alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

TSK Pembunuhan Saat Pesta Miras di Munduk Terancam Penjara 15 Tahun

SINGARAJA- Setelah resmi menetapkan Ida Kade Sudarsana alias Ida Lempog, 48, sebagai tersangka tunggal kasus pembunuhan di Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Kini polisi juga telah menyiapkan pasal bagi pria asal Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Seperti disampaikan Kapolsek Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan.

Saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng, pada Rabu (10/2), Kompol Agus Dwi menyatakan bahwa atas perbuatan tersangka menghabisi nyawa korban Kade Sutarjana, 48, penyidik menjerat tersangka Ida lempog dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 351 ayat (3) tentang Pengianayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,”terang Kompol Agus Dwi Wirawan.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan dengan korban Kadek Sutarjana terjadi sekitar pukul 16.30 WITA

Baca Juga:  Divonis 10 Tahun, Kurir asal Jember Langsung Pasrah

Berawal dari kedatangan pelaku ke rumah korban sekitar pukul 14.00 WITA.

Saat itu, pelaku diantar saksi Gede Kelly dengan menggunakan sepeda motor. Namun Saksi Gede Kelly tidak sampai masuk ke rumah korban. Melainkan saksi hanya mengantar pelaku hingga depan pintu gerbang rumah korban.

Usai mengantar pelaku, Saksi Gede Kelly langsung meninggalkan pelaku dengan korban.

Sedangkan pelaku setiba di rumah korban langsung menenggak minuman beralkohol di bale sekepat yang ada di samping rumah korban bersama Sutarjana.

Sempat menenggak minuman berakohol jenis tuak. Mereka lantas kembali mengkonsumsi minuman beralkohol jenis arak Bali.

Bahkan pelaku sempat menyodorkan uang kertas pecahan Rp 100 ribu kepada Saksi Widani untuk memasang nomor buntut.

Baca Juga:  Ccckkk…Tusuk Teman Masa Kecil Lalu Bakar Diri Ternyata Dipicu Cemburu

Saat kembali dari memasang nomor buntut, ternyata pelaku dan korban sudah terlibat adu mulut dan pelaku menganiaya korban.

Istri korban kemudian meminta bantuan pada tetangga, untuk melerai pelaku dengan korban.

Sempat dilaporkan ke Polsek Banjar, namun saat politisi tiba di TKP, korban sudah tewas bersimbah darah dengan luka di kepala.

Usut punya usut, pembunuhan yang dilakukan tersangka terjadi karena salah paham. Bahkan, sesuai dalih tersangka, tersangka tega menghabisi nyawa korban karena dirinya dipukul saat minum mikol. Tersangka mengaku dipukul sebanyak enam kali dan diperlakukan kasar oleh korban.

Selain itu, tersangka juga berdalih membunuh korban sebagai upaya membela diri karena korban terlebih dahulu memukul dirinya dengan alu atau antan (alat penumbuk padi).



SINGARAJA- Setelah resmi menetapkan Ida Kade Sudarsana alias Ida Lempog, 48, sebagai tersangka tunggal kasus pembunuhan di Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng.

Kini polisi juga telah menyiapkan pasal bagi pria asal Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Seperti disampaikan Kapolsek Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan.

Saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng, pada Rabu (10/2), Kompol Agus Dwi menyatakan bahwa atas perbuatan tersangka menghabisi nyawa korban Kade Sutarjana, 48, penyidik menjerat tersangka Ida lempog dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan juncto Pasal 351 ayat (3) tentang Pengianayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,”terang Kompol Agus Dwi Wirawan.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan dengan korban Kadek Sutarjana terjadi sekitar pukul 16.30 WITA

Baca Juga:  Sebelum Bunuh Suaminya, Istri Korban Sempat sodori Pelaku Telur Rebus

Berawal dari kedatangan pelaku ke rumah korban sekitar pukul 14.00 WITA.

Saat itu, pelaku diantar saksi Gede Kelly dengan menggunakan sepeda motor. Namun Saksi Gede Kelly tidak sampai masuk ke rumah korban. Melainkan saksi hanya mengantar pelaku hingga depan pintu gerbang rumah korban.

Usai mengantar pelaku, Saksi Gede Kelly langsung meninggalkan pelaku dengan korban.

Sedangkan pelaku setiba di rumah korban langsung menenggak minuman beralkohol di bale sekepat yang ada di samping rumah korban bersama Sutarjana.

Sempat menenggak minuman berakohol jenis tuak. Mereka lantas kembali mengkonsumsi minuman beralkohol jenis arak Bali.

Bahkan pelaku sempat menyodorkan uang kertas pecahan Rp 100 ribu kepada Saksi Widani untuk memasang nomor buntut.

Baca Juga:  Bobol Warung di Jembrana dan Buleleng, Tiga Pelaku Pencurian Diciduk

Saat kembali dari memasang nomor buntut, ternyata pelaku dan korban sudah terlibat adu mulut dan pelaku menganiaya korban.

Istri korban kemudian meminta bantuan pada tetangga, untuk melerai pelaku dengan korban.

Sempat dilaporkan ke Polsek Banjar, namun saat politisi tiba di TKP, korban sudah tewas bersimbah darah dengan luka di kepala.

Usut punya usut, pembunuhan yang dilakukan tersangka terjadi karena salah paham. Bahkan, sesuai dalih tersangka, tersangka tega menghabisi nyawa korban karena dirinya dipukul saat minum mikol. Tersangka mengaku dipukul sebanyak enam kali dan diperlakukan kasar oleh korban.

Selain itu, tersangka juga berdalih membunuh korban sebagai upaya membela diri karena korban terlebih dahulu memukul dirinya dengan alu atau antan (alat penumbuk padi).


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/