alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Tertangkap Curi Emas, Kapolres Tabanan Pastikan Bripda PMRMK Dipecat

TABANAN- Usai ditangkap dan diserahkan warga ke Mapolres Tabanan karena mencuri perhiasan emas di Pasar Kediri, Tabanan, Bali, Bripda PMRMK, 23, oknum anggota Polres Tabanan langsung menjalani pemeriksaan dan penyidikan.

Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S Siregar saat dikonfirmasi di Mapolres Tabanan, Senin (8/3), menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa aksi pencurian emas yang dilakukan oknum anggotanya itu dilakukan karena pelaku berdalih terlilit hutang.

Akibat terbelit hutang, pelaku berdalih melakukan jalan pintas dan melakukan aksi pencurian di Toko Emas Cahaya Windu Sara, Pasar Kediri, Tabanan.

Sementara itu, terkait penindakan, perwira menengah dengan pangkat dua melati di pundak ini menegaskan, selain akan melakukan assessment, pihaknya juga memastikan jika atas tindakannya, oknum polisi berpangkat Bripda ini dipastikan dipecat dari kesatuan.

“Untuk sanksi terhadap tindak pidana yang dilakukan bersangkutan tentu setelah ada putusan pengadilan. Baru setelah itu nanti akan ada sanksi kode etik,”tegasnya.

Baca Juga:  BADAH! Ngaku Anak Jenderal, Briptu RCEN Mewek Didepan Penyidik Propam

Terkait sanksi etik, tanpa mendahului keputusan, kapolres memastikan jika Bripda PMRMK  dipecat. “Sanksi tegasnya pasti akan kami pecat, dan tentu kami tetap akan memproses secara pidananya,” tandasnya.

Bahkan, imbuhnya, terkait kasus pencurian emas yang menjerat oknum bintara tingkat satu ini, pihaknya juga berjanji akan transparan dan terbuka.

“Silahkan rekan-rekan media dan siapapun yang mencari informasinya kami akan terbuka. Sesuai program kapolri menuju Polri yang transformasi dan presisi. Kita akan proses tuntas oknum polisi ini dan saya pastikan,” sambungnya.

Seperti diketahui, kasus pencurian yang dilakukan Bripka PMRMK terjadi di toko Emas Cahaya Windu Sara.

Berawal dari pemilik toko yakni Saksi I Nyoman Sudiarta membuka toko emas miliknya sekitar pukul 08.00 WITA.

Saat menata perhiasan emas untuk dimasukan ke dalam etalase toko, tiba-tiba sekitar pukul 10.00 WITA, seorang pria dengan mengenakan jaket hitam dan celana biru pendek datang mendekati salah seoarang karyawan toko emas bernama Ni Putu Ayu Nita Sari.

Baca Juga:  Akibat Dianiaya Terduga Polisi, Korban Habis Rp100 Juta Untuk Operasi

Pelaku yang datang kemudian berpura-pura membeli emas dan bertanya kepada karyawan untuk melihat beberapa cincin emas anak-anak.

Pada saat karyawan toko mengeluarkan cincin emas anak-anak ke atas etalase.

Pelaku langsung mengambil perhiasan emas berupa tiga cincin emas anak-anak dengan berat 2 (dua) gram dan langsung kabur.

Mengetahui cincin emas dibawa kabur, karyawan toko emas spontan langsung berteriak “Maling..,maling…”

Mendengar teriakan saksi, pedang dan pembeli serta warga yang berada di Pasar Tabanan yang saat itu sedang dalam kondisi ramai langsung membantu saksi mengejar pelaku.

Hingga akhirnya pelaku tertangkap warga dan dibawa ke Mapolres Tabanan.

- Advertisement -

- Advertisement -

TABANAN- Usai ditangkap dan diserahkan warga ke Mapolres Tabanan karena mencuri perhiasan emas di Pasar Kediri, Tabanan, Bali, Bripda PMRMK, 23, oknum anggota Polres Tabanan langsung menjalani pemeriksaan dan penyidikan.

Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy P.S Siregar saat dikonfirmasi di Mapolres Tabanan, Senin (8/3), menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa aksi pencurian emas yang dilakukan oknum anggotanya itu dilakukan karena pelaku berdalih terlilit hutang.

Akibat terbelit hutang, pelaku berdalih melakukan jalan pintas dan melakukan aksi pencurian di Toko Emas Cahaya Windu Sara, Pasar Kediri, Tabanan.


Sementara itu, terkait penindakan, perwira menengah dengan pangkat dua melati di pundak ini menegaskan, selain akan melakukan assessment, pihaknya juga memastikan jika atas tindakannya, oknum polisi berpangkat Bripda ini dipastikan dipecat dari kesatuan.

“Untuk sanksi terhadap tindak pidana yang dilakukan bersangkutan tentu setelah ada putusan pengadilan. Baru setelah itu nanti akan ada sanksi kode etik,”tegasnya.

Baca Juga:  Aniaya Polisi, Oknum Polisi Diganjar 10 Bulan Penjara

Terkait sanksi etik, tanpa mendahului keputusan, kapolres memastikan jika Bripda PMRMK  dipecat. “Sanksi tegasnya pasti akan kami pecat, dan tentu kami tetap akan memproses secara pidananya,” tandasnya.

Bahkan, imbuhnya, terkait kasus pencurian emas yang menjerat oknum bintara tingkat satu ini, pihaknya juga berjanji akan transparan dan terbuka.

“Silahkan rekan-rekan media dan siapapun yang mencari informasinya kami akan terbuka. Sesuai program kapolri menuju Polri yang transformasi dan presisi. Kita akan proses tuntas oknum polisi ini dan saya pastikan,” sambungnya.

Seperti diketahui, kasus pencurian yang dilakukan Bripka PMRMK terjadi di toko Emas Cahaya Windu Sara.

Berawal dari pemilik toko yakni Saksi I Nyoman Sudiarta membuka toko emas miliknya sekitar pukul 08.00 WITA.

Saat menata perhiasan emas untuk dimasukan ke dalam etalase toko, tiba-tiba sekitar pukul 10.00 WITA, seorang pria dengan mengenakan jaket hitam dan celana biru pendek datang mendekati salah seoarang karyawan toko emas bernama Ni Putu Ayu Nita Sari.

Baca Juga:  Tak Hanya Rampas IPhone, Oknum Polisi Pemeras juga Ambil Uang Usai ML

Pelaku yang datang kemudian berpura-pura membeli emas dan bertanya kepada karyawan untuk melihat beberapa cincin emas anak-anak.

Pada saat karyawan toko mengeluarkan cincin emas anak-anak ke atas etalase.

Pelaku langsung mengambil perhiasan emas berupa tiga cincin emas anak-anak dengan berat 2 (dua) gram dan langsung kabur.

Mengetahui cincin emas dibawa kabur, karyawan toko emas spontan langsung berteriak “Maling..,maling…”

Mendengar teriakan saksi, pedang dan pembeli serta warga yang berada di Pasar Tabanan yang saat itu sedang dalam kondisi ramai langsung membantu saksi mengejar pelaku.

Hingga akhirnya pelaku tertangkap warga dan dibawa ke Mapolres Tabanan.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/