alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Terungkap! Napi Kabur Dikenal Kalem, Orang Kepercayaan Sipir Rutan

RadarBali.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar menyesalkan kaburnya narapidana Putu Suciawan bin Nyoman Sutama, 33.

Itu karena selama ini pihak rutan sudah mempercayai napi asal Busungbiu, Buleleng itu. Kepala Rutan Gianyar, Putu Astawa, menyatakan atas kaburnya napi itu, pihaknya mulai berbenah.

“Petugas (yang mengantar, red) sudah diperiksa langsung oleh Kanwil (Hukum dan HAM Bali, red),” ujar Putu Astawa.

Dia menjelaskan, selama dimintai keterangan, petugas yang mengawal napi kabur itu sudah bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Lalu mengenai upaya kabur sang napi, di luar dugaan sipir yang mengawal. “Karena sudah percaya saja, sehari-hari juga biasa diajak. Namanya kita manusia,” ujar Astawa.

Baca Juga:  Banyak Residivis Keluar Masuk, Rutan Kelas IIB Gianyar Overload

Dakui, napi yang berada di bawah naungannya itu biasa keluar rutan. Tapi, napi yang keluar rutan itu biasanya sudah lama mendekam di jeruji besi dan sudah dipercaya oleh petugas.

“Napi memang biasa keluar Rutan. Kali ini cari alat musik. Karena napi ini sudah biasa main (band), makanya diajak sekali-kali cari alat musik (di bilangan Renon, red),” terangnya.

Dijelaskan Astawa, selain sudah dipercaya, napi kabur itu dinilai pandai bermain musik. “Dia hobi main musik, dia sama empat orang temannya. Kalau ada hajatan di rutan, napi ini selalu bermain musik,” jelasnya.

Mengenai rutinitas di dalam rutan, napi kabur ini tidak pernah berbuat ulah. “Sehari-hari biasa-biasa saja, baik-baik, polos,” akunya.

Baca Juga:  Kakek Pencabul Cucu Autis Diganjar 8 Tahun Bui

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, Rabu lalu (7/9), napi ini dipercaya membeli alat musik di bilangan Renon, Denpasar Timur.

Selama memilih alat musik, napi itu dikawal petugas Rutan. Di tengah perjalanan, napi ini berdalih ingin bertemu temannya di Ubud Event.

Petugas rutan percaya begitu saja dan rela menanti napi ini di dalam mobil dinas. Napi, itu hanya dapat waktu 20 menit berada di Ubud Event.

Tak lama kemudian, waktu yang diberikan lewat, si napi nakal ini tidak kembali. Dia malah kabur tanpa jejak. 



RadarBali.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar menyesalkan kaburnya narapidana Putu Suciawan bin Nyoman Sutama, 33.

Itu karena selama ini pihak rutan sudah mempercayai napi asal Busungbiu, Buleleng itu. Kepala Rutan Gianyar, Putu Astawa, menyatakan atas kaburnya napi itu, pihaknya mulai berbenah.

“Petugas (yang mengantar, red) sudah diperiksa langsung oleh Kanwil (Hukum dan HAM Bali, red),” ujar Putu Astawa.

Dia menjelaskan, selama dimintai keterangan, petugas yang mengawal napi kabur itu sudah bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Lalu mengenai upaya kabur sang napi, di luar dugaan sipir yang mengawal. “Karena sudah percaya saja, sehari-hari juga biasa diajak. Namanya kita manusia,” ujar Astawa.

Baca Juga:  Empat Pelaku Pencurian Dibekuk, Dua Diantaranya Sudah Jadi TO Polisi

Dakui, napi yang berada di bawah naungannya itu biasa keluar rutan. Tapi, napi yang keluar rutan itu biasanya sudah lama mendekam di jeruji besi dan sudah dipercaya oleh petugas.

“Napi memang biasa keluar Rutan. Kali ini cari alat musik. Karena napi ini sudah biasa main (band), makanya diajak sekali-kali cari alat musik (di bilangan Renon, red),” terangnya.

Dijelaskan Astawa, selain sudah dipercaya, napi kabur itu dinilai pandai bermain musik. “Dia hobi main musik, dia sama empat orang temannya. Kalau ada hajatan di rutan, napi ini selalu bermain musik,” jelasnya.

Mengenai rutinitas di dalam rutan, napi kabur ini tidak pernah berbuat ulah. “Sehari-hari biasa-biasa saja, baik-baik, polos,” akunya.

Baca Juga:  Polisi Protes Hakim Soal Vonis Ringan WNA Narkoba. Netizen: Lagu Lama!

Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, Rabu lalu (7/9), napi ini dipercaya membeli alat musik di bilangan Renon, Denpasar Timur.

Selama memilih alat musik, napi itu dikawal petugas Rutan. Di tengah perjalanan, napi ini berdalih ingin bertemu temannya di Ubud Event.

Petugas rutan percaya begitu saja dan rela menanti napi ini di dalam mobil dinas. Napi, itu hanya dapat waktu 20 menit berada di Ubud Event.

Tak lama kemudian, waktu yang diberikan lewat, si napi nakal ini tidak kembali. Dia malah kabur tanpa jejak. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/