alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pembunuh Pacar di Gang Sempit Mendadak Pucat Usai Divonis 13 Tahun

DENPASAR-Emosi sesaat karena cemburu buta usai melihat teman perempuannya bersama laki-laki lain harus dibayar mahal oleh Oki Pemila alias Yunus, 32.

 Pasalnya, atas perbuatannya menghabisi nyawa pacarnya (Korban Elsabet Adji), pria asal Paberi Wai, Sumba Timur, NTT harus meringkuk dibalik jeruji selama 13 tahun.

Seperti terungkap saat sidang pembacaan amar putusan (vonis) yang digelar secara daring atau online, Selasa (9/3).

Saat sidang, Majelis Hakim PN Denpasar, Dewa Budi Watsara mengganjar Terdakwa Oki Pemila dengan hukuman pidana penjara selama 13 tahun.

Vonis 13 tahun penjara bagi terdakwa, itu karena hakim menilai, Oki Pemila terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana melanggara Pasal 338 KUHP.

 Atas putusan majelis hakim, Terdakwa Oki Pemila langsung terdiam. Bahkan raut wajahnya juga langsung pucat.

 “Bagaimana terdakwa, menerima atau tidak putusan ini?” tanya hakim Dewa Budi Watsara.

Mendengar pertanyaan majelis hakim, terdakwa yang didampingi pengacara kemudian menyatakan menerima. “Ya, saya menerima, Yang Mulia,” ucapnya lirih.

Baca Juga:  Purna Dikubur Hari Ini,Rencana Ngaben Bareng dengan Keluarga yang Lain

Senada dengan terdakwa, JPU AA Teja Buana yang sebelumnya sempat menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama 15 tahun juga menyatakan menerima atas putusan hakim yang dijatuhkan kepada terdakwa.

“Kami juga menerima, Yang Mulia,” sahut Gung Teja.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan yang dilakukan Terdakwa Oki terjadi pada 10 Agustus 2020 pukul 13.40 WITA di Jalan I Wayan Gentuh V, Dalung, Kuta Utara, Badung.

Sehari sebelum pembunuhan terjadi, Oki dari Nusa Dua menuju kos korban dengan mengendarai sepeda motor. Terdakwa tiba di kos korban sekitar Pukul 00.00 WITA.

Sesampainya di kamar kos korban, terdakwa mengetuk pintu kamar namun korban tidak membuka pintu kamar.

Saat itu terdakwa melihat sapu lidi di samping kamar kos korban. Terdakwa lantas melemparkan sapu ke dalam kamar melalui ventilasi udara.

Beberapa saat kemudian dari dalam kamar kos korban ada seorang kos laki-laki menyingkap gorden. Terdakwa pun terkejut.

Spontan terdakwa marah pada korban. Namun, terdakwa tidak melakukan tindakan keributan.

Baca Juga:  Lolos Tuntutan Mati, "Raja Narkoba" Menangis Sesunggukan

Terdakwa pergi ke dapur umum kos-kosan dan mengambil pisau.

Kemudian pisau diselipkan di pinggang. Terdakwa selanjutnya kembali pulang ke bedeng di Perumahan Puri Gading Nusa Dua.

“Terdakwa yang cemburu berniat menusukkan pisau tersebut pada korban,” beber Gung Teja.

Keesokan harinya atau sekitar pukul 12.00 WITA, terdakwa dan korban saling berbalas pesan di messenger untuk bertemu.

Selanjutnya wanita muda ini mengiyakan. Namun korban tidak mau bertemu dengan terdakwa di kamar kos.

Singkat cerita, korban menunggu terdakwa di sebuah gang sempit dekat kamar kos-kosan.

Namun, yang terjadi terdakwa langsung turun dari motor dan mendekati korban lalu menusukkan pisau ke bagian perut korban.

Usai menusuk korban, terdakwa langsung membuang pisau dan melarikan diri.

Korban berteriak meminta tolong. Warga pun berdatangan dan membawa korban ke RSUD Mangusada, Kapal, Mengwi, Badung.

Sayangnya, saat proses evakuasi, korban meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit akibat pendarahan.


DENPASAR-Emosi sesaat karena cemburu buta usai melihat teman perempuannya bersama laki-laki lain harus dibayar mahal oleh Oki Pemila alias Yunus, 32.

 Pasalnya, atas perbuatannya menghabisi nyawa pacarnya (Korban Elsabet Adji), pria asal Paberi Wai, Sumba Timur, NTT harus meringkuk dibalik jeruji selama 13 tahun.

Seperti terungkap saat sidang pembacaan amar putusan (vonis) yang digelar secara daring atau online, Selasa (9/3).

Saat sidang, Majelis Hakim PN Denpasar, Dewa Budi Watsara mengganjar Terdakwa Oki Pemila dengan hukuman pidana penjara selama 13 tahun.

Vonis 13 tahun penjara bagi terdakwa, itu karena hakim menilai, Oki Pemila terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana melanggara Pasal 338 KUHP.

 Atas putusan majelis hakim, Terdakwa Oki Pemila langsung terdiam. Bahkan raut wajahnya juga langsung pucat.

 “Bagaimana terdakwa, menerima atau tidak putusan ini?” tanya hakim Dewa Budi Watsara.

Mendengar pertanyaan majelis hakim, terdakwa yang didampingi pengacara kemudian menyatakan menerima. “Ya, saya menerima, Yang Mulia,” ucapnya lirih.

Baca Juga:  Tak Sangka, Tega Bunuh Ayah Meski Dikenal Sebagai Anak Kesayangan

Senada dengan terdakwa, JPU AA Teja Buana yang sebelumnya sempat menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama 15 tahun juga menyatakan menerima atas putusan hakim yang dijatuhkan kepada terdakwa.

“Kami juga menerima, Yang Mulia,” sahut Gung Teja.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan yang dilakukan Terdakwa Oki terjadi pada 10 Agustus 2020 pukul 13.40 WITA di Jalan I Wayan Gentuh V, Dalung, Kuta Utara, Badung.

Sehari sebelum pembunuhan terjadi, Oki dari Nusa Dua menuju kos korban dengan mengendarai sepeda motor. Terdakwa tiba di kos korban sekitar Pukul 00.00 WITA.

Sesampainya di kamar kos korban, terdakwa mengetuk pintu kamar namun korban tidak membuka pintu kamar.

Saat itu terdakwa melihat sapu lidi di samping kamar kos korban. Terdakwa lantas melemparkan sapu ke dalam kamar melalui ventilasi udara.

Beberapa saat kemudian dari dalam kamar kos korban ada seorang kos laki-laki menyingkap gorden. Terdakwa pun terkejut.

Spontan terdakwa marah pada korban. Namun, terdakwa tidak melakukan tindakan keributan.

Baca Juga:  Jadi Tersangka Perampas Mobil Taksi, Ini Dalih Karisma Gultom…

Terdakwa pergi ke dapur umum kos-kosan dan mengambil pisau.

Kemudian pisau diselipkan di pinggang. Terdakwa selanjutnya kembali pulang ke bedeng di Perumahan Puri Gading Nusa Dua.

“Terdakwa yang cemburu berniat menusukkan pisau tersebut pada korban,” beber Gung Teja.

Keesokan harinya atau sekitar pukul 12.00 WITA, terdakwa dan korban saling berbalas pesan di messenger untuk bertemu.

Selanjutnya wanita muda ini mengiyakan. Namun korban tidak mau bertemu dengan terdakwa di kamar kos.

Singkat cerita, korban menunggu terdakwa di sebuah gang sempit dekat kamar kos-kosan.

Namun, yang terjadi terdakwa langsung turun dari motor dan mendekati korban lalu menusukkan pisau ke bagian perut korban.

Usai menusuk korban, terdakwa langsung membuang pisau dan melarikan diri.

Korban berteriak meminta tolong. Warga pun berdatangan dan membawa korban ke RSUD Mangusada, Kapal, Mengwi, Badung.

Sayangnya, saat proses evakuasi, korban meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit akibat pendarahan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/