alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Wanita Pengedar Uang Palsu Dibekuk

DENPASAR- Polisi berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) yang meresahkan pedagang pasar di Jalan Pulau Bungin Gang Kertha Boga, Pemogan, Denpasar Selatan.

 

Tersangkanya seorang wanita asal Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, bernama Wilhelmina Tanggela, 33.

 

Tersangka yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini dibekuk polisi saat beraksi di pasar Jalan pulau Bungin, Senin (4/10) lalu.

 

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika Karsito Putro saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku pengedar upal tersebut.

 

Hadimastika mengatakan, penangkapan pelaku berawal ketika pihaknya menerima laporan dari para pedagang yang resah setelah beredaranya upal di pasar tersebut.

 

Kanit dan anggota reskrim langsung meminta keterangan dari saksi korban Made Suryanti, 46, warga Jalan Penegoro, Denpasar dan Ni Ketut Riani, 65, warga Jalan Pulau Lingga, Denpasar.

Baca Juga:  Diduga Tilep Duit Tamu, Bendesa Bugbug Mas Suyasa Dilaporkan ke Polda

 

Setelah itu, tim mengintai pergerakan sejumlah pembeli di lokasi kejadian.

 

Di sana, terdapat seorang wanita dengan gerak-gerik mencurigakan. “Tersangka ini sempat berbelanja, uang yang digunakannya itu dicurigai palsu. Setelah dipastikan, uangnya palsu. Saat itu juga, sekitar pikul 10.00 pelaku diamankan tanpa perlawanan,” kata Kanit reskrim, Minggu (10/10).

 

Modusnya, tersangka ke pasar lalu membelanjakan kebutuhan dapur menggunakan uang palsu  pecahan Rp 50.000 kepada saksi Ni Made Ekawati, 52.

 

Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengaku. Dari penggeledahan di kamar kos tersangka di Jalan Raya Pemogan Gang Batas Pondok Bambu, No.10, Pemogan Densel, polisi menemukan sejumlah barang bukti (barbuk) upal pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. “Pelaku masih menyimpan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 12 lembar dan  pecahan Rp 50 ribu sebanyak 73 lembar,” tegas Kanit.

Baca Juga:  [Masih Viral] Diduga Pria di Video Wik Wik 3 in 1 Oknum Fotografer
- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR- Polisi berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu (upal) yang meresahkan pedagang pasar di Jalan Pulau Bungin Gang Kertha Boga, Pemogan, Denpasar Selatan.

 

Tersangkanya seorang wanita asal Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, bernama Wilhelmina Tanggela, 33.


 

Tersangka yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini dibekuk polisi saat beraksi di pasar Jalan pulau Bungin, Senin (4/10) lalu.

 

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan AKP Hadimastika Karsito Putro saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku pengedar upal tersebut.

 

Hadimastika mengatakan, penangkapan pelaku berawal ketika pihaknya menerima laporan dari para pedagang yang resah setelah beredaranya upal di pasar tersebut.

 

Kanit dan anggota reskrim langsung meminta keterangan dari saksi korban Made Suryanti, 46, warga Jalan Penegoro, Denpasar dan Ni Ketut Riani, 65, warga Jalan Pulau Lingga, Denpasar.

Baca Juga:  Wow, Polresta Gulung Bandar Sekilo Sabhu dan Ineks

 

Setelah itu, tim mengintai pergerakan sejumlah pembeli di lokasi kejadian.

 

Di sana, terdapat seorang wanita dengan gerak-gerik mencurigakan. “Tersangka ini sempat berbelanja, uang yang digunakannya itu dicurigai palsu. Setelah dipastikan, uangnya palsu. Saat itu juga, sekitar pikul 10.00 pelaku diamankan tanpa perlawanan,” kata Kanit reskrim, Minggu (10/10).

 

Modusnya, tersangka ke pasar lalu membelanjakan kebutuhan dapur menggunakan uang palsu  pecahan Rp 50.000 kepada saksi Ni Made Ekawati, 52.

 

Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengaku. Dari penggeledahan di kamar kos tersangka di Jalan Raya Pemogan Gang Batas Pondok Bambu, No.10, Pemogan Densel, polisi menemukan sejumlah barang bukti (barbuk) upal pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. “Pelaku masih menyimpan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 12 lembar dan  pecahan Rp 50 ribu sebanyak 73 lembar,” tegas Kanit.

Baca Juga:  Diabates Tak Kunjung Sembuh, Sati Akhiri Hidup dengan Cara Menyakitkan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/