alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Dijebloskan ke Penjara, Nyoman Bawa Ngaku ke Kafe Seminggu Dua Kali

TABANAN – Ketua LPD Desa Adat Kota Tabanan, Ir. I Nyoman Bawa, 58, yang dijebloskan ke penjara karena diduga korupsi di LPD membuat pernyataan yang mengejutkan. Dia mengaku sering ke kafe menggunakan uang hasil korupsi.

 

Ketika pelimpahan ke Kejari Tabanan, Nyoman Bawa mengaku uang LPD tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Juga dirinya gunakan untuk bersenang-senang.

 

“Saya pakai uang LPD ke kafe sendirian. Saya bisa ke kafe daerah Kuta dan juga daerah Negara, Jembrana. Seminggu bisa dua kali saya ke kafe pakai uang LPD. Saya bawa uang Rp 5-10 juta,” ungkapnya.

 

Disinggung apakah ada wanita simpanan di kafe, I Nyoman Bawa membantah. Dia mengaku tidak memiliki wanita simpanan atau cewek kafe.

 

“Saya cuma kecanduan minuman saja,” ucapnya.

 

“Jujur saya menyesal memakai uang LPD, saya juga pingin ikutan mati sama seperti bendahara LPD, karena banyak uang LPD saya pakai,” tandasnya.

 

I Nyoman Bawa mengaku memakai uang LPD sejatinya ikut-ikutan saja. Karena banyak pengurus LPD yang memakai uang LPD tidak mengembalikan. Itupun mencapai puluhan juta rupiah.

 

“Saya justru ikut kebablasan memakai uang LPD,” akunya.

 

Diketahui, Nyoman Bawa dijebloskan ke tahanan bersama sekretaris LPD Kota Tabanan Dra. Cok Istri Adnyana Dewi, 55. Menurut Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, keduanya diduga korupsi yang merugikan LPD hingga Rp7,3 miliar.



TABANAN – Ketua LPD Desa Adat Kota Tabanan, Ir. I Nyoman Bawa, 58, yang dijebloskan ke penjara karena diduga korupsi di LPD membuat pernyataan yang mengejutkan. Dia mengaku sering ke kafe menggunakan uang hasil korupsi.

 

Ketika pelimpahan ke Kejari Tabanan, Nyoman Bawa mengaku uang LPD tersebut digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Juga dirinya gunakan untuk bersenang-senang.

 

“Saya pakai uang LPD ke kafe sendirian. Saya bisa ke kafe daerah Kuta dan juga daerah Negara, Jembrana. Seminggu bisa dua kali saya ke kafe pakai uang LPD. Saya bawa uang Rp 5-10 juta,” ungkapnya.

 

Disinggung apakah ada wanita simpanan di kafe, I Nyoman Bawa membantah. Dia mengaku tidak memiliki wanita simpanan atau cewek kafe.

 

“Saya cuma kecanduan minuman saja,” ucapnya.

 

“Jujur saya menyesal memakai uang LPD, saya juga pingin ikutan mati sama seperti bendahara LPD, karena banyak uang LPD saya pakai,” tandasnya.

 

I Nyoman Bawa mengaku memakai uang LPD sejatinya ikut-ikutan saja. Karena banyak pengurus LPD yang memakai uang LPD tidak mengembalikan. Itupun mencapai puluhan juta rupiah.

 

“Saya justru ikut kebablasan memakai uang LPD,” akunya.

 

Diketahui, Nyoman Bawa dijebloskan ke tahanan bersama sekretaris LPD Kota Tabanan Dra. Cok Istri Adnyana Dewi, 55. Menurut Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, keduanya diduga korupsi yang merugikan LPD hingga Rp7,3 miliar.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/