alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Gegara LPJ Dimatikan karena PPKM Darurat, IRT Jadi Korban Tabrak Lari

AMLAPURA – Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berusia lanjut menjadi korban tabrak lari sekitar pukul 04.30 Jumat pagi (9/7).

Korban adalah Ni Wayan Suartini, 67, warga Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Korban ditabrak di wilayah Jalan Raya Pesaban, Desa Pesaban, saat akan membeli kebutuhan dapur.

Perbekel Desa Pesaban, Gede Widiasa mengungkapkan, informasi kecelakaan yang menimpa salah satu warganya itu, baru ia terima sekitar pukul 05.30.

Dari keterangan warga, Suartini keluar rumah sekitar pukul 04.30 untuk membeli kebutuhan dapur.

Kebetulan lokasi rumahnya berada di pinggir jala raya.

“Korban ditemukan warga lain dalam kondisi tergelatak sambil merintih kesakitan,” ujarnya dikonfirmasi via sambungan telepon.

Baca Juga:  Diperiksa Sembilan Jam, Polres Badung Langsung Tahan Zaenal Tayeb

Padahal lanjut Widiasa, jarak kecelakaan dengah rumah korban hanya lima meter.

Saat itu korban hendak berbelanja di warung. Kecurigaan warga bahwa Suartini menjadi korban tabrak lari, karena di lokasi kejadian ditemukan serpihan helm.

“Kemungkinan karena tidak ada yang melihat kebetulan masih sepi, dan gelap karena pemadaman lampu penerang jalan selama PPKM, pengendara motor langsung kabur,” kata Widiasa.

Namun ada salah seorang warga yang melihat, hanya saja kurang jelas. Jenis motor yang menabrak tersebut mirip seperti Yamaha Nmax.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memanggil keluarga korban dan langsung dibawa menuju RSUD Klungkung untuk mendapat perawatan medis.

“Langsung dibawa sama anaknya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bukan Jasad Pemancing,Status Mayat Ngambang di Pantai Klotok Misterius

Akibat kejadian itu, Suartini menderita luka-luka lecet pada bagian badan dan kepala. Yang paling parah, kaki kirinya patah.

Widiasa pun mengatakan, kemungkinan penyebab kecelakaan lantaran Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) yang ada di dekat lokasi kejadian padam, sehingga wilayah tersebut gelap yang mengakibatkan pandangan pengendara jadi terbatas.

“Makanya saya sudah koordinasikan ke Dishub Karangasem. Agar lampu penerang jalan setiap jam 4 pagi dihidupkan. Karena jam-jam itu masyarakat kami sudah memulai aktivitas. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan raya,” tandasnya


AMLAPURA – Salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berusia lanjut menjadi korban tabrak lari sekitar pukul 04.30 Jumat pagi (9/7).

Korban adalah Ni Wayan Suartini, 67, warga Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Karangasem.

Korban ditabrak di wilayah Jalan Raya Pesaban, Desa Pesaban, saat akan membeli kebutuhan dapur.

Perbekel Desa Pesaban, Gede Widiasa mengungkapkan, informasi kecelakaan yang menimpa salah satu warganya itu, baru ia terima sekitar pukul 05.30.

Dari keterangan warga, Suartini keluar rumah sekitar pukul 04.30 untuk membeli kebutuhan dapur.

Kebetulan lokasi rumahnya berada di pinggir jala raya.

“Korban ditemukan warga lain dalam kondisi tergelatak sambil merintih kesakitan,” ujarnya dikonfirmasi via sambungan telepon.

Baca Juga:  Pejalan Kaki Korban Tabrak Lari Tewas, TSK Akhirnya Menyerahkan Diri

Padahal lanjut Widiasa, jarak kecelakaan dengah rumah korban hanya lima meter.

Saat itu korban hendak berbelanja di warung. Kecurigaan warga bahwa Suartini menjadi korban tabrak lari, karena di lokasi kejadian ditemukan serpihan helm.

“Kemungkinan karena tidak ada yang melihat kebetulan masih sepi, dan gelap karena pemadaman lampu penerang jalan selama PPKM, pengendara motor langsung kabur,” kata Widiasa.

Namun ada salah seorang warga yang melihat, hanya saja kurang jelas. Jenis motor yang menabrak tersebut mirip seperti Yamaha Nmax.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memanggil keluarga korban dan langsung dibawa menuju RSUD Klungkung untuk mendapat perawatan medis.

“Langsung dibawa sama anaknya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Heboh! Oknum Dokter di Gianyar Jadi Calo Operasi Pasien BPJS

Akibat kejadian itu, Suartini menderita luka-luka lecet pada bagian badan dan kepala. Yang paling parah, kaki kirinya patah.

Widiasa pun mengatakan, kemungkinan penyebab kecelakaan lantaran Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) yang ada di dekat lokasi kejadian padam, sehingga wilayah tersebut gelap yang mengakibatkan pandangan pengendara jadi terbatas.

“Makanya saya sudah koordinasikan ke Dishub Karangasem. Agar lampu penerang jalan setiap jam 4 pagi dihidupkan. Karena jam-jam itu masyarakat kami sudah memulai aktivitas. Apalagi jalan tersebut merupakan jalan raya,” tandasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/