27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Umar Patek : Si Teman Amrozi Kasus Bom Bali 1 Bebas Bersyarat

SURABAYA–  Hisyam bin Ali Zein,52, alias Umar Patek, salah seorang teman pelaku Bom Bali 1, 12 Oktober  2002, Amrozi, akhirnya berstatus  bebas bersyarat. Umar Patek menjalani  bebas bersyarat  hari  Rabu (7/12/2022).
Umar Patek sebelumnya   ditangkap di Pakistan pada 2011 setelah sempat buron sejak kejadian Bom Bali 1, 2002. Setelah  tertangkap,  Umar kemudian diadili di Indonesia dan divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat 20 tahun penjara pada 2012.
Pria  bermata tajam  ini dikenal punya sejumlah  nama samaran. Antara lain punya nama alias Umar Arab alias Pak Patek alias Anis alias Umar alias Hisyam alias Umar Kecil alias Abu Syekh alias Allawy dan  nama  alias Ja’far alias Zacky.

Baca Juga:  Eks Pelaku Bom Bali 1Ini Akui Penganut Radikalisme di Indonesia Masih Tinggi

Kombatan atau mantan teroris Hisyam bin Alizein yang dikenal dengan nama Umar Patek dinyatakan bebas dari Lapas Klas 1 Surabaya. Pembebasan itu dilakukan secara bersyarat pada Rabu (7/12).

Umar Patek dinyatakan bebas setelah menyatakan setia pada NKRI. Terpidana kasus bom Bali itu juga menyatakan tak akan menjadi radikal.”Benar Rabu (7/12) pagi ini sudah bebas,” ujar Kalapas I Surabaya Jalu Yuswa Panjang.

Umar Patek dikenal  sebagai salah satu pentolan Jamaah Islamiyah atau JI, yang merupakan sebuah kelompok militan garis keras   di Asia Tenggara yang  terhubung   dengan jaringan  teroris internasional Al-Qaida.

Begitu tertangkap,  Umar Patek  divonis 20 Tahun
Umar Patek divonis 20 tahun penjara kasus bom Natal dan bom Bali I. Dia dinilai terbukti melakukan tindak pidana terkait terorisme. (pit/JPNN/jawapos.com)

Baca Juga:  Tetapkan Enam Tersangka Pembunuh De Budi, Akan Dirilis Senin Ini



SURABAYA–  Hisyam bin Ali Zein,52, alias Umar Patek, salah seorang teman pelaku Bom Bali 1, 12 Oktober  2002, Amrozi, akhirnya berstatus  bebas bersyarat. Umar Patek menjalani  bebas bersyarat  hari  Rabu (7/12/2022).
Umar Patek sebelumnya   ditangkap di Pakistan pada 2011 setelah sempat buron sejak kejadian Bom Bali 1, 2002. Setelah  tertangkap,  Umar kemudian diadili di Indonesia dan divonis oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat 20 tahun penjara pada 2012.
Pria  bermata tajam  ini dikenal punya sejumlah  nama samaran. Antara lain punya nama alias Umar Arab alias Pak Patek alias Anis alias Umar alias Hisyam alias Umar Kecil alias Abu Syekh alias Allawy dan  nama  alias Ja’far alias Zacky.

Baca Juga:  Terungkap! HP Napi Pengendali Sipir Diduga Diselundupkan Lewat Makanan

Kombatan atau mantan teroris Hisyam bin Alizein yang dikenal dengan nama Umar Patek dinyatakan bebas dari Lapas Klas 1 Surabaya. Pembebasan itu dilakukan secara bersyarat pada Rabu (7/12).

Umar Patek dinyatakan bebas setelah menyatakan setia pada NKRI. Terpidana kasus bom Bali itu juga menyatakan tak akan menjadi radikal.”Benar Rabu (7/12) pagi ini sudah bebas,” ujar Kalapas I Surabaya Jalu Yuswa Panjang.

Umar Patek dikenal  sebagai salah satu pentolan Jamaah Islamiyah atau JI, yang merupakan sebuah kelompok militan garis keras   di Asia Tenggara yang  terhubung   dengan jaringan  teroris internasional Al-Qaida.

Begitu tertangkap,  Umar Patek  divonis 20 Tahun
Umar Patek divonis 20 tahun penjara kasus bom Natal dan bom Bali I. Dia dinilai terbukti melakukan tindak pidana terkait terorisme. (pit/JPNN/jawapos.com)

Baca Juga:  Peringatan 20 Tahun, Air Mata Wisman Berjatuhan di Monumen Bom Bali 1


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru