alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Diduga Bangkrut dan Tertekan, Wirausahawan Sukses di Bali Gantung Diri

TABANAN, Radar Bali – Aksi bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Bali.

Kali ini, diduga tertekan akibat akibat ekonomi terpuruk akibat terdampak pandemic, salah seorang warga di Banjar Dinas Umabian, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan, Bali nekat mengakhiri hidup dengan jalan pintas.

Korban adalah I Gede Ketut Rai Sumatra, 43. Pria yang semasa hidup sempat bekerja sebagai wirausaha sukses di Marga, ini nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di kamar.

Kapolsek Marga AKP I Gede Budiarta saat dikonfirmasi, Rabu (8/12) membenarkan.

Dijelaksan, kasus bunuh diri yang dilakukan Korban terjadi pada Selasa (7/12) sekitar pukul 18.00 WITA.

Aksi bunuh diri yang dilakukan korban diketahui pertama kali oleh anak korban, yakni Saksi I Gede Yogi Kurniawan, 16.

Baca Juga:  Masuk Lewat Gilimanuk, Jaringan Pengedar Kokain 19,51 Gram Diciduk

“Pertama kali yang mengetahui kejadian gantung diri adalah anak korban, yakni Saksi I Gede Yogi Kurniawan,” tegas AKP Budiarta.

- Advertisement -

Saat menuju kamar tidur ayahnya yang berada di lantai dua, saksi sontak terbelalak saat membuka pintu kamar korban. Pasalnya saat membukan pintu kamar, saksi sudah melihat posisi ayahnya dalam keadaan tergantung di plafon kamar tidur dengan menggunakan tali plastik warna coklat.

Melihat ayahnya gantung diri, saksi langsung berteriak memanggil keluarga korban lainnya.

Usai berteriak minta tolong, saksi kemudian mendatangi kamar dan mengecek kondisi ayahnya yang masih dalam kondisi lemas. Sambil memegang korban, saksi menyuruh keluarga lainnya mengambil pisau untuk memotong tali yang melilit pada leher korban

Baca Juga:  Tunggu Audit BPKP, Kasus Salah Anggaran PMI Gianyar Selangkah Lagi

“Guna memastikan kondisi ayahnya selanjutnya, keluarga membawa korban ke Rumah Sakit Bali holistik. Sayangnya, dari hasil pemeriksaan tim medis, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” kata AKP Budiarta.

Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, sebelum ditemukan tewas gantung diri. Korban dikenal sebagai wirausahawan sukses di daerahnya.

Namun, kondisi ekonomi korban terpuruk dan dikabarkan bangkrut akibat terdampak pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak 2 tahun lalu. Diduga akibat bangkrut dan tertekan, korban kemudian nekat memilih mengakhiri hidup dengan cara jalan pintas. 

- Advertisement -

TABANAN, Radar Bali – Aksi bunuh diri dengan cara gantung diri kembali terjadi di Bali.

Kali ini, diduga tertekan akibat akibat ekonomi terpuruk akibat terdampak pandemic, salah seorang warga di Banjar Dinas Umabian, Desa Peken Belayu, Marga, Tabanan, Bali nekat mengakhiri hidup dengan jalan pintas.

Korban adalah I Gede Ketut Rai Sumatra, 43. Pria yang semasa hidup sempat bekerja sebagai wirausaha sukses di Marga, ini nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di kamar.

Kapolsek Marga AKP I Gede Budiarta saat dikonfirmasi, Rabu (8/12) membenarkan.

Dijelaksan, kasus bunuh diri yang dilakukan Korban terjadi pada Selasa (7/12) sekitar pukul 18.00 WITA.

Aksi bunuh diri yang dilakukan korban diketahui pertama kali oleh anak korban, yakni Saksi I Gede Yogi Kurniawan, 16.

Baca Juga:  Ngamuk, Aniaya Kakak Kandung, Pria di Gianyar Bali Diamankan

“Pertama kali yang mengetahui kejadian gantung diri adalah anak korban, yakni Saksi I Gede Yogi Kurniawan,” tegas AKP Budiarta.

Saat menuju kamar tidur ayahnya yang berada di lantai dua, saksi sontak terbelalak saat membuka pintu kamar korban. Pasalnya saat membukan pintu kamar, saksi sudah melihat posisi ayahnya dalam keadaan tergantung di plafon kamar tidur dengan menggunakan tali plastik warna coklat.

Melihat ayahnya gantung diri, saksi langsung berteriak memanggil keluarga korban lainnya.

Usai berteriak minta tolong, saksi kemudian mendatangi kamar dan mengecek kondisi ayahnya yang masih dalam kondisi lemas. Sambil memegang korban, saksi menyuruh keluarga lainnya mengambil pisau untuk memotong tali yang melilit pada leher korban

Baca Juga:  Stres Menganggur Dua Tahun Gegara Pandemi, Sopir Travel Bunuh Diri

“Guna memastikan kondisi ayahnya selanjutnya, keluarga membawa korban ke Rumah Sakit Bali holistik. Sayangnya, dari hasil pemeriksaan tim medis, korban sudah dinyatakan meninggal dunia,” kata AKP Budiarta.

Sementara itu, dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, sebelum ditemukan tewas gantung diri. Korban dikenal sebagai wirausahawan sukses di daerahnya.

Namun, kondisi ekonomi korban terpuruk dan dikabarkan bangkrut akibat terdampak pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak 2 tahun lalu. Diduga akibat bangkrut dan tertekan, korban kemudian nekat memilih mengakhiri hidup dengan cara jalan pintas. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/