alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Palsukan Putusan Pengadilan, Advokat Eko Sasi Kirono Akhirnya Dibui

SINGARAJA– Masih ingat dengan kasus pemalsuan putusan Pengadilan Negeri (PN) Singaraja? Pihak kepolisian akhirnya menjebloskan seorang oknum advokat ke sel tahanan.

Oknum tersebut diduga bertanggung jawab atas munculnya putusan palsu tersebut.

Oknum advokat itu adalah Eko Sasi Kirono, 33. Ia kini ditahan di Mapolsek Sukasada.

Oknum tersebut ditahan setelah polisi meningkatkan status kasus dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

KBO Reskrim Polres Buleleng AKP Suseno mengatakan, polisi sudah mendapat sejumlah bukti-bukti yang memperkuat kasus. Sehingga polisi memutuskan meningkatkan kasus menjadi penyidikan.

“Oknum pengacara yang dilaporkan ini juga sudah kami tahan. Dia kami tahan setelah dilakukan pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” kata Suseno saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng siang kemarin (8/4).

Suseno menjelaskan, oknum tersebut dengan sengaja memalsukan putusan gugatan perceraian di PN Singaraja. Sementara proses gugatan itu masih berproses di pengadilan.

Putusan palsu itu kemudian dijadikan dasar untuk memohon penertiban akta perceraian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Pihak catatan sipil kemudian menerbitkan akta perceraian yang berdiri di atas putusan palsu.

Baca Juga:  Satgas Cyber Crime Buru Otak WNA Penipuan Online Lintas Negara

“Dari keterangan yang bersangkutan, alasannya membuat putusan palsu itu ingin mempercepat proses (penerbitan akta perceraian) saja. Padahal kan sidang masih berjalan,” ungkapnya.

Dalam kasus tersebut, polisi telah menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari komputer yang digunakan untuk membuat putusan palsu, printer, kutipan akta perceraian, serta sejumlah dokumen lain.

Sayangnya polisi gagal mengamankan stempel palsu yang mengatasnamakan PN Singaraja, serta putusan yang diduga dipalsukan. Polisi hanya berhasil mengamankan nota pemesanan stempel palsu dan foto copy dari dokumen yang diduga dipalsukan.

“Stempel dan putusan yang dipalsukan itu sudah dihilangkan yang bersangkutan. Tentu dalam proses penyidikan ini, karena dia sudah menghilangkan bukti, akan ada pasal lain yang akan kami pakai,” tukas Suseno.

Untuk sementara tersangka Eko Sasi Kirono dijerat dengan pasal 264 KUHP subsider pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara.

Baca Juga:  Kebakaran Gudang Rongsokan Merembet ke Pelinggih, Ini Temuan Polisi

Selain itu polisi juga ancang-ancang memasang sanksi tambahan dalam pasal 216 KUHP dan pasal 221 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 9 bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri Singaraja melaporkan oknum pengacara Eko Sasi Kirono ke Polres Buleleng. Ia diduga melakukan pemalsuan dokumen salinan putusan pengadilan yang terkait dengan perkara perceraian. Bahkan saat ini telah terbit akta perkawinan yang mengacu salinan putusan palsu.

Humas PN Singaraja I Nyoman Dipa Rudiana mengatakan oknum itu diadukan ke polisi pada 23 Februari lalu lewat laporan polisi nomor LP-B/21/II/2021/BALI/RES BLL.

Kasus pemalsuan itu sebenarnya sudah terungkap sejak 29 Januari lalu. Pihak pengadilan mengaku sempat melakukan upaya persuasif dengan mengundang oknum tersebut ke pengadilan untuk memberikan klarifikasi.

Namun oknum tersebut tak kunjung memenuhi undangan. Sehingga pihak pengadilan memilih melaporkan kasus tersebut pada pihak kepolisian. 

SINGARAJA– Masih ingat dengan kasus pemalsuan putusan Pengadilan Negeri (PN) Singaraja? Pihak kepolisian akhirnya menjebloskan seorang oknum advokat ke sel tahanan.

Oknum tersebut diduga bertanggung jawab atas munculnya putusan palsu tersebut.

Oknum advokat itu adalah Eko Sasi Kirono, 33. Ia kini ditahan di Mapolsek Sukasada.

Oknum tersebut ditahan setelah polisi meningkatkan status kasus dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

KBO Reskrim Polres Buleleng AKP Suseno mengatakan, polisi sudah mendapat sejumlah bukti-bukti yang memperkuat kasus. Sehingga polisi memutuskan meningkatkan kasus menjadi penyidikan.

“Oknum pengacara yang dilaporkan ini juga sudah kami tahan. Dia kami tahan setelah dilakukan pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka,” kata Suseno saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng siang kemarin (8/4).

Suseno menjelaskan, oknum tersebut dengan sengaja memalsukan putusan gugatan perceraian di PN Singaraja. Sementara proses gugatan itu masih berproses di pengadilan.

Putusan palsu itu kemudian dijadikan dasar untuk memohon penertiban akta perceraian di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Pihak catatan sipil kemudian menerbitkan akta perceraian yang berdiri di atas putusan palsu.

Baca Juga:  Seorang Aussie Tewas, Satu Warga Lokal Luka-Luka Terseret Truk

“Dari keterangan yang bersangkutan, alasannya membuat putusan palsu itu ingin mempercepat proses (penerbitan akta perceraian) saja. Padahal kan sidang masih berjalan,” ungkapnya.

Dalam kasus tersebut, polisi telah menyita sejumlah barang bukti. Mulai dari komputer yang digunakan untuk membuat putusan palsu, printer, kutipan akta perceraian, serta sejumlah dokumen lain.

Sayangnya polisi gagal mengamankan stempel palsu yang mengatasnamakan PN Singaraja, serta putusan yang diduga dipalsukan. Polisi hanya berhasil mengamankan nota pemesanan stempel palsu dan foto copy dari dokumen yang diduga dipalsukan.

“Stempel dan putusan yang dipalsukan itu sudah dihilangkan yang bersangkutan. Tentu dalam proses penyidikan ini, karena dia sudah menghilangkan bukti, akan ada pasal lain yang akan kami pakai,” tukas Suseno.

Untuk sementara tersangka Eko Sasi Kirono dijerat dengan pasal 264 KUHP subsider pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara.

Baca Juga:  Polisi Obok-obok 6 Tempat Karaoke di Dua Kab/Kota, Ini Temuan di TKP

Selain itu polisi juga ancang-ancang memasang sanksi tambahan dalam pasal 216 KUHP dan pasal 221 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 9 bulan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri Singaraja melaporkan oknum pengacara Eko Sasi Kirono ke Polres Buleleng. Ia diduga melakukan pemalsuan dokumen salinan putusan pengadilan yang terkait dengan perkara perceraian. Bahkan saat ini telah terbit akta perkawinan yang mengacu salinan putusan palsu.

Humas PN Singaraja I Nyoman Dipa Rudiana mengatakan oknum itu diadukan ke polisi pada 23 Februari lalu lewat laporan polisi nomor LP-B/21/II/2021/BALI/RES BLL.

Kasus pemalsuan itu sebenarnya sudah terungkap sejak 29 Januari lalu. Pihak pengadilan mengaku sempat melakukan upaya persuasif dengan mengundang oknum tersebut ke pengadilan untuk memberikan klarifikasi.

Namun oknum tersebut tak kunjung memenuhi undangan. Sehingga pihak pengadilan memilih melaporkan kasus tersebut pada pihak kepolisian. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/