alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Geledah Dua Kantor Pemerintah di Buleleng, Jaksa Kembali Sita Dokumen

SINGARAJA– Proses penyidikan perkara dugaan korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata di Buleleng terus berlanjut.

Terbaru, usai melakukan penyitaan barang bukti dokumen dan uang yang diduga bagian dari kerugian Negara, penyidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng kembali mendatangi dua instansi di lingkungan Pemkab Buleleng.

Dua instansi pemerintah yang digeledah itu, yakni kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng.

Dari dua kantor ini, tim kejari yang langsung dipinpin Kasi Pidsus Kejari Buleleng Wayan Gening berhasil menyita sejumlah dokumen.

Seperti dibenarkan Kasi Intelejen Kejari Buleleng A.A. Jayalantara, Rabu (10/3).

Disebutkan, saat mendatangi kantor BPKPD Buleleng, jaksa penyidik menyita SK perjanjian dana hibah antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Selain itu sejumlah dokumen yang terkait dengan proses pencairan dana dalam PEN Pariwisata juga ikut disita.

Sementara di BKPSDM Buleleng, selain menyita dokumen yang terkait dengan pengangkatan pegawai. Jaksa penyidik juga menyita sejumlah dokumen yang terkait dengan pengangkatan sebagai pejabat (pengangkatan pejabat struktural maupun pejabat dalam proses pengadaan barang dan jasa).

“Sampai Rabu (10/3) hari ini, sudah ada 52 orang saksi yang diperiksa penyidik,”terang Kasi Intel AA Jayalantara.

Baca Juga:  Soal Ormas dan Premanisme, Kapolresta: Jangan sampai Kucing Jadi Macan

Menurutnya, dari puluhan saksi yang diperiksa, sebagian besar merupakan pihak rekanan dan penyedia jasa. Baik itu dalam kegiatan Buleleng Explore, maupun kegiatan bimbingan teknis penerapan protokol kesehatan.

Bahkan lanjutnya, meski sudah memeriksa puluhan saksi, pihaknya mengaku masih ada beberapa saksi yang belum tuntas diperiksa. Terutama dari penyedia jasa transportasi.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan. Sekaligus mengejar keterangan-keterangan yang dibutuhkan. Untuk travel ini pemeriksaan langsung dipimpin Pak Kasi Pidsus (Wayan Genip, Red),” ujar Jayalantara saat ditemui di Kejari Buleleng, Rabu (10/3) siang.

Selain itu penyidik juga terus mengejar pengembalian kerugian negara. Terbaru, sejumlah pegawai pada Dinas Pariwisata Buleleng mengembalikan aliran uang yang mereka terima. Pengembalian dilakukan secara kolektif. Total uang yang dikembalikan mencapai Rp 10,5 juta. Itu berarti di internal Dispar Buleleng saja, uang yang beredar tak kurang dari Rp 20 juta.

Jayalantara menyebut uang yang dikembalikan kemarin, berasal dari pegawai kontrak. “Ada yang terima Rp 100 ribu, paling banyak Rp 300 ribu. Ada daftarnya. Memang dari hasil penyidikan, uang itu mengalir sampai ke staf terbawah. Bukan berarti yang menerima ini juga kami incar. Tapi kami ingin membongkar siapa sih sebenarnya otak dari peristiwa pidana ini,” jelasnya.

Baca Juga:  TERUNGKAP! Eks Wagub Tommy Sudikerta Diamankan Saat Masuk Pesawat

Hingga kini masih ada dua pihak yang disebut belum mengembalikan secara penuh uang yang diduga menyebabkan kerugian negara. Yakni dari penyedia jasa travel di Buleleng, serta dari tersangka Made Sudama Diana.

“Mungkin uang yang dipegang tersangka sudah habis. Kalau dari penyedia jasa travel itu masih dilakukan penghitungan pembukuan. Kalau dari pegawai di internal Dispar, kami kira sudah hampir seluruhnya terkumpul,” tegas Jayalantara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Buleleng membongkar dugaan tindak pidana korupsi dalam program Buleleng Explore dan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan. Hingga kemarin penyidik pada Kejari Buleleng telah mengumpulkan uang Rp 591.360.900. Uang ratusan juta itu ditengarai sebagai kerugian negara yang timbul dalam perkara ini.

Penyidik telah menetapkan 8 orang tersangka yang terseret dalam perkara tersebut. Mereka adalah  Made Sudama Diana, Nyoman Ayu Wiratini, I Nyoman Gede Gunawan, Putu Budiani, I Gusti Ayu Maheri Agung, Nyoman Sempiden, Kadek Widiastra, serta Putu Sudarsana. Seluruhnya adalah pejabat pada Dinas Pariwisata Buleleng.

Mereka ditahan pada dua lokasi berbeda. Tersangka pria ditahan di Rutan Mapolres Buleleng, sementara tersangka wanita ditahan di Mapolsek Sawan Singaraja.


SINGARAJA– Proses penyidikan perkara dugaan korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata di Buleleng terus berlanjut.

Terbaru, usai melakukan penyitaan barang bukti dokumen dan uang yang diduga bagian dari kerugian Negara, penyidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Buleleng kembali mendatangi dua instansi di lingkungan Pemkab Buleleng.

Dua instansi pemerintah yang digeledah itu, yakni kantor Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng.

Dari dua kantor ini, tim kejari yang langsung dipinpin Kasi Pidsus Kejari Buleleng Wayan Gening berhasil menyita sejumlah dokumen.

Seperti dibenarkan Kasi Intelejen Kejari Buleleng A.A. Jayalantara, Rabu (10/3).

Disebutkan, saat mendatangi kantor BPKPD Buleleng, jaksa penyidik menyita SK perjanjian dana hibah antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Selain itu sejumlah dokumen yang terkait dengan proses pencairan dana dalam PEN Pariwisata juga ikut disita.

Sementara di BKPSDM Buleleng, selain menyita dokumen yang terkait dengan pengangkatan pegawai. Jaksa penyidik juga menyita sejumlah dokumen yang terkait dengan pengangkatan sebagai pejabat (pengangkatan pejabat struktural maupun pejabat dalam proses pengadaan barang dan jasa).

“Sampai Rabu (10/3) hari ini, sudah ada 52 orang saksi yang diperiksa penyidik,”terang Kasi Intel AA Jayalantara.

Baca Juga:  Mantan Bendahara BUMDes Pucaksari Jadi Tersangka

Menurutnya, dari puluhan saksi yang diperiksa, sebagian besar merupakan pihak rekanan dan penyedia jasa. Baik itu dalam kegiatan Buleleng Explore, maupun kegiatan bimbingan teknis penerapan protokol kesehatan.

Bahkan lanjutnya, meski sudah memeriksa puluhan saksi, pihaknya mengaku masih ada beberapa saksi yang belum tuntas diperiksa. Terutama dari penyedia jasa transportasi.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan. Sekaligus mengejar keterangan-keterangan yang dibutuhkan. Untuk travel ini pemeriksaan langsung dipimpin Pak Kasi Pidsus (Wayan Genip, Red),” ujar Jayalantara saat ditemui di Kejari Buleleng, Rabu (10/3) siang.

Selain itu penyidik juga terus mengejar pengembalian kerugian negara. Terbaru, sejumlah pegawai pada Dinas Pariwisata Buleleng mengembalikan aliran uang yang mereka terima. Pengembalian dilakukan secara kolektif. Total uang yang dikembalikan mencapai Rp 10,5 juta. Itu berarti di internal Dispar Buleleng saja, uang yang beredar tak kurang dari Rp 20 juta.

Jayalantara menyebut uang yang dikembalikan kemarin, berasal dari pegawai kontrak. “Ada yang terima Rp 100 ribu, paling banyak Rp 300 ribu. Ada daftarnya. Memang dari hasil penyidikan, uang itu mengalir sampai ke staf terbawah. Bukan berarti yang menerima ini juga kami incar. Tapi kami ingin membongkar siapa sih sebenarnya otak dari peristiwa pidana ini,” jelasnya.

Baca Juga:  OMG! Lagi Ngayah di Banjar, Pecalang Pemaron Dianiaya Preman Bayaran

Hingga kini masih ada dua pihak yang disebut belum mengembalikan secara penuh uang yang diduga menyebabkan kerugian negara. Yakni dari penyedia jasa travel di Buleleng, serta dari tersangka Made Sudama Diana.

“Mungkin uang yang dipegang tersangka sudah habis. Kalau dari penyedia jasa travel itu masih dilakukan penghitungan pembukuan. Kalau dari pegawai di internal Dispar, kami kira sudah hampir seluruhnya terkumpul,” tegas Jayalantara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Buleleng membongkar dugaan tindak pidana korupsi dalam program Buleleng Explore dan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan. Hingga kemarin penyidik pada Kejari Buleleng telah mengumpulkan uang Rp 591.360.900. Uang ratusan juta itu ditengarai sebagai kerugian negara yang timbul dalam perkara ini.

Penyidik telah menetapkan 8 orang tersangka yang terseret dalam perkara tersebut. Mereka adalah  Made Sudama Diana, Nyoman Ayu Wiratini, I Nyoman Gede Gunawan, Putu Budiani, I Gusti Ayu Maheri Agung, Nyoman Sempiden, Kadek Widiastra, serta Putu Sudarsana. Seluruhnya adalah pejabat pada Dinas Pariwisata Buleleng.

Mereka ditahan pada dua lokasi berbeda. Tersangka pria ditahan di Rutan Mapolres Buleleng, sementara tersangka wanita ditahan di Mapolsek Sawan Singaraja.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/