alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Soal Perdamaian, Tim Hukum Sebut GPS Pernah Sampaikan ke Luhut Binsar

SINGARAJA-Ada yang menarik dari kesepakatan damai antara pihak TNI dengan warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Selasa (7/9) kemarin.

Ternyata, jauh sebelum kesepakatan  benar-benar tercapai, pihak warga melalui Koordinator Tim Hukum Warga Gede Pasek Suardika(GPS) sempat menyampaikan terkait permintaan damai atas insiden bentrok antara TNI dengan warga ke Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan (LBP)

Seperti dibenarkan Anggota tim hukum warga, Kadek Cita Ardana Yudi. Menurut Kadek Cita, Koordinator Tim Hukum Gede Pasek Suardika dikatakan telah menyampaikan permintaan damai ke Luhut Binsar Panjaitan

“Pak GPS pernah menyampaikan (permintaan damai) ini ke pak Menkomarves,”tegas Kadek Cita.

Baca Juga:  Meski Berprestasi, Oknum Kepsek Cabul Tetap Akan Dipecat

Sementara terkait tindakan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto yang sempat melarang tim hukum warga masuk saat penandatanganan karena berdalih mendapat instruksi dari Gubernur Bali Wayan Koster pihaknya kembali mempertanyakan.

“Kalau benar seperti apa yang disampaikan oleh kapolres bahwa Pak Gubernur tidak mengizinkan kami masuk, tentu kami pertanyakan. Tugas kami dilindungi Undang-Undang,” tegas pria yang mantan Ketua KPU Buleleng itu.

Meski demikian, Cita menyatakan pihaknya tetap menghormati kata damai yang telah dicapai.


SINGARAJA-Ada yang menarik dari kesepakatan damai antara pihak TNI dengan warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Selasa (7/9) kemarin.

Ternyata, jauh sebelum kesepakatan  benar-benar tercapai, pihak warga melalui Koordinator Tim Hukum Warga Gede Pasek Suardika(GPS) sempat menyampaikan terkait permintaan damai atas insiden bentrok antara TNI dengan warga ke Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan (LBP)

Seperti dibenarkan Anggota tim hukum warga, Kadek Cita Ardana Yudi. Menurut Kadek Cita, Koordinator Tim Hukum Gede Pasek Suardika dikatakan telah menyampaikan permintaan damai ke Luhut Binsar Panjaitan

“Pak GPS pernah menyampaikan (permintaan damai) ini ke pak Menkomarves,”tegas Kadek Cita.

Baca Juga:  Jenazah Menumpuk di Kamar Mayat, PHDI: Wajib Dikubur, Titip Itu Nista

Sementara terkait tindakan Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto yang sempat melarang tim hukum warga masuk saat penandatanganan karena berdalih mendapat instruksi dari Gubernur Bali Wayan Koster pihaknya kembali mempertanyakan.

“Kalau benar seperti apa yang disampaikan oleh kapolres bahwa Pak Gubernur tidak mengizinkan kami masuk, tentu kami pertanyakan. Tugas kami dilindungi Undang-Undang,” tegas pria yang mantan Ketua KPU Buleleng itu.

Meski demikian, Cita menyatakan pihaknya tetap menghormati kata damai yang telah dicapai.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/