Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Di Balik Polemik MLB di Gianyar

Konflik Makin Memanas, Kini Muncul Tuduhan Iming-Iming Jabatan di PHDI

08 Oktober 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Konflik Makin Memanas, Kini Muncul Tuduhan Iming-Iming Jabatan di PHDI

KI-KA: Mantan KASAU Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia, Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Wisnu BAwa Tenaya; dan Sekretaris PHDI Kota Denpasar I Made Arka (Istimewa)

Share this      

DENPASAR-Perseteruan di tubuh Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) terus berlanjut.

Bahkan sejak mencuatnya pro kontra penggantian pengurus hasil Mahabha Luar Biasa (MLB) di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar, Bali, pada Sabtu (12/9) lalu makin memanas.

Memanas karena selain selain saling tuding, pro kontra ini juga sarat dengan sejumlah dugaan fitnah dan membawa-bawa isu sensitive.

Baca juga: Polisi yang Tahu Ada Penganiayaan Polisi pada Pelajar Terancam Pidana

Terbaru, makin memanasnya polemik di PHDI pasca adanya hasil MLB Gianyar itu terungkap dalam unggahan hasil meeting zoom atau rapat virtual tertanggal 3 Oktober 2021 di akun facebook milik @I Cening Sutiadnya.

Sesuai unggahan, tampak seorang pria berkumis dengan mengenakan udeng Bali, melontarkan beberapa tuduhan. Dia menyebut dirinya dihubungi oknum yang tidak disebut namanya, ditawari jabatan. 

Ia juga menyebut Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Dunia ditelepon dan ditawari jabatan. 

Bahkan tak hanya IB Dunia, pria tersebut juga menuruh para ketua PHDI Kabupaten/Kota se Bali dihubungi untuk menolak PHDI MLB dan ditawari jabatan.’’

Berikut kutipan dalam video di akun Cening Sutiadnya:

‘’Mereka, HK (Hare Khrishna) ini kan perusahaan agama, dalam tanda petik. Sehingga bisa, PHDI yang tadinya mendukung (MLB), bisa menarik dukungan dan disebut mendapat imbalan, walau tak jelas imbalan apa maksudnya". 

Selain itu, pria berkumis itu juga mengatakan, HK itu perusahaan agama, dan menyebut PHDI Provinsi yang awalnya mendukung ‘’MLB’’, tapi kemudian mencabut dukungan lalu mendukung PHDI yang dipimpin WBT (Wisnu Bawa Tenaya) yang juga tak luput dari tuduhan mendapat imbalan dari perusahaan agama.

Kontan, atas dugaan fitnah dan tudingan itu langsung menuai respon dari Sekretaris PHDI Kota Denpasar I Made Arka.

Didampingi Pegiat Warisan Budaya Bali dan juga pengayah di PHDI I Made Iwan Pranajaya, Arka secara tegas meminta agar diungkap identitas dari pihak yang menghubungi dan menawarkan jabatan.

“(Tuduhan) Itu, dia tidak menyebut siapa nama orang yang menghubungi, jabatan apa yang ditawarkan, dan seperti apa ucapan orang itu. Harusya sebut saja nama orang yang menghubungi, jabatan apa yang ditawarkan? tidak usah ditutupi. Agar tidak diduga cuma karangan,”tandas Arka.

Apalagi, dalam unggahan itu, Arka menilai jika narasi yang dibangun itu hanyalah narasi tanpa dasar

‘’Narasinya luar biasa. Bungkusnya pemurnian PHDI, berjuang atas nama dharma. Padahal, kami yang punya data bahwa satu organisasi di kelompok mereka, yang ketika menggelar acara kemanusiaan.

Lalu menerima uang Rp 2 juta ditransfer via rekening dan Rp 5 juta untuk membeli beras untuk kegiatan itu dari ISKCON, tidak pernah kami serang dengan narasi yang memojokkan. Itu buktinya masih ada,’’ kata Made Arka. 

Untuk menguatkan bukti, Arka menyatakan jika kegiatan tersebut digelar pada 2020 lalu.

Kegiatan mereka tahun 2020, kerjasama PUSKOR Hindu dengan organisasi lain seperti Prajaniti, ICHI, bernama MKN, Misi Kemanusiaan Nasional.

Dokumentasi bukti masih ada, saksinya juga masih ada. Dimana dalam kegiatan mereka, ISKCON diterima sebagai ‘’pendukung’’ tapi tidak dilibatkan dalam kegiatan di lapangan. Artinya, sumbangannya diterima dan disalurkan.

Namun, kami tidak pernah menarasikan sumbangan ISKCON dalam kegiatan MKN (Misi Kemanusiaan Nasional)  kerjasama PUSKOR, Prajaniti, ICHI dan Organisasi Hindu lainnya itu dengan tudingan yang memojokkan,’’ kata Arka.

Sehingga, balik terkait tudingan narasi  yang menyebut dirinya dan Ida Bagus Dunia dihubungi dan ditawari jabatan, dengan mudah menyebut pendukung Mahasabha XII terima imbalan dari yang disebutnya perusahaan agama HK, ia meminta agar pihak yang menuduh bisa menunjukkan bukti.

“Tunjukkan bukti kalau ada yang terima imbalan dari HK untuk mendukung Mahasabha XII. Dan kalau benar dihubungi, sebut nama orangnya, sertakan bukti dengan screenshoot jejak telepon, karena itu mestinya ada,’’ imbuh Made Arka.

Arka menegaskan, menuding setiap yang mendukung Mahasabha XII dan menolak MLB Samuan Tiga sebagai pro-sampradaya, sungguh satu fitnah yang bisa dipidana.

’’PHDI Pusat dan Sabha Pandita jelas dalam dua keputusan yang berbeda tapi berkaitan, sudah mencabut pengayoman Hare Krishna. Pasamuhan Agung Juli 2021 juga sudah merekomendasikan didropnya pasal 41 AD/ART PHDI yang didalamnya ada pengayoman sampradaya bernafaskan Hindu.

Tapi, narasi bahwa Hare Krishna menyusup dan mendikte PHDI dari pusat sampai ke daerah, hanya karena mereka tidak mendukung MLB, terus dilontarkan. Sungguh memalukan,’’ cetusnya lagi.

Langkah-langkah PHDI Bali dengan membentuk Tim Mediasi Masalah Sampradaya, yang bekerja selama 2 tahun, dalam batas yang menjadi kewenangan PHDI Bali, kata Arka juga selalu difitnah dan dinarasikan seakan PHDI Bali ‘’pules’’ atau tidur dan tidak bekerja.

‘’Kami tidak perlu pujian dan tepuk tangan, tetapi harus ada kejujuran kalau benar mau memurnikan sesuatu yang menurut mereka masih tercemar.

Apakah benar semuanya murni, tidak ditunggangi dan punya kepentingan jabatan, itu hanya hati nurani yang tahu,’’ tukas Arka. 

(rb/pra/pra/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia