alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Geledah Rumah Mendiang, Polisi Temukan Pikulan Kayu dan Benda Tumpul

MENINGGALNYA I Kadek Sepi, bocah 13 tahun asal Banjar Banjar Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem yang diduga dianiaya ayahnya masih terus didalami polisi.

 

Terbaru, dari kasus ini, setelah dilakukan pembongkaran kuburan dan proses otopsi, polisi kembali mendatangi rumah orang tua mendiang.

 

Lalu apa hasil temuan saat polisi?

 

ZULFIKA RAHMAN, Karangasem

- Advertisement -

 

Kapolres Karangasem, AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna didampingi Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Aris Setyanto ditemui di ruangannya kemarin mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap kasus yang menyita publik ini.

 

“Kami masih menunggu hasil resmi otopsi dari forensik dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan serta memeriksa sejumlah saksi-saksi,” terang AKBP Ricko, Jumat (8/10) kemarin.

Baca Juga:  Heboh, Warga Karangasem Digegerkan Penemuan Kuburan Bayi

 

Nantinya hasil otopsi itu lanjut AKBP Ricko akan dicocokan dengan beberapa bukti-bukti temuan polisi di lapangan.

 

Namun sebelum adanya hasil otopsi, hingga saat ini pihak kepolisian belum berani mereka-reka apakah kematian I Kadek Sepi ini akibat penganiayaan seperti yang dilaporkan I Komang Eka Putra yang masih kerabat dekat korban atau disebabkan sakit seperti pengakuan ayah korban I Nengah Kicen.

 

“Nanti hasil otopsi itu kamu konfrontir dengan bukti-bukti lain. Misalnya ketika ada indikasi penganiayaan kamu dalami juga beberapa organ-organ yang menunjukkan adanya kekerasan itu,” kata Ricko.

 

Disinggung mengenai temuan adanya barang bukti berupa pikulan kayu dan sejumlah benda tumpul lainnya, Ricko belum berani menyimpulkan tanpa adanya bukti pendukung.

Baca Juga:  BIKIN GEGER! Sembunyi di Bali, Garong Bank Rp 4,1 T Untuk Foya-Foya

 

“Bisa saja misalnya ada sidik jari mungkin pikulan itu sempat dipegang untuk bekerja atau lainnya. Kami masih terus berproses mencari bukti. Apakah benar benda itu dibuat memukul. Jadi tim kami masih terus bekerja mengumpulkan sekecil apapun fakta di lapangan,” jelas periwira dengan pangkat dua melati di pundak ini.

 

Pasalnya saat kejadian dan ketika korban meninggal dunia, hanya ada keluarga dekat.

 

- Advertisement -

MENINGGALNYA I Kadek Sepi, bocah 13 tahun asal Banjar Banjar Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem yang diduga dianiaya ayahnya masih terus didalami polisi.

 

Terbaru, dari kasus ini, setelah dilakukan pembongkaran kuburan dan proses otopsi, polisi kembali mendatangi rumah orang tua mendiang.

 

Lalu apa hasil temuan saat polisi?

 

ZULFIKA RAHMAN, Karangasem

 

Kapolres Karangasem, AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna didampingi Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Aris Setyanto ditemui di ruangannya kemarin mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap kasus yang menyita publik ini.

 

“Kami masih menunggu hasil resmi otopsi dari forensik dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan serta memeriksa sejumlah saksi-saksi,” terang AKBP Ricko, Jumat (8/10) kemarin.

Baca Juga:  Ngebut, Rantai Putus, Jatuh, Pengendara Jupiter Tewas Seketika di TKP

 

Nantinya hasil otopsi itu lanjut AKBP Ricko akan dicocokan dengan beberapa bukti-bukti temuan polisi di lapangan.

 

Namun sebelum adanya hasil otopsi, hingga saat ini pihak kepolisian belum berani mereka-reka apakah kematian I Kadek Sepi ini akibat penganiayaan seperti yang dilaporkan I Komang Eka Putra yang masih kerabat dekat korban atau disebabkan sakit seperti pengakuan ayah korban I Nengah Kicen.

 

“Nanti hasil otopsi itu kamu konfrontir dengan bukti-bukti lain. Misalnya ketika ada indikasi penganiayaan kamu dalami juga beberapa organ-organ yang menunjukkan adanya kekerasan itu,” kata Ricko.

 

Disinggung mengenai temuan adanya barang bukti berupa pikulan kayu dan sejumlah benda tumpul lainnya, Ricko belum berani menyimpulkan tanpa adanya bukti pendukung.

Baca Juga:  Heboh, Warga Karangasem Digegerkan Penemuan Kuburan Bayi

 

“Bisa saja misalnya ada sidik jari mungkin pikulan itu sempat dipegang untuk bekerja atau lainnya. Kami masih terus berproses mencari bukti. Apakah benar benda itu dibuat memukul. Jadi tim kami masih terus bekerja mengumpulkan sekecil apapun fakta di lapangan,” jelas periwira dengan pangkat dua melati di pundak ini.

 

Pasalnya saat kejadian dan ketika korban meninggal dunia, hanya ada keluarga dekat.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/