alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Hasil Mencuri Besi Dipakai Berjudi dan Biaya Hidup

Kadek Artawa, 43, punya banyak tanggungan. Dia harus menafkahi dua istri dan lima anaknya. Beban yang berat dengan pekerjaan hanya buruh serabutan membuat Kadek Artawa mengambil jalan pintas. Dia mencuri di 23 TKP.

 

Ternyata hasil dari mencuri besi yang dilakukan Kadek Artawa tidak seluruhnya untuk biaya hidup. Artawa juga menghabiskan uang hasil mencuri untuk berjudi.

 

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

 

PENGUNGKAPAN kasus pencurian meja besi tatakan untuk membuat sanggah di tempat penjualan sanggah sepanjang Jalan By Pass IB Mantra berawal dari laporan sejumlah pengusaha sanggah. Setidaknya ada 6 laporan yang masuk ke polisi.

 

Kapolres Gianyar, AKBP Bayu Sutha Sartana bersama Kapolsek Sukawati, Kompol Made Ariawan, menjelaskan, sejumlah pengusaha sanggah resah atas pencurian besi sanggah yang marak terjadi. Besi itu biasanya dipakai untuk melakukan pemotongan batu padas, yang dipakai untuk membuat sanggah,” ujarnya, Senin (7/3).

 

Pencurian ini sudah marak dua bulan terakhir. Atas laporan polisi, akhirnya terungkap bahwa pelakunya adalah Kadek Artawa, pria asal Banjar Gria, Desa Banyu Poh, Gerokgak, Buleleng. Dia kos di Jalan By Pass Nusa Dua, Kuta Selatan.

 

“Pelaku beraksi naik motor malam hari. Sekali beraksi, dia mengangkut satu sampai dua besi pakai motor,” jelas Kapolsek Sukawati, Kompol Ariawan.

Kadek Artawa pun ditankap Kamis (3/3) pukul 02.30.  Kepada polisi, Artawa mengaku telah melakukan pencurian besi tatakan untuk membuat sanggah di 23 TKP. Antara lain di wilayah Sukawati sebanyak 12, Blahbatuh 8 lokasi dan Kota Gianyar 3 lokasi.

 

Kepada polisi, pelaku mengaku mencuri seorang diri rentang waktu pukul 04.00-06.00 dengan mengendarai sepeda motor sewaan. Saat beraksi, pelaku memotong rantai pengaman mesin menggunakan gunting baja besar yang sudah disiapkan.

 

Selanjutnya meja tersebut diangkut oleh pelaku menggunakan sepeda motor yang di bawanya menuju pengepul di wilayah Nusa Dua.

 

Barang curian itu dijual kepada pengepul barang bekas. “Dari hasil penjualan barang – barang tersebut pelaku pergunakan untuk berjudi dan biaya hidup sehari-hari,” ungkapnya.

 

Turut disita, 17 meja pemotongan batu lahar terbuat dari besi, sebuah gunting besar pemotong rantai, sebuah gunting seng ukuran kecil.

 

Diamankan dua sepeda motor, dua Gerindra dan dua tabung gas. Juga diamankan jaket dan helem yang digunakan saat beraksi. 

 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. “Dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara,” pungkasnya. 



Kadek Artawa, 43, punya banyak tanggungan. Dia harus menafkahi dua istri dan lima anaknya. Beban yang berat dengan pekerjaan hanya buruh serabutan membuat Kadek Artawa mengambil jalan pintas. Dia mencuri di 23 TKP.

 

Ternyata hasil dari mencuri besi yang dilakukan Kadek Artawa tidak seluruhnya untuk biaya hidup. Artawa juga menghabiskan uang hasil mencuri untuk berjudi.

 

IB INDRA PRASETIA, Gianyar

 

PENGUNGKAPAN kasus pencurian meja besi tatakan untuk membuat sanggah di tempat penjualan sanggah sepanjang Jalan By Pass IB Mantra berawal dari laporan sejumlah pengusaha sanggah. Setidaknya ada 6 laporan yang masuk ke polisi.

 

Kapolres Gianyar, AKBP Bayu Sutha Sartana bersama Kapolsek Sukawati, Kompol Made Ariawan, menjelaskan, sejumlah pengusaha sanggah resah atas pencurian besi sanggah yang marak terjadi. Besi itu biasanya dipakai untuk melakukan pemotongan batu padas, yang dipakai untuk membuat sanggah,” ujarnya, Senin (7/3).

 

Pencurian ini sudah marak dua bulan terakhir. Atas laporan polisi, akhirnya terungkap bahwa pelakunya adalah Kadek Artawa, pria asal Banjar Gria, Desa Banyu Poh, Gerokgak, Buleleng. Dia kos di Jalan By Pass Nusa Dua, Kuta Selatan.

 

“Pelaku beraksi naik motor malam hari. Sekali beraksi, dia mengangkut satu sampai dua besi pakai motor,” jelas Kapolsek Sukawati, Kompol Ariawan.

Kadek Artawa pun ditankap Kamis (3/3) pukul 02.30.  Kepada polisi, Artawa mengaku telah melakukan pencurian besi tatakan untuk membuat sanggah di 23 TKP. Antara lain di wilayah Sukawati sebanyak 12, Blahbatuh 8 lokasi dan Kota Gianyar 3 lokasi.

 

Kepada polisi, pelaku mengaku mencuri seorang diri rentang waktu pukul 04.00-06.00 dengan mengendarai sepeda motor sewaan. Saat beraksi, pelaku memotong rantai pengaman mesin menggunakan gunting baja besar yang sudah disiapkan.

 

Selanjutnya meja tersebut diangkut oleh pelaku menggunakan sepeda motor yang di bawanya menuju pengepul di wilayah Nusa Dua.

 

Barang curian itu dijual kepada pengepul barang bekas. “Dari hasil penjualan barang – barang tersebut pelaku pergunakan untuk berjudi dan biaya hidup sehari-hari,” ungkapnya.

 

Turut disita, 17 meja pemotongan batu lahar terbuat dari besi, sebuah gunting besar pemotong rantai, sebuah gunting seng ukuran kecil.

 

Diamankan dua sepeda motor, dua Gerindra dan dua tabung gas. Juga diamankan jaket dan helem yang digunakan saat beraksi. 

 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. “Dengan ancaman pidana tujuh tahun penjara,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/