alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Frustasi karena Sakit Asma Menahun, Pedagang Canang Nekat Gantung Diri

AMLAPURA-Kasus bunuh diri kembali terjadi di Gumi Lahar, Karangasem, Jumat (8/5).

 

Kali ini, di tengah wabah pandemi Covid-19, warga kembali dihebohkan dengan tewasnya Ni Ketut Bunter.

 

Perempuan berusia 64 tahun, warga di Desa Abang Kelod, Karangasem nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di halaman belakang rumahnya.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hingga kasus ulah pati ini terungkap berawal dari

Adik sepupu korban.

 

Saat itu, saksi mengaku akan mengambil sepeda motor di belakang rumah sekitar pukul 05.00 Wita.

 

 “Saksi rencananya mau ambil sepeda motor karena akan berangkat ke pasar. Namun saat ke belakang rumah, dia mendapati korban sudah tergantung,”terang I Gede Pasek salah satu kerabat korban saat ditemui di TKP.

 

Kata Pasek, saat ditemukan pertama kali, korban sudah ditemukan sudah dalam posisi gantung diri di belakang rumahnya dengan menggunakan seutas tali plastik warna biru.

Baca Juga:  Enggan Tegur Nenek, Mendadak Mahasiswa Stikom Ditemukan Bunuh Diri

 

 

Mendapati korban gantung diri, saksi kemudian memanggil kerabat lain untuk meminta bantuan menurunkan korban yang diketahui sudah meninggal dunia.

 

Selanjutnya, dengan disaksikan Perbekel Abang I Nyoman Sutirtayasa, Kadus Abang Kelod Wayan Suastika, dan petugas Polsek Abang, jasad korban langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Abang I.

 

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada jasad korban dan petugas menyatakan bahwa korban murni meninggal karena gantung diri. Sehingga keluarga sepakat agar mendiang tidak diotopsi dan mengihklaskan kepergian korban sebagai musibah,”imbuh Pasek.

 

Sementara itu, masih terkait dengan tewasnya korban, Pasek mengatakan jika pihak keluarga tak pernah menyangka jika korban akan melakukan aksi senekat itu (gantung diri).

 

Pasalnya, sebelum ditemukan bunuh diri, tidak ada gelagat mencurigakan dari perempuan yang semasa hidupnya berjualan canang dan porosan atau bahan upacara ini

Baca Juga:  Cari Duit Haram Lewat Narkoba, Trio Penjual Mashroom Divonis Tinggi

 

“Memang kami semua tak pernah menyangka akan kejadian seperti ini. Memang selama ini dia (korban) sudah cukup lama menderita sakit asma dan herves” ujarnya.

 

Bahkan soal sakit yang diderita korban, Pasek mengatakan jika keluarda dan korban semasa hidup sudah beberapa kali berusaha untuk berobat namun tidak juga kunjung sembuh.

 

“Kalau berobat kami sering mengajak korban. Terakhir Sabtu (2/5) juga berobat. Namun sakitnya tidak kunjung sembuh.,” imbuhnya.

 

Diduga karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh itulah, kata Pasek, korban frustasi dan memilih jalan pintas mengakhiri hidup.

 

“Untuk jenasah sendiri sementara disemayamkan di rumah duka sambil menunggu rembuk keluarga untuk waktu penguburan,”tukas Pasek.

 



AMLAPURA-Kasus bunuh diri kembali terjadi di Gumi Lahar, Karangasem, Jumat (8/5).

 

Kali ini, di tengah wabah pandemi Covid-19, warga kembali dihebohkan dengan tewasnya Ni Ketut Bunter.

 

Perempuan berusia 64 tahun, warga di Desa Abang Kelod, Karangasem nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di halaman belakang rumahnya.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hingga kasus ulah pati ini terungkap berawal dari

Adik sepupu korban.

 

Saat itu, saksi mengaku akan mengambil sepeda motor di belakang rumah sekitar pukul 05.00 Wita.

 

 “Saksi rencananya mau ambil sepeda motor karena akan berangkat ke pasar. Namun saat ke belakang rumah, dia mendapati korban sudah tergantung,”terang I Gede Pasek salah satu kerabat korban saat ditemui di TKP.

 

Kata Pasek, saat ditemukan pertama kali, korban sudah ditemukan sudah dalam posisi gantung diri di belakang rumahnya dengan menggunakan seutas tali plastik warna biru.

Baca Juga:  Lihat Suami Gantung Diri di Pohon Rambutan, Paing Shock Berat

 

 

Mendapati korban gantung diri, saksi kemudian memanggil kerabat lain untuk meminta bantuan menurunkan korban yang diketahui sudah meninggal dunia.

 

Selanjutnya, dengan disaksikan Perbekel Abang I Nyoman Sutirtayasa, Kadus Abang Kelod Wayan Suastika, dan petugas Polsek Abang, jasad korban langsung dilakukan pemeriksaan oleh petugas Puskesmas Abang I.

 

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada jasad korban dan petugas menyatakan bahwa korban murni meninggal karena gantung diri. Sehingga keluarga sepakat agar mendiang tidak diotopsi dan mengihklaskan kepergian korban sebagai musibah,”imbuh Pasek.

 

Sementara itu, masih terkait dengan tewasnya korban, Pasek mengatakan jika pihak keluarga tak pernah menyangka jika korban akan melakukan aksi senekat itu (gantung diri).

 

Pasalnya, sebelum ditemukan bunuh diri, tidak ada gelagat mencurigakan dari perempuan yang semasa hidupnya berjualan canang dan porosan atau bahan upacara ini

Baca Juga:  Duh Gustiā€¦Buka Warung Pagi Buta, Kaget Temukan Mayat Tergelantung

 

“Memang kami semua tak pernah menyangka akan kejadian seperti ini. Memang selama ini dia (korban) sudah cukup lama menderita sakit asma dan herves” ujarnya.

 

Bahkan soal sakit yang diderita korban, Pasek mengatakan jika keluarda dan korban semasa hidup sudah beberapa kali berusaha untuk berobat namun tidak juga kunjung sembuh.

 

“Kalau berobat kami sering mengajak korban. Terakhir Sabtu (2/5) juga berobat. Namun sakitnya tidak kunjung sembuh.,” imbuhnya.

 

Diduga karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh itulah, kata Pasek, korban frustasi dan memilih jalan pintas mengakhiri hidup.

 

“Untuk jenasah sendiri sementara disemayamkan di rumah duka sambil menunggu rembuk keluarga untuk waktu penguburan,”tukas Pasek.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/