alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Sah TSK, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Aksi Perampok Money Changer

DENPASAR – Rochmat Reni Rianto, 48, pelaku perampokan money changer di Jalan WR Supratman, Denpasar mulai buka-bukaan.

Kepada penyidik, Rochmat mengaku nekat merampok dengan membawa senjata api di Money Changer PT Azzara Maulana

milik Rudi Hartono, 43, warga  Canggu Permai, Kuta Utara, Badung, lantaran tak memiliki uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski tersangka sudah blak-blakan, penyidik Polsek Denpasar Timur tidak mudah mempercayainya. Sebab, kronologis kejadian dan modus yang dilakukan, tersangka sudah terlatih dan ada indikasi kerap melakukan aksi serupa.

“Awalnya pura-pura bingung (saat penyidikan). Kayak orang tak waras. Tapi, belakangan mengaku tidak memiliki uang sehingga terpaksa melakukan aksi nekat,” ujar sumber kepolisian di Polsek Denpasar Timur kemarin.

Baca Juga:  FKPJ Bali Bersama Polsek Dentim dan Polresta Denpasar Vaksin Masal

Walaupun demikian, penyidik tidak begitu saja mempercayai pengakuan pelaku. Diduga, dia merupakan spesialis perampok bersenjata.

“Aksinya mengindikasikan dia ini spesialis,” imbuh penyidik. Berdasar penyelidikan sementara, pelaku asal Pati, Jawa Tengah, tapi ber-KTP Tabanan, Bali ini melakukan check in di sebuah hotel sebelum beraksi.

Pelaku lalu memilih TKP jauh dari tempat penginapan di kawasan Sanur. “Diduga dia sudah melakukan pengecekan ke lokasi beberapa hari sebelumnya.

Beruntung uang milik money changer sebanyak Rp 50 juta gagal dibawa kabur pelaku,” imbuh sumber lagi.

Seperti diberitakan, aksi Rochmat Reni Rianto merampok money Changer milik PT. Azzahra Maulana, Jalan Wr. Supratman, Tohpati, Dentim, Selasa Selasa (6/8) sekitar pukul 21.00, gagal total.

Baca Juga:  Terapung Satu Jam di Laut, Nakhoda Ungkap Penyebab KM Bintang Terbakar

Aksinya berhasil digagalkan karyawan money changer, warga dan anggota Brimob Polda Bali yang kebetulan melintas di TKP.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini mendekam di Polsek Denpasar Timur.

 



DENPASAR – Rochmat Reni Rianto, 48, pelaku perampokan money changer di Jalan WR Supratman, Denpasar mulai buka-bukaan.

Kepada penyidik, Rochmat mengaku nekat merampok dengan membawa senjata api di Money Changer PT Azzara Maulana

milik Rudi Hartono, 43, warga  Canggu Permai, Kuta Utara, Badung, lantaran tak memiliki uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski tersangka sudah blak-blakan, penyidik Polsek Denpasar Timur tidak mudah mempercayainya. Sebab, kronologis kejadian dan modus yang dilakukan, tersangka sudah terlatih dan ada indikasi kerap melakukan aksi serupa.

“Awalnya pura-pura bingung (saat penyidikan). Kayak orang tak waras. Tapi, belakangan mengaku tidak memiliki uang sehingga terpaksa melakukan aksi nekat,” ujar sumber kepolisian di Polsek Denpasar Timur kemarin.

Baca Juga:  Otak Perampokan Terlatih, Polisi Cium Indikasi TSK Beraksi di TKP Lain

Walaupun demikian, penyidik tidak begitu saja mempercayai pengakuan pelaku. Diduga, dia merupakan spesialis perampok bersenjata.

“Aksinya mengindikasikan dia ini spesialis,” imbuh penyidik. Berdasar penyelidikan sementara, pelaku asal Pati, Jawa Tengah, tapi ber-KTP Tabanan, Bali ini melakukan check in di sebuah hotel sebelum beraksi.

Pelaku lalu memilih TKP jauh dari tempat penginapan di kawasan Sanur. “Diduga dia sudah melakukan pengecekan ke lokasi beberapa hari sebelumnya.

Beruntung uang milik money changer sebanyak Rp 50 juta gagal dibawa kabur pelaku,” imbuh sumber lagi.

Seperti diberitakan, aksi Rochmat Reni Rianto merampok money Changer milik PT. Azzahra Maulana, Jalan Wr. Supratman, Tohpati, Dentim, Selasa Selasa (6/8) sekitar pukul 21.00, gagal total.

Baca Juga:  FKPJ Bali Bersama Polsek Dentim dan Polresta Denpasar Vaksin Masal

Aksinya berhasil digagalkan karyawan money changer, warga dan anggota Brimob Polda Bali yang kebetulan melintas di TKP.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini mendekam di Polsek Denpasar Timur.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/