alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Eks Marketing Bank Plat Merah TSK Korupsi KUR Segera Dilimpahkan

MANGUPURA-Kasus dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) salah satu bank pelat merah di Badung, dengan Tersangka Ida Bagus GS memasuki babak baru.

Rencananya atas kasus ini, jaksa penyidik Kejari Badung dalam waktu dekat akan  melimpahkan berkas perkara ke jaksa penuntut.

“Sekarang berkas sudah hampir selesai. Sekitar dua pekan lagi berkas sudah kami limpahkan ke jaksa penuntut,” ujar Kasi Pidsus Kejari Badung, Dewa Arya Lanang Raharja diwawancarai kemarin (9/4).

Dijelaskan Lanang, saat ini pihaknya tinggal meminta keterangan satu orang saksi ahli keuangan negara.

Saksi ahli ini baru bisa memberikan keterangan setelah Hari Raya Kuningan. Menurut Lanang, saksi ahli tersebut dibutuhkan untuk memperkuat hasil penyidikan.

Baca Juga:  [Heboh] Saldo Nasabah BRI di Tabanan Mendadak Raib Hingga Ratusan Juta

“Secara garis besar berkas sudah siap. Tapi, dengan keterangan saksi ahli akan semakin memperkuat,” imbuh jaksa asal Buleleng itu.

Karena berkas belum rampung, maka masa penahanan terdakwa diperpanjang kembali. Tersangka ditahan sejak 3 Maret 2021.

Ditanya kapan berkas bisa dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan, Lanang memperkirakan akhir Mei.

“Secepatnya, begitu P-21 (berkas lengkap) langsung kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar,” tukasnya.

Kejari Badung juga menolak permohonan pengalihan penahanan yang diajukan penasihat hukum tersangka.

Meskipun keluarga tersangka menjadi jaminan, Lanang menyebut pertimbangan subjektif menjadi alasan tidak mengabulkan permohonan pengalinan pernahanan.

Salah satu pertimbangannya, karena penyidik khawatir tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti.

Baca Juga:  Berkedok Jual Beli Saham Resto, Berhasil Tipu Korban hingga Semiliar

Seperti diketahui, Tersangka Ida Bagus GS sebelumnya adalah marketing salah satu bank pelat merah di Kuta, Badung.

Ia disangka melakukan korupsi dana bank hingga Rp 1 miliar.

Perbuatan dilakukan sejak 2013 sampai 2017. “Uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Salah satunya dipakai main judi online,” ujar Kajari Badung, I Ketut Maha Agung.

Tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor Pasal 64 KUHP. 

- Advertisement -

- Advertisement -

MANGUPURA-Kasus dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) salah satu bank pelat merah di Badung, dengan Tersangka Ida Bagus GS memasuki babak baru.

Rencananya atas kasus ini, jaksa penyidik Kejari Badung dalam waktu dekat akan  melimpahkan berkas perkara ke jaksa penuntut.

“Sekarang berkas sudah hampir selesai. Sekitar dua pekan lagi berkas sudah kami limpahkan ke jaksa penuntut,” ujar Kasi Pidsus Kejari Badung, Dewa Arya Lanang Raharja diwawancarai kemarin (9/4).


Dijelaskan Lanang, saat ini pihaknya tinggal meminta keterangan satu orang saksi ahli keuangan negara.

Saksi ahli ini baru bisa memberikan keterangan setelah Hari Raya Kuningan. Menurut Lanang, saksi ahli tersebut dibutuhkan untuk memperkuat hasil penyidikan.

Baca Juga:  Ironis, Demi Rp1,5 Juta, Ketua KUA Petang Kehilangan Jabatan dan Dibui

“Secara garis besar berkas sudah siap. Tapi, dengan keterangan saksi ahli akan semakin memperkuat,” imbuh jaksa asal Buleleng itu.

Karena berkas belum rampung, maka masa penahanan terdakwa diperpanjang kembali. Tersangka ditahan sejak 3 Maret 2021.

Ditanya kapan berkas bisa dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan, Lanang memperkirakan akhir Mei.

“Secepatnya, begitu P-21 (berkas lengkap) langsung kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar,” tukasnya.

Kejari Badung juga menolak permohonan pengalihan penahanan yang diajukan penasihat hukum tersangka.

Meskipun keluarga tersangka menjadi jaminan, Lanang menyebut pertimbangan subjektif menjadi alasan tidak mengabulkan permohonan pengalinan pernahanan.

Salah satu pertimbangannya, karena penyidik khawatir tersangka melarikan diri, mengulangi perbuatannya, dan menghilangkan barang bukti.

Baca Juga:  Jual Suket Rp 250 Ribu, Pemalsu Surat Rapid Test Terancam 6 Tahun Bui

Seperti diketahui, Tersangka Ida Bagus GS sebelumnya adalah marketing salah satu bank pelat merah di Kuta, Badung.

Ia disangka melakukan korupsi dana bank hingga Rp 1 miliar.

Perbuatan dilakukan sejak 2013 sampai 2017. “Uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Salah satunya dipakai main judi online,” ujar Kajari Badung, I Ketut Maha Agung.

Tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor Pasal 64 KUHP. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/