alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Ibu-Ibu Korban Arisan Online Rp8 M Sedih 1,5 Tahun Tak Ada Tersangka

DENPASAR – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok arisan online Ira Leenzo Kitchen (ILK) dengan korban ratusan ibu-ibu senilai Rp8 miliar tak kunjung ada kejelasan. Padahal, kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Bali sejak 1,5 tahun lalu.

Sudah 1,5 tahun, penyidik Ditreskrimum Polda Bali tak mampu mengungkap tersangka arisan online ini. Bahkan, IYK, 36, yang dilaporkan oleh korban arisan online statusnya masih saja terlapor.

“Jujur, kami sangat sedih. Awalnya kami berharap banyak bisa terang, ternyata setelah satu tahun lebih tidak ada kejelasan,” kata Anastasia Novalina Handoko, 33, pelapor sekaligus korban, kemarin (8/11).

Didampingi Agus Sujoko, Anastasia menyebut awal November 2021 mendapat surat dari penyidik. Dalam surat tersebut, penyidik menemui kendala atau hambatan. Di mana terlapor IYK masih melengkapi bukti-bukti pendukung terkait kloter-kloter arisan.

Baca Juga:  Koster Sowan ke Polda, Jenderal Petrus Jamin Keamanan Kongres PDIP

“Mestinya kalau dipanggil sekali dua kali tidak datang, ya dipanggil paksa. Kalau ditunggu terus, sampai kapan? Harus ada kejelasan,” kata Agus.

Diketahui, dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini, jumlah korbannya mencapai 179 orang. Total kerugian diperkirakan Rp8 miliar.

Agus berharap uang para korban bisa dikembalikan melalui putusan pengadilan. Para korban disebut nelangsa lantaran rata-rata uang puluhan hingga ratusan juta rupiah yang digunakan arisan bukan murni uang korban.

“Ada yang pakai uangnya suami, saudara, mertua, dan kerabat. Pokoknya macam-macam jenisnya. Karena itu, para korban sangat berharap uangnya kembali,” tuturnya.

Kata dia, banyak korban yang tak berani cerita masalah ini kepada suaminya. Sebab, dari mereka sebagian ikut arisan online tanpa sepengetahuan suami. Mereka juga takut dicerai bila ketahuan suami. 

Baca Juga:  Antisipasi Masuknya Barang Terlarang, Kapolres Geledah Ruang Tahanan


DENPASAR – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok arisan online Ira Leenzo Kitchen (ILK) dengan korban ratusan ibu-ibu senilai Rp8 miliar tak kunjung ada kejelasan. Padahal, kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Bali sejak 1,5 tahun lalu.

Sudah 1,5 tahun, penyidik Ditreskrimum Polda Bali tak mampu mengungkap tersangka arisan online ini. Bahkan, IYK, 36, yang dilaporkan oleh korban arisan online statusnya masih saja terlapor.

“Jujur, kami sangat sedih. Awalnya kami berharap banyak bisa terang, ternyata setelah satu tahun lebih tidak ada kejelasan,” kata Anastasia Novalina Handoko, 33, pelapor sekaligus korban, kemarin (8/11).

Didampingi Agus Sujoko, Anastasia menyebut awal November 2021 mendapat surat dari penyidik. Dalam surat tersebut, penyidik menemui kendala atau hambatan. Di mana terlapor IYK masih melengkapi bukti-bukti pendukung terkait kloter-kloter arisan.

Baca Juga:  Penipuan Berkedok Dagang Obat Marak, Pelakunya Ternyata Orang...

“Mestinya kalau dipanggil sekali dua kali tidak datang, ya dipanggil paksa. Kalau ditunggu terus, sampai kapan? Harus ada kejelasan,” kata Agus.

Diketahui, dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini, jumlah korbannya mencapai 179 orang. Total kerugian diperkirakan Rp8 miliar.

Agus berharap uang para korban bisa dikembalikan melalui putusan pengadilan. Para korban disebut nelangsa lantaran rata-rata uang puluhan hingga ratusan juta rupiah yang digunakan arisan bukan murni uang korban.

“Ada yang pakai uangnya suami, saudara, mertua, dan kerabat. Pokoknya macam-macam jenisnya. Karena itu, para korban sangat berharap uangnya kembali,” tuturnya.

Kata dia, banyak korban yang tak berani cerita masalah ini kepada suaminya. Sebab, dari mereka sebagian ikut arisan online tanpa sepengetahuan suami. Mereka juga takut dicerai bila ketahuan suami. 

Baca Juga:  Kapolda Resmikan Panti Asuhan, Bupati Eka Langsung Sumbang Rp 100 Juta


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/