alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

[OMG] Akun Sekkab dan Kadisbud Buleleng dibajak, Lalu Minta Pulsa

SINGARAJA– Dua pejabat di Pemkab Buleleng jadi sasaran serangan hacker.

Akun whatsapp (WA) milik Sekkab Buleleng Gede Suyasa dan akun facebook Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara, di-hack alias dibajak.

Setelah berhasil membajak akun, pelaku kemudian melakukan aksi penipuan dengan motif meminta kiriman pulsa.

Sesuai informasi, pembajakan akun milik pejabat di Buleleng, itu terjadi sejak sepekan terakhir.

Awalnya akun WhatsApp (WA) milik Sekkab Buleleng Gede Suyasa yang dibajak. Foto milik Suyasa dipasang pada nomor ponsel yang dikendalikan oleh penipu.

Insiden ini merupakan kejadian kali kedua yang dialami Suyasa. Sebelumnya pada Maret lalu, seseorang sempat mengirim pesan singkat pada bendahara pengeluaran Setda Buleleng, dengan dalih meminta nomor kombinasi brankas.

Saat dikonfirmasi wartawan Senin (9/11), Suyasa membenarkan hal tersebut. “Saya sudah minta agar Dinas Kominfosanti menindaklanjuti ke pihak kepolisian,” kata Suyasa singkat.

Sementara akun facebook Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Dody Sukma sejak Minggu (8/11) dibajak.

Sejumlah orang mengaku dikirimi pesan lewat aplikasi messenger. Intinya penipu berusaha meminta kiriman pulsa, atas nama Dody.

“Ada yang berusaha menipu minta agar dikirimi pulsa. Padahal nomor saya kan pascabayar, bukan pakai pulsa,” ujar Dody.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng I Ketut Suweca yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, insiden siber itu telah ditindaklanjuti.

Satgas Cyber Incident Response Team (CIRT) Buleleng sudah melakukan pengamanan terhadap akun tersebut. Sehingga tidak mudah menjadi target serangan siber.

“Kami sudah lakukan pengamanan akun. Kalau untuk akun WhatsApp Pak Sekda, sudah kami minta otentifikasi dua langkah. Begitu juga dengan akun facebook dari Kadisbud, juga sudah diamankan dengan otentifikasi ganda,” kata Suweca.

Lebih lanjut Suweca mengatakan, masalah serangan siber itu telah dilaporkan pada pihak kepolisian. Bahkan sudah dikoordinasikan juga dengan tim kejahatan siber Polda Bali.

Hanya saja penyelidikan mentok, karena nomor ponsel yang digunakan untuk melakukan serangan siber sudah tidak aktif lagi.



SINGARAJA– Dua pejabat di Pemkab Buleleng jadi sasaran serangan hacker.

Akun whatsapp (WA) milik Sekkab Buleleng Gede Suyasa dan akun facebook Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara, di-hack alias dibajak.

Setelah berhasil membajak akun, pelaku kemudian melakukan aksi penipuan dengan motif meminta kiriman pulsa.

Sesuai informasi, pembajakan akun milik pejabat di Buleleng, itu terjadi sejak sepekan terakhir.

Awalnya akun WhatsApp (WA) milik Sekkab Buleleng Gede Suyasa yang dibajak. Foto milik Suyasa dipasang pada nomor ponsel yang dikendalikan oleh penipu.

Insiden ini merupakan kejadian kali kedua yang dialami Suyasa. Sebelumnya pada Maret lalu, seseorang sempat mengirim pesan singkat pada bendahara pengeluaran Setda Buleleng, dengan dalih meminta nomor kombinasi brankas.

Saat dikonfirmasi wartawan Senin (9/11), Suyasa membenarkan hal tersebut. “Saya sudah minta agar Dinas Kominfosanti menindaklanjuti ke pihak kepolisian,” kata Suyasa singkat.

Sementara akun facebook Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Gede Dody Sukma sejak Minggu (8/11) dibajak.

Sejumlah orang mengaku dikirimi pesan lewat aplikasi messenger. Intinya penipu berusaha meminta kiriman pulsa, atas nama Dody.

“Ada yang berusaha menipu minta agar dikirimi pulsa. Padahal nomor saya kan pascabayar, bukan pakai pulsa,” ujar Dody.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng I Ketut Suweca yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, insiden siber itu telah ditindaklanjuti.

Satgas Cyber Incident Response Team (CIRT) Buleleng sudah melakukan pengamanan terhadap akun tersebut. Sehingga tidak mudah menjadi target serangan siber.

“Kami sudah lakukan pengamanan akun. Kalau untuk akun WhatsApp Pak Sekda, sudah kami minta otentifikasi dua langkah. Begitu juga dengan akun facebook dari Kadisbud, juga sudah diamankan dengan otentifikasi ganda,” kata Suweca.

Lebih lanjut Suweca mengatakan, masalah serangan siber itu telah dilaporkan pada pihak kepolisian. Bahkan sudah dikoordinasikan juga dengan tim kejahatan siber Polda Bali.

Hanya saja penyelidikan mentok, karena nomor ponsel yang digunakan untuk melakukan serangan siber sudah tidak aktif lagi.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/