alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Berdalih Obati Luka, Cabuli Bocah, Tukang Bangunan Terancam 7 Tahun

DENPASAR – Perbuatan Dedy Hidayat alias Pak Irul, 39, benar-benar bejat. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bangunan itu melakukan perbuatan cabul terhadap bocah perempuan lima tahun.

“Terdakwa melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak

untuk melakukan perbuatan cabul,” beber Jaksa Penuntu Umum (JPU) Kejari Denpasar Ni Luh Oka Ariani Adikarini di muka majelis hakim yang diketua Angeliky Handajani Day, kemarin (9/1).

Perbuatan terdakwa dilakukan pada 1 September 2018 pukul 17.00, di seputaran Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Awalnya korban yang masih berusia lima tahun ‎bermain dengan temannya. Saat bermain itu tiba-tiba pelipis korban berdarah karena terkena lemparan batu temannya.

Baca Juga:  Kronologi Kematian Sepi versi Ayah sempat Kejang, Muntah dan Mencret

Melihat korban menangis‎, terdakwa memanggil korban dengan dalih untuk mengobati. Korban pun diajak masuk ke dalam kamar kos terdakwa.

Nah, saat itulah terdakwa menggerayangi kemaluan korban. “Setelah sampai di rumah korban mengeluh pada ibunya jika kemaluannya sakit.

Korban menceritakan apa yang dilakukan terdakwa. Orang tua korban melaporkan kasus ini ke polisi,” imbuh jaksa.

Berdasar hasil visum di RS Sanglah ditemukan memar pada selaput dara akibat penetrasi benda tumpul.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 290 ayat (2) KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Atas dakwana JPU, terdakwa tak menampik. Terdakwa mengakui semua yang ada dalam dakwaan. Sidang dilanjutkan dengan agenda pembuktian pekan depan. 

Baca Juga:  Lagi Menunggu Pembeli Sabu, Pengedar Narkoba Asal Jakarta Dibekuk


DENPASAR – Perbuatan Dedy Hidayat alias Pak Irul, 39, benar-benar bejat. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bangunan itu melakukan perbuatan cabul terhadap bocah perempuan lima tahun.

“Terdakwa melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak

untuk melakukan perbuatan cabul,” beber Jaksa Penuntu Umum (JPU) Kejari Denpasar Ni Luh Oka Ariani Adikarini di muka majelis hakim yang diketua Angeliky Handajani Day, kemarin (9/1).

Perbuatan terdakwa dilakukan pada 1 September 2018 pukul 17.00, di seputaran Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Awalnya korban yang masih berusia lima tahun ‎bermain dengan temannya. Saat bermain itu tiba-tiba pelipis korban berdarah karena terkena lemparan batu temannya.

Baca Juga:  TERUNGKAP! Residivis Curanmor Didor Setelah Curi Motor untuk Tajen

Melihat korban menangis‎, terdakwa memanggil korban dengan dalih untuk mengobati. Korban pun diajak masuk ke dalam kamar kos terdakwa.

Nah, saat itulah terdakwa menggerayangi kemaluan korban. “Setelah sampai di rumah korban mengeluh pada ibunya jika kemaluannya sakit.

Korban menceritakan apa yang dilakukan terdakwa. Orang tua korban melaporkan kasus ini ke polisi,” imbuh jaksa.

Berdasar hasil visum di RS Sanglah ditemukan memar pada selaput dara akibat penetrasi benda tumpul.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 290 ayat (2) KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Atas dakwana JPU, terdakwa tak menampik. Terdakwa mengakui semua yang ada dalam dakwaan. Sidang dilanjutkan dengan agenda pembuktian pekan depan. 

Baca Juga:  Kemana-mana Bawa Pisau Bikin Turis di Kuta Resah, Haposan Diciduk

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/