alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Dua Kasus Orok di Badung Misterius, Polisi Tunggu Otopsi Rumah Sakit

DENPASAR – Kasus penemuan orok di wilayah hukum Polres Badung bukan sekali dua kali terjadi. Tapi, sudah berkali-kali.

Selain kasus penemuan orok bayi yang ditemukan  di jalan Padang Luwih Banjar Celuk, Dalung, Kuta Utara, Rabu (8/8) lalu,

penemuan orok bayi subak Uma Dalem, Banjar Belang, Desa Sembung, Mengwi, Badung, Selasa (7/8) lalu juga masih menyisahkan misteri. 

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih dalam, termasuk menunggu hasil lab dari rumah sakit.

“Kami masih menunggu hasil dari rumah sakit untuk penyelidikan lanjutan,” ujar Kasatreskrim Polres Badung AKP Pramasetia, Jumat (10/8) siang. 

Dijelaskan, hasil dari rumah sakit ini nantinya menjadi salah satu yang paking penting untuk menyelidiki siapa orang tua tega di balik pembuangan orok tersebut. 

Baca Juga:  Bocah SD di Mengwi Hilang Misterius, Kronologinya Bikin Bulu Bergidik

Sebelumnya, orok tersebut ditemukan di saluran air subak Uma Dalem, Banjar Belang, Desa Sembung Mengwi, Badung, Selasa (7/8) pukul 11.00.

Orok tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Gede Arsa Wijaya. Penemuan tersebut bermula saat saksi I Gede Arsana hendak menyemprot padi.

Dia pun mengambil air untuk diisi ke tangki semprot dari subak tempat ditemukannya sosok orok tersebut.

Saksi kemudian melihat orok sedang mengapung di subak tersebut. Awalnya, Arsa Wijaya mengira jika orok tersebut hanyalah bangkai anak babi.

Namun, setelah diperhatikan decara seksama, saksi kaget begitu mengetahui bahwa yang ditemukannya tersebut adalah orok bayi.

Saat ditemukan orok bayi tersebut terbungkus dalan sebuah kresek berwarna merah yang sedang mengambang di subak. 

Baca Juga:  3 Dokter Residen Positif Covid-19, RS Sanglah Perketat SOP Kesehatan


DENPASAR – Kasus penemuan orok di wilayah hukum Polres Badung bukan sekali dua kali terjadi. Tapi, sudah berkali-kali.

Selain kasus penemuan orok bayi yang ditemukan  di jalan Padang Luwih Banjar Celuk, Dalung, Kuta Utara, Rabu (8/8) lalu,

penemuan orok bayi subak Uma Dalem, Banjar Belang, Desa Sembung, Mengwi, Badung, Selasa (7/8) lalu juga masih menyisahkan misteri. 

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih dalam, termasuk menunggu hasil lab dari rumah sakit.

“Kami masih menunggu hasil dari rumah sakit untuk penyelidikan lanjutan,” ujar Kasatreskrim Polres Badung AKP Pramasetia, Jumat (10/8) siang. 

Dijelaskan, hasil dari rumah sakit ini nantinya menjadi salah satu yang paking penting untuk menyelidiki siapa orang tua tega di balik pembuangan orok tersebut. 

Baca Juga:  Sssttt…Jejak Pelaku Pembunuh WN Tiongkok Ditemukan, Ini Salah Satunya…

Sebelumnya, orok tersebut ditemukan di saluran air subak Uma Dalem, Banjar Belang, Desa Sembung Mengwi, Badung, Selasa (7/8) pukul 11.00.

Orok tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Gede Arsa Wijaya. Penemuan tersebut bermula saat saksi I Gede Arsana hendak menyemprot padi.

Dia pun mengambil air untuk diisi ke tangki semprot dari subak tempat ditemukannya sosok orok tersebut.

Saksi kemudian melihat orok sedang mengapung di subak tersebut. Awalnya, Arsa Wijaya mengira jika orok tersebut hanyalah bangkai anak babi.

Namun, setelah diperhatikan decara seksama, saksi kaget begitu mengetahui bahwa yang ditemukannya tersebut adalah orok bayi.

Saat ditemukan orok bayi tersebut terbungkus dalan sebuah kresek berwarna merah yang sedang mengambang di subak. 

Baca Juga:  Tragis! Datang Sehat, Bayi 3 Bulan Mendadak Tewas di Tempat Penitipan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/