alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Duh, Jendral Petrus Sebut Banyak Massa Demo Bukan Orang Bali

DENPASAR – Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose turun langsung memantau aksi demonstrasi menolak Omnibus Law yang digelar di depan kampus Unud, Sudirman, Denpasar Kamis petang kemarin (8/10).

Aksi demo yang diikuti ribuan mahasiswa dan buruh itu sempat memancing terjadinya kericuhan. Bahkan, polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata ke arah ribuan demonstran. 

Aksi demo baru benar-benar usai sekitar pukul 19.30 Wita. “Situasi sudah oke, tidak ada petugas yang terluka dan tak ada yang dilakukan penangkapan kepada adik-adik mahasiswa,” terang Irjen Petrus Golose kepada awak media usai aksi demo.

Irjen Petrus Golose berpendapat bahwa aksi yang dilakukan oleh polisi terhadap massa aksi dilakukan dengan humanis.

Baca Juga:  Sebelum Iswaldi Kepruk Kepala Sendiri, Ternyata Ni Kadek Ayu Punya Dua Pacar

Tindakan aparat itu juga menurut dia sudah sesuai dengan standar SOP yang berlaku. “Jadi ini yang sudah dilakukan oleh anggota.

Saya berusaha menenangkan anggota agar tak terprovokasi dengan provokasi yang ada. Tidak ada yang terluka,” ujar Irjen Petrus Golose.

Irjen Petrus Golose juga menambahkan bahwa banyak massa yang ikut dalam aksi itu bukan orang Bali.

“Bisa dilihat kita dengan kearifan lokal dan banyak yang hadir bukan orang bali. Sehingga kita menggunakan bahasa Bali agar mau keluar.

Saya memantau langsung dan mereka keluar pelan-pelan. Hanya disuruh mereka,” klaim Irjen Petrus Golose. 

Selanjutnya, kata dia, polisi akan melakukan patroli berskala besar untuk mencegah adanya massa yang datang aksi lagi.

Baca Juga:  Duh Baru Keluar dari Penjara, Duo Residivis Ranmor Curi Motor Lagi

“Ini mahasiswa, kita berusaha persuasif. Ini anak-anak kita atau saya. Kita persuasif,” tandas jendral bintang dua asal Manado, Sulawesi Utara ini.



DENPASAR – Kapolda Bali, Irjen Pol Petrus Reinhard Golose turun langsung memantau aksi demonstrasi menolak Omnibus Law yang digelar di depan kampus Unud, Sudirman, Denpasar Kamis petang kemarin (8/10).

Aksi demo yang diikuti ribuan mahasiswa dan buruh itu sempat memancing terjadinya kericuhan. Bahkan, polisi berusaha membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata ke arah ribuan demonstran. 

Aksi demo baru benar-benar usai sekitar pukul 19.30 Wita. “Situasi sudah oke, tidak ada petugas yang terluka dan tak ada yang dilakukan penangkapan kepada adik-adik mahasiswa,” terang Irjen Petrus Golose kepada awak media usai aksi demo.

Irjen Petrus Golose berpendapat bahwa aksi yang dilakukan oleh polisi terhadap massa aksi dilakukan dengan humanis.

Baca Juga:  Kompor Gas Meledak, Kafe Milik Bule Prancis Hangus Terbakar

Tindakan aparat itu juga menurut dia sudah sesuai dengan standar SOP yang berlaku. “Jadi ini yang sudah dilakukan oleh anggota.

Saya berusaha menenangkan anggota agar tak terprovokasi dengan provokasi yang ada. Tidak ada yang terluka,” ujar Irjen Petrus Golose.

Irjen Petrus Golose juga menambahkan bahwa banyak massa yang ikut dalam aksi itu bukan orang Bali.

“Bisa dilihat kita dengan kearifan lokal dan banyak yang hadir bukan orang bali. Sehingga kita menggunakan bahasa Bali agar mau keluar.

Saya memantau langsung dan mereka keluar pelan-pelan. Hanya disuruh mereka,” klaim Irjen Petrus Golose. 

Selanjutnya, kata dia, polisi akan melakukan patroli berskala besar untuk mencegah adanya massa yang datang aksi lagi.

Baca Juga:  Tewas Usai Jukung Dihantam Ombak, Polair Imbau Waspadai Cuaca Buruk

“Ini mahasiswa, kita berusaha persuasif. Ini anak-anak kita atau saya. Kita persuasif,” tandas jendral bintang dua asal Manado, Sulawesi Utara ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/