wanita muda ini mengiyakan. Namun korban tidak mau bertemu dengan terdakwa di kamar kos.

Singkat cerita, korban menunggu terdakwa di sebuah gang dekat kamar kos-kosan.

Namun, yang terjadi terdakwa langsung turun dari motor dan mendekati korban lalu menusukkan pisau ke bagian perut korban.

Usai menusuk korban, terdakwa langsung membuang pisau dan melarikan diri.

Korban berteriak meminta tolong. Warga pun berdatangan dan membawa korban ke RSUD Mangusada, Kapal, Mengwi, Badung.

Sayangnya, saat proses evakuasi, korban meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit akibat pendarahan.

- Advertisement -

DENPASAR– Usai dituntut hukuman pidana selama 15 tahun penjara, Terdakwa kasus pembunuhan terhadap teman perempuan hingga tewas, Oki Pemila alias Yunus, 32, terus berusaha membela diri.

Selain mengaku menyesali perbuatannya, Oki Pemila melalui pengacaranya, juga memohon kepada majelis hakim agar memberikan keringanan hukuman kepadanya.

Seperti terungkap saat sidang, Senin (8/3).

Melalui pengacaranya, Terdakwa Oki mengaku telah menyesali perbuatannya menikam kekasihnya, yakni Korban Elsabet hingga tewas.

“Terdakwa sudah menyesali perbuatannya dan mengakui kesalahannya,” ujar Anggota tim pengacara terdakwa Aji Silaban.

Menurut Aji, terdakwa berhak mendapat keringanan karena selama persidangan selalu kooperatif. Terdakwa juga bersikap sopan dan berterus terang. “Intinya kami mohon keringanan,” imbuh pengacara asal Medan itu.

Sementara itu, menanggapi pembelaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) AA Teja Buana tetap pada tuntutannya.

Menurut Gung Teja, perbuatan terdakwa asal Paberi Wai, Sumba Timur, itu dianggap terbukti bersalah melanggar Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan sebagaimana dakwaan primer. “Kami tetap pada tuntutan 15 tahun penjara,”tegas Gung Teja.

Tuntutan tersebut merupakan tuntutan maksimal.

Menurut Gung Teja, dalam persiangan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan dengan cara menikam perut pacarnya sendiri bernama Elsabet Adji dengan pisau dapur.

Baca Juga:  Nekat Selundupkan Sabu Lewat Anus, Warga Kepri Dituntut 15 Tahun

Oki cemburu karena ada pria lain di dalam kamar Elsabet.

Akibat dihujam dengan pisau dapur, Korban Elsabet mengalami pendarahan hebat dan meregang nyawa

Pertimbangan yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan terdakwa menyebabkan korban kehilangan nyawa dan bisa meresahkan masyarakat. “Besok (Selasa (9/3) putusan, kita lihat saja putusan hakim,” tukasnya. 

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan yang dilakukan Terdakwa Oki terjadi pada 10 Agustus 2020 pukul 13.40 WITA di Jalan I Wayan Gentuh V, Dalung, Kuta Utara, Badung.

Sehari sebelum pembunuhan terjadi, Oki dari Nusa Dua menuju kos korban dengan mengendarai sepeda motor. Terdakwa tiba di kos korban sekitar Pukul 00.00 WITA.

Sesampainya di kamar kos korban, terdakwa mengetuk pintu kamar namun korban tidak membuka pintu kamar.

Saat itu terdakwa melihat sapu lidi di samping kamar kos korban. Terdakwa lantas melemparkan sapu ke dalam kamar melalui ventilasi udara.

Beberapa saat kemudian dari dalam kamar kos korban ada seorang kos laki-laki menyingkap gorden. Terdakwa pun terkejut.

Baca Juga:  TERKUAK! Rumah Jero Jangol Jadi Sarang Narkoba Sejak Lama

Spontan terdakwa marah pada korban. Namun, terdakwa tidak melakukan tindakan keributan.

Terdakwa pergi ke dapur umum kos-kosan dan mengambil pisau.

Kemudian pisau diselipkan di pinggang. Terdakwa selanjutnya kembali pulang ke bedeng di Perumahan Puri Gading Nusa Dua.

“Terdakwa yang cemburu berniat menusukkan pisau tersebut pada korban,” beber Gung Teja.

Keesokan harinya atau sekitar pukul 12.00 WITA, terdakwa dan korban saling berbalas pesan di messenger untuk bertemu.

Selanjutnya wanita muda ini mengiyakan. Namun korban tidak mau bertemu dengan terdakwa di kamar kos.

Singkat cerita, korban menunggu terdakwa di sebuah gang dekat kamar kos-kosan.

Namun, yang terjadi terdakwa langsung turun dari motor dan mendekati korban lalu menusukkan pisau ke bagian perut korban.

Usai menusuk korban, terdakwa langsung membuang pisau dan melarikan diri.

Korban berteriak meminta tolong. Warga pun berdatangan dan membawa korban ke RSUD Mangusada, Kapal, Mengwi, Badung.

Sayangnya, saat proses evakuasi, korban meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit akibat pendarahan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/