alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Viral! Buronan Interpol Pembobol Dana Rp 7 T Paling Dicari AS Kabur

DENPASAR – Kabar menghebohkan datang dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Kabar mengejutkan itu terlontar dari pernyataan Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Bali, Didik Farkhan Alisyahdi.

Didik menyebut, salah satu termohon ekstradisi Amerika Serikat atas nama Rabie Ayad Abderahman alias Patistota, 30, melarikan diri alias kabur.

Sebelum dinyatakan kabur, Ayad sebelumnya dititipkan di rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai.

Ayad sendiri menurut Didik merupakan salah satu buronan Interpol yang paling dicari Amerika Serikat.

Pria berdarah Lebanon itu terlibat kejahatan skimming atau pembobolan dana nasabah di Negeri Paman Sam.

Nilainya tidak maing-main, yakni Rp 7 triliun.

Ayad diduga kabur saat hendak kembali ditahan di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Baca Juga:  Ada Kekosongan Hukum, Kejati Bali Jangan Asal Lelang Aset Tri Nugraha

Sayangnya, terkait kabar kaburnya Ayad ini belum terkonfirmasi.

Kemarin (8/11) koran ini mencoba mengonfirmasi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai, Amran Aris melalui telepon genggamnya tapi tidak menjawab.

Begitu juga saat dikirimi pesan singkat SMS dan WhatsApp (WA). Hingga berita ini selesai ditulis Amran tidak merespons.

“Kami sebenarnya ada ekstradisi dari pemerintahan Amerika. Namanya Rabie Ayad Abderahman. Sudah ada penetapan dari Pengadilan Tinggi (Bali). Tapi, saat hendak kami jemput di Imigrasi ternyata lepas,” ujar Didik saat diwawancarai Kamis (8/11).

Lepas bagaimana? “Kabur. Kabur dari pengawasan Imigrasi,” jawab jaksa 48 tahun itu.

NAmun sebelum dikejar kenapa bisa kabur, Didik langsung meminta koran ini mengonfirmasi ke imigrasi. “Soal kenapa bisa kabur, monggo (silakan) ditanyakan ke imigrasi karena kami titipkan di imigrasi,” pintanya.

Baca Juga:  Wow, Badung Buatkan Gedung Kejati Bali Rp 19,4 Miliar


DENPASAR – Kabar menghebohkan datang dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

Kabar mengejutkan itu terlontar dari pernyataan Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Bali, Didik Farkhan Alisyahdi.

Didik menyebut, salah satu termohon ekstradisi Amerika Serikat atas nama Rabie Ayad Abderahman alias Patistota, 30, melarikan diri alias kabur.

Sebelum dinyatakan kabur, Ayad sebelumnya dititipkan di rumah detensi Imigrasi Ngurah Rai.

Ayad sendiri menurut Didik merupakan salah satu buronan Interpol yang paling dicari Amerika Serikat.

Pria berdarah Lebanon itu terlibat kejahatan skimming atau pembobolan dana nasabah di Negeri Paman Sam.

Nilainya tidak maing-main, yakni Rp 7 triliun.

Ayad diduga kabur saat hendak kembali ditahan di Lapas Kelas IIA Kerobokan.

Baca Juga:  Depresi Sakit Paru-paru, Bule Belanda Tewas Terlilit Kabel Charger HP

Sayangnya, terkait kabar kaburnya Ayad ini belum terkonfirmasi.

Kemarin (8/11) koran ini mencoba mengonfirmasi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai, Amran Aris melalui telepon genggamnya tapi tidak menjawab.

Begitu juga saat dikirimi pesan singkat SMS dan WhatsApp (WA). Hingga berita ini selesai ditulis Amran tidak merespons.

“Kami sebenarnya ada ekstradisi dari pemerintahan Amerika. Namanya Rabie Ayad Abderahman. Sudah ada penetapan dari Pengadilan Tinggi (Bali). Tapi, saat hendak kami jemput di Imigrasi ternyata lepas,” ujar Didik saat diwawancarai Kamis (8/11).

Lepas bagaimana? “Kabur. Kabur dari pengawasan Imigrasi,” jawab jaksa 48 tahun itu.

NAmun sebelum dikejar kenapa bisa kabur, Didik langsung meminta koran ini mengonfirmasi ke imigrasi. “Soal kenapa bisa kabur, monggo (silakan) ditanyakan ke imigrasi karena kami titipkan di imigrasi,” pintanya.

Baca Juga:  Olah Raga di Pantai Seminyak, Mahasiswi Dicekik dan Nyaris Diperkosa

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/