alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Viral, Oknum Dokter di RSUD Klungkung Palak Pasien Hernia

SEMARAPURA- Kabar tak sedap sekaligus viral kembali menerpa RS plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung.

Kali ini, kasus heboh itu menyusul adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum dokter di RSUD Klungkung terhadap salah seorang pasien yang hendak menjalani operasi hernia.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, dugaan pungli oknum dokter di RSUD Klungkung ini terjadi pada April 2021 lalu.

Korbannya adalah pasien asal Pulau Nusa Lembongan, Klungkung. Saat hendak melakukan tindakan operasi hernia, pasien asal Lembongan ini mengaku diminta uang sebesar Rp 800 ribu.

Padahal pihak RS telah menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan pasien untuk tindakan operasi.

Baca Juga:  Geger, Bule Inggris Ditemukan Tewas di Serangan

Terkait informasi itu, Direktur RSUD Klungkung dr Nyoman Kesuma tak menampik.

Kusuma membenarkan dengan adanya laporang dugaan praktik pungli yang dilakukan oknum dokter di RS yang dipimpimnya.

Bahkan, terkait kasus memalukan ini, dr Kesuma mengungkapkan, aksi pungli yang dilakukan oknum dokter di RSUD Klungkung itu terungkap setelah salah seorang pasien asal Nusa Lembongan melaporkan ke pihak rumah sakit.

Oknum dokter tersebut, imbuh Kesuma dilaporkan karena meminta biaya pembelian alat untuk melakukan tindakan operasi hernia sekitar Rp 800 ribu kepada pasien.

Padahal alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan operasi itu telah disiapkan oleh pihak rumah sakit.

“Alat tersebut yang tadinya rencananya disediakan oleh dokter ini ternyata tidak jadi disediakan, dan memakai alat yang disiapkan oleh rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga:  Usai Bunuh Polisi, Gus Capung Kembali Ditangkap karena Kasus Pencurian

Selanjutnya atas kasus ini, kata dr Kesuma, oknum dokter bersangkutan telah meminta maaf dan telah mengembalikan uang pasien tersebut.

Meski begitu, sanksi disiplin tetap berproses.

“Tetap kami proses melanggar disiplin pegawai. Aturan di kami (RSUD Klungkung), tidak boleh ada pembayaran di luar kasir resmi. Kejadian ini terjadi sekitar bulan April 2021,” tegas Kesuma.


SEMARAPURA- Kabar tak sedap sekaligus viral kembali menerpa RS plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung.

Kali ini, kasus heboh itu menyusul adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum dokter di RSUD Klungkung terhadap salah seorang pasien yang hendak menjalani operasi hernia.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, dugaan pungli oknum dokter di RSUD Klungkung ini terjadi pada April 2021 lalu.

Korbannya adalah pasien asal Pulau Nusa Lembongan, Klungkung. Saat hendak melakukan tindakan operasi hernia, pasien asal Lembongan ini mengaku diminta uang sebesar Rp 800 ribu.

Padahal pihak RS telah menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan pasien untuk tindakan operasi.

Baca Juga:  Kabur dari Bali, WNA Pemeran Video Syur Masuk Daftar Black List

Terkait informasi itu, Direktur RSUD Klungkung dr Nyoman Kesuma tak menampik.

Kusuma membenarkan dengan adanya laporang dugaan praktik pungli yang dilakukan oknum dokter di RS yang dipimpimnya.

Bahkan, terkait kasus memalukan ini, dr Kesuma mengungkapkan, aksi pungli yang dilakukan oknum dokter di RSUD Klungkung itu terungkap setelah salah seorang pasien asal Nusa Lembongan melaporkan ke pihak rumah sakit.

Oknum dokter tersebut, imbuh Kesuma dilaporkan karena meminta biaya pembelian alat untuk melakukan tindakan operasi hernia sekitar Rp 800 ribu kepada pasien.

Padahal alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan tindakan operasi itu telah disiapkan oleh pihak rumah sakit.

“Alat tersebut yang tadinya rencananya disediakan oleh dokter ini ternyata tidak jadi disediakan, dan memakai alat yang disiapkan oleh rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga:  Pemuda Ini Bikin Heboh Warganet lalu Minta Maaf di Polsek Denpasar Utara

Selanjutnya atas kasus ini, kata dr Kesuma, oknum dokter bersangkutan telah meminta maaf dan telah mengembalikan uang pasien tersebut.

Meski begitu, sanksi disiplin tetap berproses.

“Tetap kami proses melanggar disiplin pegawai. Aturan di kami (RSUD Klungkung), tidak boleh ada pembayaran di luar kasir resmi. Kejadian ini terjadi sekitar bulan April 2021,” tegas Kesuma.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/