alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Langgar PPKM, Karaoke Platinum dan EC Executive Cuma Didenda Rp1 Juta

DENPASAR – Tempat Karaoke Platinum dan EC Executive di Denpasar telah terbukti melaggar PPKM Level 4. Sekalipun demikian, sanksi yang diberikan kepada kedua karaoke yang sengaja melanggar PPKM ini sangat ringan.

 

“Sudah diperiksa, dikenai sanksi denda,” kata Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Sayoga, Senin (9/8/2021).

 

Menurut Sayoga, denda yang diberikan kepada masing-masing tempat karaoke itu adalah uang Rp1 juta.

 

Selain denda, Sayoga mengatakan, tempat hiburan tersebut juga dikenai sanki penutupan sementara. “Dan penutupan sementara,” katanya.

 

Padahal, menurut Inmendagri 27 tahun 2021 dan SE Gubernur Bali Nomor 13 tahun 2021 serta Peraturan Wali Kota Denpasar, penutupan usaha semacam tempat hiburan ini bukan lah sanksi. Menurut aturan terkait PPKM Level 4 itu memang seluruh tempat hiburan bahkan tempat wisata juga ditutup untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Geger Karyawati Laundry Gantung Diri di Depan Pintu Kamar Kos

 

Sayoga menegaskan, dua tempat hiburan itu yakni Platinum Executive Club’ dan EC Executive Karaoke Bali terbukti melanggar PPKM Level 4 di Denpasar. Dua tempat hiburan itu memang beroperasi di tengah PPKM padahal usaha jenis ini dilarang beroperasi.

Sayoga menegaskan, kedua tempat hiburan itu terbukti melanggar Pasal 10 ayat (1) huruf A, Peraturan Wali Kota Denpasar nomor 17 tahun 2021, juncto Pasal 17 ayat (2) huruf b Peraturan Wali Kota Denpasar nomor 17 tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. 

 

Selain dikenakan denda, para pihak pengelola tempat hiburan itu juga membuat surat pernyataan. Surat pernyataan itu isinya bahwa para pengelola berjanji tidak akan membuka tempat usahanya selama pemberlakuan PPKM.

Baca Juga:  Sulendra Ditemukan Jadi Mayat, Ombak Tinggi Jadi Kendala Evakuasi

 

“Jika terbukti melanggar lagi, maka mereka akan dikenai hukuman sesuai undang-undang yang berlaku,” terang Sayoga.

 

Dia pun menjelaskan, setelah ini, selanjutnya pihaknya melakukan berkoordinasi dengan tim untuk melakukan penutupan.

 

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial yang menyebutkan dua tempat hiburan malam di Denpasar, Platinum Executive Club’ yang terletak di Jalan Suwung Batan Kendal Nomor 20, Sesetan, Denpasar Selatan, dan EC Executive Karaoke Bali yang terletak di Jalan Imam Bonjol nomor 386, Denpasar masih beroperasi di masa pemberlakukan PPKM level 4. 

 

Sebagaimana yang beredar, dua tempat hiburan malam itu diduga beroperasi secara kucing-kucingan. Mereka kerap mematikan lampu depan tempatnya agar terlihat dari luar seolah-olah tempat itu sedang ditutup. Namun ternyata di dalamnya, tempat itu masih beroperasi.


DENPASAR – Tempat Karaoke Platinum dan EC Executive di Denpasar telah terbukti melaggar PPKM Level 4. Sekalipun demikian, sanksi yang diberikan kepada kedua karaoke yang sengaja melanggar PPKM ini sangat ringan.

 

“Sudah diperiksa, dikenai sanksi denda,” kata Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Sayoga, Senin (9/8/2021).

 

Menurut Sayoga, denda yang diberikan kepada masing-masing tempat karaoke itu adalah uang Rp1 juta.

 

Selain denda, Sayoga mengatakan, tempat hiburan tersebut juga dikenai sanki penutupan sementara. “Dan penutupan sementara,” katanya.

 

Padahal, menurut Inmendagri 27 tahun 2021 dan SE Gubernur Bali Nomor 13 tahun 2021 serta Peraturan Wali Kota Denpasar, penutupan usaha semacam tempat hiburan ini bukan lah sanksi. Menurut aturan terkait PPKM Level 4 itu memang seluruh tempat hiburan bahkan tempat wisata juga ditutup untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Jero Jangol Dijebloskan di Rutan Mako Brimob, Ini Alasan Penyidik...

 

Sayoga menegaskan, dua tempat hiburan itu yakni Platinum Executive Club’ dan EC Executive Karaoke Bali terbukti melanggar PPKM Level 4 di Denpasar. Dua tempat hiburan itu memang beroperasi di tengah PPKM padahal usaha jenis ini dilarang beroperasi.

Sayoga menegaskan, kedua tempat hiburan itu terbukti melanggar Pasal 10 ayat (1) huruf A, Peraturan Wali Kota Denpasar nomor 17 tahun 2021, juncto Pasal 17 ayat (2) huruf b Peraturan Wali Kota Denpasar nomor 17 tahun 2021 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru. 

 

Selain dikenakan denda, para pihak pengelola tempat hiburan itu juga membuat surat pernyataan. Surat pernyataan itu isinya bahwa para pengelola berjanji tidak akan membuka tempat usahanya selama pemberlakuan PPKM.

Baca Juga:  Kasus Salah Lelang Rumah Masih Buntu, Kuasa Hukum Hartono Kecewa

 

“Jika terbukti melanggar lagi, maka mereka akan dikenai hukuman sesuai undang-undang yang berlaku,” terang Sayoga.

 

Dia pun menjelaskan, setelah ini, selanjutnya pihaknya melakukan berkoordinasi dengan tim untuk melakukan penutupan.

 

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial yang menyebutkan dua tempat hiburan malam di Denpasar, Platinum Executive Club’ yang terletak di Jalan Suwung Batan Kendal Nomor 20, Sesetan, Denpasar Selatan, dan EC Executive Karaoke Bali yang terletak di Jalan Imam Bonjol nomor 386, Denpasar masih beroperasi di masa pemberlakukan PPKM level 4. 

 

Sebagaimana yang beredar, dua tempat hiburan malam itu diduga beroperasi secara kucing-kucingan. Mereka kerap mematikan lampu depan tempatnya agar terlihat dari luar seolah-olah tempat itu sedang ditutup. Namun ternyata di dalamnya, tempat itu masih beroperasi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/