alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Ngotot Tak Bersalah, Tega ‘Sapu’ Nyawa Korban karena Kasar dan Kejam

Kasus pembunuhan berdarah saat pesta miras di Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin malam (8/2) sudah terkuak.

Polisi juga sudah menangkap dan menjebloskan Ida Kade Suardana alias Ida Lempog, 38, pelaku pembunuhan tunggal terhadap korban Kadek Sutarjana, 48, ke sel tahanan.

Lalu seperti apa pengakuan tersangka hingga dia tega membunuh korban?

 

EKA PRASETYA, Singaraja

 

SETELAH tiga hari dua malam dijebloskan ke sel tahanan Polsek Banjar, pria asal Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng ini, Rabu (10/2) dibawa ke Mapolres Buleleng.

Sebelum dipamerkan ke media, pria ini sempat dititip di sel tahanan Mapolres Buleleng. Setelah itu, siang menjelang sore, Ida Lempog_sapaan Tersangka Ida Kade Sudarsana dengan kedua tangan dan kaki terborgol kemudian dibawa petugas ke ruang Humas.

Baca Juga:  Butuh Biaya Persalinan Istri, Nekat Jambret, Warga Bondalem Diciduk

Didampingi Kapolsek Banjar Kompol Made Dwi Agus Wirawan dan kasubag Humas Polres Buleleng, Tersangka Ida Lempog inipun akhirnya buka suara.

Terkait insiden berdarah itu, Tersangka Ida Lempog mengaku bahwa sebelum menghabisi nyawa korban, ia sempat dipukul lebih dulu oleh korban.

Menurut Lempok, ia mengaku sempat dipukul sebanyak enam kali oleh korban.

Bahkan, meski telah menghabisi nyawa korban, Tersangka Lempog tetap bersikukuh tidak bersalah dan berdalih melakukan pembunuhan karena membela diri.

“Dia berkata-kata kasar. Saya sudah merendah, walau nggak bersalah saya tetap minta maaf. Kok dia (korban) kejam seperti itu. Habis itu saya sapu dia, jatuh, baru langsung kejadian seperti itu,” klaim tersangka Lempog.

Baca Juga:  Bikin Geleng Kepala, Bocah Ini Sudah Curi Hewan Warga di 15 TKP

Sementara itu, Kapolsek Banjar Kompol Made Dwi Agus Wirawan, menjelaskan, usai membunuh korban, tersangka langsung pergi meninggalkan TKP.

Tersangka, imbul Kompol Agus Wirawan pergi ke arah Bubunan dengan berjalan kaki.

Namun atas pengakuan tersangka yang kabur ke arah Bubuan dengan jalan kaki tak langsung percaya.

“Kami belum percaya. Karena jarak dari TKP sampai dengan lokasi persembunyian tersangka di Bubunan itu jaraknya kan jauh,” imbuhnya.

 

 

 



Kasus pembunuhan berdarah saat pesta miras di Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin malam (8/2) sudah terkuak.

Polisi juga sudah menangkap dan menjebloskan Ida Kade Suardana alias Ida Lempog, 38, pelaku pembunuhan tunggal terhadap korban Kadek Sutarjana, 48, ke sel tahanan.

Lalu seperti apa pengakuan tersangka hingga dia tega membunuh korban?

 

EKA PRASETYA, Singaraja

 

SETELAH tiga hari dua malam dijebloskan ke sel tahanan Polsek Banjar, pria asal Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng ini, Rabu (10/2) dibawa ke Mapolres Buleleng.

Sebelum dipamerkan ke media, pria ini sempat dititip di sel tahanan Mapolres Buleleng. Setelah itu, siang menjelang sore, Ida Lempog_sapaan Tersangka Ida Kade Sudarsana dengan kedua tangan dan kaki terborgol kemudian dibawa petugas ke ruang Humas.

Baca Juga:  P-21, Empat Penyelundup Ganja 97 Kilo ke Bali Segera Disidang

Didampingi Kapolsek Banjar Kompol Made Dwi Agus Wirawan dan kasubag Humas Polres Buleleng, Tersangka Ida Lempog inipun akhirnya buka suara.

Terkait insiden berdarah itu, Tersangka Ida Lempog mengaku bahwa sebelum menghabisi nyawa korban, ia sempat dipukul lebih dulu oleh korban.

Menurut Lempok, ia mengaku sempat dipukul sebanyak enam kali oleh korban.

Bahkan, meski telah menghabisi nyawa korban, Tersangka Lempog tetap bersikukuh tidak bersalah dan berdalih melakukan pembunuhan karena membela diri.

“Dia berkata-kata kasar. Saya sudah merendah, walau nggak bersalah saya tetap minta maaf. Kok dia (korban) kejam seperti itu. Habis itu saya sapu dia, jatuh, baru langsung kejadian seperti itu,” klaim tersangka Lempog.

Baca Juga:  Perkuat Sangkaan Pembunuh Istri Siri, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Sementara itu, Kapolsek Banjar Kompol Made Dwi Agus Wirawan, menjelaskan, usai membunuh korban, tersangka langsung pergi meninggalkan TKP.

Tersangka, imbul Kompol Agus Wirawan pergi ke arah Bubunan dengan berjalan kaki.

Namun atas pengakuan tersangka yang kabur ke arah Bubuan dengan jalan kaki tak langsung percaya.

“Kami belum percaya. Karena jarak dari TKP sampai dengan lokasi persembunyian tersangka di Bubunan itu jaraknya kan jauh,” imbuhnya.

 

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/