alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Virgine Ngaku Lihat Ibu Bawa Pria ke Rumah dan Sekamar sampai 5 Hari

DENPASAR – Meski perkara dugaan perzinaan antara seorang istri bernama Meivi Marce Margaritha Powa, 45, dengan seorang pengacara berinisial ARMB telah dihentikan Polres Badung, persoalan Meivi Marce dengan suaminya yang warga Malaysia bernama Ng Boon Kwee, 68, malah meruncing.

Virgine, anak kandung Meivi Marce Margaritha Powa dengan suami terdahulu malah ikut angkat bicara. Bukannya membela ibu kandungnya, dia justru terkesan menyudutkan sangat ibu, dan membela sang ayah tiri, Ng Boon Kwee. Salah satunya Virgine mengaku sempat melihat sang ibu membawa pria lain ke rumah, kemudian pria tersebut tinggal sekamar dengan ibundanya hingga lima hari.

Sebelumnya Virgine membantah sejumlah pernyataan ibu kandungnya yang tidak berselingkuh atau berzina dengan pengacara ARMB. Dia justru menyebut sering melihat sang ibu bertingkah tidak wajar ketika bersama ARMB.

Salah satunya saat pesta hellowen sekitar 2021 lalu. Virgine mengaku diajak oleh sang ibu untuk menikmati pesta hellowen. Saat itu, tiba-tiba sang ibu mengajak teman prianya yang merupakan pengacara berinisial ARMB. Sang ibu mengaku bahwa hubungan mereka hanya sebatas pertemanan. Namun beberapa kali ketemu, Virgine mulai curiga karena melihat hal-hal yang tak lazim ditunjukan oleh oknum pengacara itu dengan ibunya.

“Saat itu saya baru tahu si pengacara ini. Tapi awalnya saya berpikir mungkin teman biasa. Tapi lama-lama saya melihat tingkah keduanya seperti apa. Jadi saya berpikir mereka sudah lebih dan tidak mungkin sebatas teman. Bahkan saya pernah diajak berkaraoke, di sana mereka bermesraan. Di mobil juga pernah, sebelum turun dari mobil, mama cium dulu (oknum pengacara),” papar Virgine ditemui di Denpasar Rabu (4/5/2022).

Virgine mengaku harus berbicara untuk meluruskan semua fakta yang ada. Sebelum kasus ini terjadi, lanjut dia, sejak dahulu sang ibu memang kerap main serong. Virgine mengaku kerap melihat sang ibu bertemu dengan pria lain.

Baca Juga:  Ada Chat Sayang dengan Selingkuhan, Pegawai Lapas akan Dilaporkan ke Kanwil

“Saya juga sering bertemu tanpa sengaja. Itu bukan cuma sekali. Di Jakarta pernah, di Bali dan juga di Manado. Saat saya melapor ke daddy, saya malah disalahkan sama mama. Diputarbalikkan semua ceritanya. Mama kalau salah tidak pernah minta maaf,” urainya.

“Saya merasa lucu. Mama bilang daddy main perempuan. Malah sebaliknya. Setiap kali mama punya selingkuhan saya sering melihat,” imbuhnya.

Yang mencengangkan lagi, menurut cerita Virgine, setelah digerebek dengan oknum pengacara ARMB, sang ibu juga malah membawa pria lain ke rumah mereka. Pria itu bahkan menginap dan tidur sekamar dengan sang ibu selama kurang lebih lima hari di rumah tersebut.

Virgine mengaku harus membeberkan semua apa yang diketahuinya itu agar baik sang ibu mau pun ayah tirinya bisa mendapatkan jalan terbaik dari masalah ini. Dia ingin keluarganya harmonis kembali.

“Saya ingin semuanya baik lagi. Karena baru di keluarga ini saya merasakan keluarga yang utuh. Kalau pun meski berujung cerai, saya ingin hak asuh dan saya serta adik-adik saya diasuh Dady. Meski saya anak tirinya, saya merasakan saya diperlakukan seperti anak kandung,” ungkapnya.

Sekadar diketahui dalam berita sebelumnya, Meivi menanggapi pernyataan sang suami Ng Boon Kwee, terkait dugaan perzinaan. Dikatakan, sang suami harus mengurai pokok permasalah, mulai dari awal kejadian. Jangan mulai dari pertengahan hingga akhir.

“Sebenarnya saya diusir keluar dari rumah ada faktornya.Jadi, ini sebenarnya masalah hak asuh anak. Juga saya diusir dari rumah karena ada wanita idaman lain yang mau dibawa masuk ke rumah,” katanya.

Dijelaskan, aksi pengusiran itu buntut dari percecokan mulut yang acap kali terjadi. Katanya, beberapa dari sebelumnya ia memindahkan deposit milik Meivi. Setelah itu, lelaki ini meminta agar istrinya menandatangani surat dari notaris tekait hak asuh 3 anak, juga rumah atas nama Mevi di Denpasar Selatan agar beralih nama.

Baca Juga:  Istri yang Dituduh Zina dengan Pengacara Beberkan Keburukan Suami

“Saya sudah tahu. Tentunya dia mau mangantikan posisi saya dengan wanita idaman lain di rumah,” jelasnya.

Lantaran selalu ditolak permintaan itu, kata Meivi, lelaki sapaan Daniel ini naik pitam dan mengusirnya. Meivi tak menapik bahwa ia dua malam tidak di rumah. Malam pertama ia memilih tidur di mobil. Lalu keesokannya dia menghubungi oknum pengacara ARMB yang dikenalnya sejak Oktober 2021.

“Dalam percakapan dengan ARMB, saya ceritakan permaslaah ini. Saya bilang, semalan tidur di mobil. Saya juga minta, boleh kah berkonsultasi dan menginap di rumah kamu,” beber Meivi.

Wanita ini pun tak menampik, bahkan secara blak-blakan mengatakan, sama sekali ia tidak pernah menyangkal karena dipergoki sedang berduaan di tempat lelaki lain.

“Saya salah ada di sana, tapi jangan pernah memaksa untuk mengakui sesuatu yang nggak benar. Saya memang di sana, tapi kita tidak berbuat seperti yang dikira,” kilahnya.

Saat polisi datang, aku Meivi, ARMB sudah tidur. Sementara dia duduk di kursi sambil chating dengan teman. Ia sempat membangunkan ARMB setelah mengetahui ada yang menggedor-gedor pintu.

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, baik seprei dan beberapa lainnya.

“Di sana tidak ada kondom. Buktinya visum dua kali loh, tapi tidak mengarah ke apa yang dituduh. Sentuhan tangan saja tidak,” aku Meivi.

Setelah melalui penyelidikan, Polres Badung menghentikan kasus dugaan perzinaan ini. Alasannya, tidak cukup bukti.

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR – Meski perkara dugaan perzinaan antara seorang istri bernama Meivi Marce Margaritha Powa, 45, dengan seorang pengacara berinisial ARMB telah dihentikan Polres Badung, persoalan Meivi Marce dengan suaminya yang warga Malaysia bernama Ng Boon Kwee, 68, malah meruncing.

Virgine, anak kandung Meivi Marce Margaritha Powa dengan suami terdahulu malah ikut angkat bicara. Bukannya membela ibu kandungnya, dia justru terkesan menyudutkan sangat ibu, dan membela sang ayah tiri, Ng Boon Kwee. Salah satunya Virgine mengaku sempat melihat sang ibu membawa pria lain ke rumah, kemudian pria tersebut tinggal sekamar dengan ibundanya hingga lima hari.

Sebelumnya Virgine membantah sejumlah pernyataan ibu kandungnya yang tidak berselingkuh atau berzina dengan pengacara ARMB. Dia justru menyebut sering melihat sang ibu bertingkah tidak wajar ketika bersama ARMB.


Salah satunya saat pesta hellowen sekitar 2021 lalu. Virgine mengaku diajak oleh sang ibu untuk menikmati pesta hellowen. Saat itu, tiba-tiba sang ibu mengajak teman prianya yang merupakan pengacara berinisial ARMB. Sang ibu mengaku bahwa hubungan mereka hanya sebatas pertemanan. Namun beberapa kali ketemu, Virgine mulai curiga karena melihat hal-hal yang tak lazim ditunjukan oleh oknum pengacara itu dengan ibunya.

“Saat itu saya baru tahu si pengacara ini. Tapi awalnya saya berpikir mungkin teman biasa. Tapi lama-lama saya melihat tingkah keduanya seperti apa. Jadi saya berpikir mereka sudah lebih dan tidak mungkin sebatas teman. Bahkan saya pernah diajak berkaraoke, di sana mereka bermesraan. Di mobil juga pernah, sebelum turun dari mobil, mama cium dulu (oknum pengacara),” papar Virgine ditemui di Denpasar Rabu (4/5/2022).

Virgine mengaku harus berbicara untuk meluruskan semua fakta yang ada. Sebelum kasus ini terjadi, lanjut dia, sejak dahulu sang ibu memang kerap main serong. Virgine mengaku kerap melihat sang ibu bertemu dengan pria lain.

Baca Juga:  Setelah Digerebek Sekamar dengan Pengacara di Vila, Istri Gugat Cerai

“Saya juga sering bertemu tanpa sengaja. Itu bukan cuma sekali. Di Jakarta pernah, di Bali dan juga di Manado. Saat saya melapor ke daddy, saya malah disalahkan sama mama. Diputarbalikkan semua ceritanya. Mama kalau salah tidak pernah minta maaf,” urainya.

“Saya merasa lucu. Mama bilang daddy main perempuan. Malah sebaliknya. Setiap kali mama punya selingkuhan saya sering melihat,” imbuhnya.

Yang mencengangkan lagi, menurut cerita Virgine, setelah digerebek dengan oknum pengacara ARMB, sang ibu juga malah membawa pria lain ke rumah mereka. Pria itu bahkan menginap dan tidur sekamar dengan sang ibu selama kurang lebih lima hari di rumah tersebut.

Virgine mengaku harus membeberkan semua apa yang diketahuinya itu agar baik sang ibu mau pun ayah tirinya bisa mendapatkan jalan terbaik dari masalah ini. Dia ingin keluarganya harmonis kembali.

“Saya ingin semuanya baik lagi. Karena baru di keluarga ini saya merasakan keluarga yang utuh. Kalau pun meski berujung cerai, saya ingin hak asuh dan saya serta adik-adik saya diasuh Dady. Meski saya anak tirinya, saya merasakan saya diperlakukan seperti anak kandung,” ungkapnya.

Sekadar diketahui dalam berita sebelumnya, Meivi menanggapi pernyataan sang suami Ng Boon Kwee, terkait dugaan perzinaan. Dikatakan, sang suami harus mengurai pokok permasalah, mulai dari awal kejadian. Jangan mulai dari pertengahan hingga akhir.

“Sebenarnya saya diusir keluar dari rumah ada faktornya.Jadi, ini sebenarnya masalah hak asuh anak. Juga saya diusir dari rumah karena ada wanita idaman lain yang mau dibawa masuk ke rumah,” katanya.

Dijelaskan, aksi pengusiran itu buntut dari percecokan mulut yang acap kali terjadi. Katanya, beberapa dari sebelumnya ia memindahkan deposit milik Meivi. Setelah itu, lelaki ini meminta agar istrinya menandatangani surat dari notaris tekait hak asuh 3 anak, juga rumah atas nama Mevi di Denpasar Selatan agar beralih nama.

Baca Juga:  HP Korban Hilang, Temukan Uang Korban, Polisi Ancam Dor Sang Pembunuh

“Saya sudah tahu. Tentunya dia mau mangantikan posisi saya dengan wanita idaman lain di rumah,” jelasnya.

Lantaran selalu ditolak permintaan itu, kata Meivi, lelaki sapaan Daniel ini naik pitam dan mengusirnya. Meivi tak menapik bahwa ia dua malam tidak di rumah. Malam pertama ia memilih tidur di mobil. Lalu keesokannya dia menghubungi oknum pengacara ARMB yang dikenalnya sejak Oktober 2021.

“Dalam percakapan dengan ARMB, saya ceritakan permaslaah ini. Saya bilang, semalan tidur di mobil. Saya juga minta, boleh kah berkonsultasi dan menginap di rumah kamu,” beber Meivi.

Wanita ini pun tak menampik, bahkan secara blak-blakan mengatakan, sama sekali ia tidak pernah menyangkal karena dipergoki sedang berduaan di tempat lelaki lain.

“Saya salah ada di sana, tapi jangan pernah memaksa untuk mengakui sesuatu yang nggak benar. Saya memang di sana, tapi kita tidak berbuat seperti yang dikira,” kilahnya.

Saat polisi datang, aku Meivi, ARMB sudah tidur. Sementara dia duduk di kursi sambil chating dengan teman. Ia sempat membangunkan ARMB setelah mengetahui ada yang menggedor-gedor pintu.

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, baik seprei dan beberapa lainnya.

“Di sana tidak ada kondom. Buktinya visum dua kali loh, tapi tidak mengarah ke apa yang dituduh. Sentuhan tangan saja tidak,” aku Meivi.

Setelah melalui penyelidikan, Polres Badung menghentikan kasus dugaan perzinaan ini. Alasannya, tidak cukup bukti.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/