alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Toko Tas Warga Akah Klungkung Dibobol Maling,Korban Rugi Jutaan Rupiah

SEMARAPURA – Toko tas milik I Kadek Sudanta, 34 di Banjar Gingsir, Desa Akah, Kecamatan Klungkung di bobol maling kemarin dini hari.

Maling masuk dengan cara mencongkel gembok pintu toko dan mengambil sejumlah tas kulit yang ada di toko dengan perkiraan kerugian mencapai jutaan rupiah.

Kapolsek Klungkung Kompol I Nyoman Suparta mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui Ni Nengah Rati, 50, yang saat itu sedang menyapu di depan toko korban.

Saat sedang menyapu, Rati melihat pintu toko korban dalam keadaan terbuka dan lampu di dalam toko menyala.

“Karena mengira korban berada di dalam toko, saksi lalu memanggil-manggil korban karena saksi mengira korban berada di dalam toko,” ujarnya.

Baca Juga:  Curi Pistol dan HP Anggota Polda Bali, Oknum Ojol Ungkap Fakta Baru

Karena beberapa kali dipanggil tidak ada jawaban, akhirnya Rati memanggil I Nyoman Kendra, 53 untuk bersama-sama memastikan kondisi toko.

Beberapa saat kemudian, korban pun datang dan segera para saksi menanyakan terkait kondisi pintu toko yang terbuka.

“Korban yang melihat gembok pintu toko sudah tidak ada, langsung masuk ke dalam toko untuk memastikan kondisi toko,” katanya.

Benar saja, dilihatnya tumpukan berbagai tas kulit yang ditutupi dengan spanduk dalam keadaan terbuka. Saat diperhatikan, jumlah tas kulit yang sebelumnya ditutup spanduk itu berkurang.

Meski belum diketahui secara pasti jumlah tas kulit yang hilang. “Adapun kerugian yang dialami korban diperkirakan berkisar Rp 5 juta. Kasus ini masih kami lidik,” tandasnya.

Baca Juga:  Lagi! KPK Panggil Pejabat Teras di Pemkab Tabanan dan Kemenkeu


SEMARAPURA – Toko tas milik I Kadek Sudanta, 34 di Banjar Gingsir, Desa Akah, Kecamatan Klungkung di bobol maling kemarin dini hari.

Maling masuk dengan cara mencongkel gembok pintu toko dan mengambil sejumlah tas kulit yang ada di toko dengan perkiraan kerugian mencapai jutaan rupiah.

Kapolsek Klungkung Kompol I Nyoman Suparta mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui Ni Nengah Rati, 50, yang saat itu sedang menyapu di depan toko korban.

Saat sedang menyapu, Rati melihat pintu toko korban dalam keadaan terbuka dan lampu di dalam toko menyala.

“Karena mengira korban berada di dalam toko, saksi lalu memanggil-manggil korban karena saksi mengira korban berada di dalam toko,” ujarnya.

Baca Juga:  Nasib Ratusan Eks Pengungsi Timtim di Sumberklampok Tergantung KLHK

Karena beberapa kali dipanggil tidak ada jawaban, akhirnya Rati memanggil I Nyoman Kendra, 53 untuk bersama-sama memastikan kondisi toko.

Beberapa saat kemudian, korban pun datang dan segera para saksi menanyakan terkait kondisi pintu toko yang terbuka.

“Korban yang melihat gembok pintu toko sudah tidak ada, langsung masuk ke dalam toko untuk memastikan kondisi toko,” katanya.

Benar saja, dilihatnya tumpukan berbagai tas kulit yang ditutupi dengan spanduk dalam keadaan terbuka. Saat diperhatikan, jumlah tas kulit yang sebelumnya ditutup spanduk itu berkurang.

Meski belum diketahui secara pasti jumlah tas kulit yang hilang. “Adapun kerugian yang dialami korban diperkirakan berkisar Rp 5 juta. Kasus ini masih kami lidik,” tandasnya.

Baca Juga:  Sebut Desa Adat Gelgel Pengecut, Eks Warga Dipolisikan Bendesa Adat

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/