alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, October 6, 2022

Siswa Taruna Korban Tabrak Lari di Underpas Tuban Segera Diotopsi

DENPASAR – Sehari pascaditemukan tewas mengenaskan di  underpass sisi barat Patung Ngurah Rai Tuban, Tuban, Kuta, Kamis (9/5) sekitar pukul 03.40, jasad Marrio Jerry Loba, siswa taruna Akademi Maritim Yogyakarta, segera diotopsi.

Seperti dibenarkan Kepala Bagian/SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Denpasar dr.IB Putu Alit, Sp.F., DFM.

“Otopsi rencananya akan dilakukan besok (Sabtu/11/5/2019),” ungkap Kepala Bagian Forensik RS Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali pada Jumat (10/5).

Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban sendiri. Memang diketahui, saat ditemukan korban mengalami luka yang fatal pada tubuh korban.

Dari keterangan yang dihimpun, jasadnya ditemukan tergeletak di setengah telanjang dengan memakai baju singlet hitam dan jaket kain warna hitam lengan panjang dengan kondisi sudah robek compang camping, celana dalam warna abu-abu melorot sampai di bawah lutut, celana kain pendek warna abu-abu compang camping yang juga sudah melorot sampai mata kaki.

Baca Juga:  Berkendara saat Mabuk, Mobil Bule Swiss Tabrak Median Lalu Terbakar

Pada bagian kepala dan mukanya menghadap ke aspal mengeluarkan darah hingga mengalir ke badan jalan, punggung sebelah kiri terdapat luka lecet, pada kedua jari-jari kaki lecet, pada lengan kanan bagian belakang terdapat luka lecet, pinggul dan paha kiri terdapat luka lecet dan gores.

Pada pinggang bagian kanan terdapat luka seret, tengkorak kepala bagian depan pecah dan hancur, siku tangan kanan patah dan terluka, rusuk kanan terdapat luka seret serta tulang siku bagian kanan patah.



DENPASAR – Sehari pascaditemukan tewas mengenaskan di  underpass sisi barat Patung Ngurah Rai Tuban, Tuban, Kuta, Kamis (9/5) sekitar pukul 03.40, jasad Marrio Jerry Loba, siswa taruna Akademi Maritim Yogyakarta, segera diotopsi.

Seperti dibenarkan Kepala Bagian/SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Denpasar dr.IB Putu Alit, Sp.F., DFM.

“Otopsi rencananya akan dilakukan besok (Sabtu/11/5/2019),” ungkap Kepala Bagian Forensik RS Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali pada Jumat (10/5).

Otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban sendiri. Memang diketahui, saat ditemukan korban mengalami luka yang fatal pada tubuh korban.

Dari keterangan yang dihimpun, jasadnya ditemukan tergeletak di setengah telanjang dengan memakai baju singlet hitam dan jaket kain warna hitam lengan panjang dengan kondisi sudah robek compang camping, celana dalam warna abu-abu melorot sampai di bawah lutut, celana kain pendek warna abu-abu compang camping yang juga sudah melorot sampai mata kaki.

Baca Juga:  Jasad Russiani Selesai Diotopsi, Pihak Orang Tua Sepakat Berdamai

Pada bagian kepala dan mukanya menghadap ke aspal mengeluarkan darah hingga mengalir ke badan jalan, punggung sebelah kiri terdapat luka lecet, pada kedua jari-jari kaki lecet, pada lengan kanan bagian belakang terdapat luka lecet, pinggul dan paha kiri terdapat luka lecet dan gores.

Pada pinggang bagian kanan terdapat luka seret, tengkorak kepala bagian depan pecah dan hancur, siku tangan kanan patah dan terluka, rusuk kanan terdapat luka seret serta tulang siku bagian kanan patah.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/