alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

OMG, Selain Tak Punya Kualifikasi, Petugas Input Cuma Ditunjuk Lisan

DENPASAR-Gara-gara salah input data pasien Covid-19 dari pasien sembuh ditulis meninggal dunia, borok OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Dinas Kesehatan Kota Denpasar terungkap.

 

Terbongkarnya borok di Diskes itu menyusul hasil pemeriksaan penyidik terkait oknum pegawai berinisial Kadek MS.

 

Diketahui, Kadek MS adalah petugas input data pasien Covid-19. Nama Kadek MS disebut-sebut setelah munculnya salah data karena pasien sembuh berinisial Ketut JG asal Buleleng namun tinggal di Denpasar ditulis meninggal dunia.

 

Data status meninggal Ketut JG inipun langsung membuat heboh. Bahkan atas kejadian ini, polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa belasan pegawai di Diskes Kota Denpasar maupun RSUD Wangaya.

Baca Juga:  Awas! Polresta Denpasar Gelar Operasi Besar Tangkapi Pelaku Narkoba

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, selain tidak memiliki kualifikasi khusus sebagai operator Satgas Covid-19, saat melakukan penginputan data, Kadek MS juga tidak tidak melakukan pengecekan atau cross check sebelum dan setelah melakukan penginputan data.

 

Bahkan paling parah lagi, saat menginput data, Kadek MS hanya berdasar perintah lisan dari Kasi Surveilence dan Imunisasi Dinkes Kota Denpasar. “Kadek MS tanpa dilengkapi SK atau Surat Tugas Khusus sebagai operator satgas Covid-19, dan hanya SK sebagai tenaga surveilence,” ujar sumber petugas kepolisian di lingkungan Polresta Denpasar. 

 

Bahkan, imbuh sumber polisi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan Kasi Surveilence dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Denpasar menunjuk orang sebagai operator satgas Covid-19 tidak sesuai dengan kompetensinya.

Baca Juga:  Marak Berita Hoax Penculikan Anak, Ini Kata Kapolres Badung..

Mereka hanya menunjuk operator secara lisan tanpa dilengkapi Surat Keputusan atau Surat Tugas Khusus sebagai operator.

 

Sayangnya terkait informasi polisi, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi yang dikonfirmasi enggan berspekulasi terkait pemeriksaan.

 

Jubir Polresta Denpasar ini mengaku bahwa belum dapat informasi tersebut.

 

Oleh sebab itu dia akan berkoordinasi dengan pihak Reskrim. “Datanya belum masuk ke Humas. Saya cek dulu ke bagian Reskrim,” tukas Sukadi.


DENPASAR-Gara-gara salah input data pasien Covid-19 dari pasien sembuh ditulis meninggal dunia, borok OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Dinas Kesehatan Kota Denpasar terungkap.

 

Terbongkarnya borok di Diskes itu menyusul hasil pemeriksaan penyidik terkait oknum pegawai berinisial Kadek MS.

 

Diketahui, Kadek MS adalah petugas input data pasien Covid-19. Nama Kadek MS disebut-sebut setelah munculnya salah data karena pasien sembuh berinisial Ketut JG asal Buleleng namun tinggal di Denpasar ditulis meninggal dunia.

 

Data status meninggal Ketut JG inipun langsung membuat heboh. Bahkan atas kejadian ini, polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa belasan pegawai di Diskes Kota Denpasar maupun RSUD Wangaya.

Baca Juga:  Paksa Pelajar SMK Threesome,Pasangan Kekasih di Bali Terancam 15 Tahun

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, selain tidak memiliki kualifikasi khusus sebagai operator Satgas Covid-19, saat melakukan penginputan data, Kadek MS juga tidak tidak melakukan pengecekan atau cross check sebelum dan setelah melakukan penginputan data.

 

Bahkan paling parah lagi, saat menginput data, Kadek MS hanya berdasar perintah lisan dari Kasi Surveilence dan Imunisasi Dinkes Kota Denpasar. “Kadek MS tanpa dilengkapi SK atau Surat Tugas Khusus sebagai operator satgas Covid-19, dan hanya SK sebagai tenaga surveilence,” ujar sumber petugas kepolisian di lingkungan Polresta Denpasar. 

 

Bahkan, imbuh sumber polisi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dan Kasi Surveilence dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Denpasar menunjuk orang sebagai operator satgas Covid-19 tidak sesuai dengan kompetensinya.

Baca Juga:  OMG! Tak Terlihat Sejak Nyepi, Guru Ngaji Asal Bangli Tewas Membusuk

Mereka hanya menunjuk operator secara lisan tanpa dilengkapi Surat Keputusan atau Surat Tugas Khusus sebagai operator.

 

Sayangnya terkait informasi polisi, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi yang dikonfirmasi enggan berspekulasi terkait pemeriksaan.

 

Jubir Polresta Denpasar ini mengaku bahwa belum dapat informasi tersebut.

 

Oleh sebab itu dia akan berkoordinasi dengan pihak Reskrim. “Datanya belum masuk ke Humas. Saya cek dulu ke bagian Reskrim,” tukas Sukadi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/