alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Bersiap Latihan Tabuh, Syok Gamelan Sekehe Gong Hilang Digasak Maling

AMLAPURA – Warga Banjar Dinas Pempatan, Desa Pempatan Kecamatan Rendang mendadak dihebohkan dengan pencurian alat gamelan milik sekehe gong Desa Adat Pempatan.

Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 19.00 Wita Kamis (7/1) lalu. Hingga saat ini pihak Kepolisian Sektor Rendang tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian alat gamelan milik warga setempat.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika anggota sekehe gong Desa Adat Pempatan hendak melakukan latihan menabuh sekitar pukul 19.00 Kamis malam di wantilan serbaguna Desa Adat Pempatan.

Sesampainya di lokasi tempat latihan, I Ketut Susila Antara, 51, meminta anggota sekehe gong lainnya untuk mengeluarkan alat-alat gong di tempat penyimpanan.

Orang yang pertama kali masuk, I Wayan Gunawan, 27, melihat pintu dalam kondisi tidak terkunci. 

Baca Juga:  Terbukti Jadi Mucikari Anak, Duo “Mami” Dituntut Tujuh Tahun Bui

Setelah masuk dan mengeluarkan beberapa alat gong, kemudian Susila Antara kembali meminta untuk mengeluarkan teropong.

Saat akan dikeluarkan, beberapa set alat-alat gong hilang. Sejumlah anggota pun ikut masuk ke dalam gudang penyimpanan untuk memastikan dan benar sudah dalam kondisi raib.

Beberapa alat-alat gong yang hilang di antaranya teropong sebanyak 12 unit, Reong 10 unit, kajar/ kemong 1 unit, kempli 1 unit, tawa-tawa 1 unit, dan tabung gas elpiji ukuran 3 kg 1 unit.

Setelah dipastikan bahwa barang-barang tersebut tidak ada, I Ketut Susila Antara selaku ketua Sekehe langsung menghubungi Jero Bendesa Adat Pempatan untuk melaporkan kejadian kehilangan.

Kemudian Jero Bendesa Pempatan mengatakan akan menanyakan  terlebih dahulu kepada para prajuru Desa Pempatan, namun para prajuru mengaku tidak mengetahuinya.

Baca Juga:  Miliki Setengah Ons Sabu dan Ratusan Ineks, Cecep Dituntut 15 Tahun

Selanjutnya Jero Bendesa dan para Prajuru melakukan koordinasi dan kejadian tersebut dilaporkan ke Mapolsek Rendang.

Kapolsek Rendang Kompol Made Sudartawan membenarkan kejadian tersebut. Usai menerima laporan pihaknya langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan meminta keterangan beberapa saksi.

“Kasus ini masih dilakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Pada saat mendatangi TKP, lokasi penyimpanan gong sudah dalam keadaan rusak,

pintu masuk sebelah utara dan timur sudah dalam keadaan terbuka,” ujarnya. Kerugian diperkira mencapai Rp10 juta. 



AMLAPURA – Warga Banjar Dinas Pempatan, Desa Pempatan Kecamatan Rendang mendadak dihebohkan dengan pencurian alat gamelan milik sekehe gong Desa Adat Pempatan.

Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 19.00 Wita Kamis (7/1) lalu. Hingga saat ini pihak Kepolisian Sektor Rendang tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian alat gamelan milik warga setempat.

Terungkapnya kasus ini berawal ketika anggota sekehe gong Desa Adat Pempatan hendak melakukan latihan menabuh sekitar pukul 19.00 Kamis malam di wantilan serbaguna Desa Adat Pempatan.

Sesampainya di lokasi tempat latihan, I Ketut Susila Antara, 51, meminta anggota sekehe gong lainnya untuk mengeluarkan alat-alat gong di tempat penyimpanan.

Orang yang pertama kali masuk, I Wayan Gunawan, 27, melihat pintu dalam kondisi tidak terkunci. 

Baca Juga:  Korban Sempat Menangkis Pukulan Usai Ditusuk Tersangka Berkali-kali

Setelah masuk dan mengeluarkan beberapa alat gong, kemudian Susila Antara kembali meminta untuk mengeluarkan teropong.

Saat akan dikeluarkan, beberapa set alat-alat gong hilang. Sejumlah anggota pun ikut masuk ke dalam gudang penyimpanan untuk memastikan dan benar sudah dalam kondisi raib.

Beberapa alat-alat gong yang hilang di antaranya teropong sebanyak 12 unit, Reong 10 unit, kajar/ kemong 1 unit, kempli 1 unit, tawa-tawa 1 unit, dan tabung gas elpiji ukuran 3 kg 1 unit.

Setelah dipastikan bahwa barang-barang tersebut tidak ada, I Ketut Susila Antara selaku ketua Sekehe langsung menghubungi Jero Bendesa Adat Pempatan untuk melaporkan kejadian kehilangan.

Kemudian Jero Bendesa Pempatan mengatakan akan menanyakan  terlebih dahulu kepada para prajuru Desa Pempatan, namun para prajuru mengaku tidak mengetahuinya.

Baca Juga:  Baru Dua Pekan Ditahan, Dua Hari Sebelum Meninggal Lebih Banyak Diam

Selanjutnya Jero Bendesa dan para Prajuru melakukan koordinasi dan kejadian tersebut dilaporkan ke Mapolsek Rendang.

Kapolsek Rendang Kompol Made Sudartawan membenarkan kejadian tersebut. Usai menerima laporan pihaknya langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian dan meminta keterangan beberapa saksi.

“Kasus ini masih dilakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Pada saat mendatangi TKP, lokasi penyimpanan gong sudah dalam keadaan rusak,

pintu masuk sebelah utara dan timur sudah dalam keadaan terbuka,” ujarnya. Kerugian diperkira mencapai Rp10 juta. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/