alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Gedung Tingkat Senilai Rp 6 Miliar Aset Eks Wagub Sudikerta Disegel

DENPASAR – Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali bergerak cepat menyita aset milik mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta.

Menurut informasi, penyidik menyita sebuah gedung bertingkat di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan.

Aset senilai Rp 6 miliar lebih itu diduga dibeli dari uang hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) Sudikerta saat menipu bos PT Maspion Group, Ali Markus.

Penyitaan dilakukan pada Sabtu (7/7) lalu. Sebuah plang atau papan nama putih bertuliskan, “Tanah dan bangunan ini disita oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali.”

Gedung tersebut juga sebelumnya sempat dipakai mantan Pengacara Sudikerta, Togar Situmorang saat Pilgub Bali.

Saat Pilgub Bali Togar adalah salah satu pengacara Sudikerta. Penyitaan aset milik Sudikerta sendiri ini dilakukan sebelum Sudikerta dilimpahkan ke Kejati Bali.

Baca Juga:  Sebut Kacung WHO Picu JRX SID Ditahan Polda, Gendo Sentil Keras IDI

Kabar yang didapat Jawa Pos Radar Bali, politikus yang akrab dipanggil Tomy kecil itu akan dilimpahkan ke Kejati Bali pekan ini, paling lambat pekan depan.

Terkait penyitaan mantan orang nomor dua di Bali ini, Dir Reskrimsus Polda Bali, Kombes Yuliar Kus Nugroho membenarkan.

Namun, Kombes Yuliar belum bisa merinci terkait penyitaan tersebut. “Ya (disita), mungkin penyidik yang sudah melakukan penyitaan tersebut,” terang Kombes Yuliar, kemarin (7/7).

Penyitaan tersebut berdasar surat penetapan PN Denpasar Nomor 11/Khusus/Pen.Pid/2019/PN Dps tertanggal 2 Juli 2019.

Selain kantor ini kabarnya ada beberapa aset lainnya yang disita. Terkait perkembangan kasus ini, Kombes Yuliar mengatakan sudah rampung.

Kombes Yuliar menegaskan, pelimpahan Sudikerta akan dilakukan pekan ini. “Dalam pekan ini akan dilakukan pelimpahan ke kejaksaan,” tandas perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Baca Juga:  TSK Perbekel Dekat Pejabat, AKBP Yudith: Tak Perduli, Tetap Diproses


DENPASAR – Penyidik Ditreskrimsus Polda Bali bergerak cepat menyita aset milik mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta.

Menurut informasi, penyidik menyita sebuah gedung bertingkat di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan.

Aset senilai Rp 6 miliar lebih itu diduga dibeli dari uang hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) Sudikerta saat menipu bos PT Maspion Group, Ali Markus.

Penyitaan dilakukan pada Sabtu (7/7) lalu. Sebuah plang atau papan nama putih bertuliskan, “Tanah dan bangunan ini disita oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Bali.”

Gedung tersebut juga sebelumnya sempat dipakai mantan Pengacara Sudikerta, Togar Situmorang saat Pilgub Bali.

Saat Pilgub Bali Togar adalah salah satu pengacara Sudikerta. Penyitaan aset milik Sudikerta sendiri ini dilakukan sebelum Sudikerta dilimpahkan ke Kejati Bali.

Baca Juga:  Balik Kandang, Kapolres Probolinggo Jadi Wadirreskrimsus Polda Bali

Kabar yang didapat Jawa Pos Radar Bali, politikus yang akrab dipanggil Tomy kecil itu akan dilimpahkan ke Kejati Bali pekan ini, paling lambat pekan depan.

Terkait penyitaan mantan orang nomor dua di Bali ini, Dir Reskrimsus Polda Bali, Kombes Yuliar Kus Nugroho membenarkan.

Namun, Kombes Yuliar belum bisa merinci terkait penyitaan tersebut. “Ya (disita), mungkin penyidik yang sudah melakukan penyitaan tersebut,” terang Kombes Yuliar, kemarin (7/7).

Penyitaan tersebut berdasar surat penetapan PN Denpasar Nomor 11/Khusus/Pen.Pid/2019/PN Dps tertanggal 2 Juli 2019.

Selain kantor ini kabarnya ada beberapa aset lainnya yang disita. Terkait perkembangan kasus ini, Kombes Yuliar mengatakan sudah rampung.

Kombes Yuliar menegaskan, pelimpahan Sudikerta akan dilakukan pekan ini. “Dalam pekan ini akan dilakukan pelimpahan ke kejaksaan,” tandas perwira dengan tiga melati di pundak itu.

Baca Juga:  Kejari Musnahkan 30 Unit Mesin Dingdong Micky Mouse

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/