alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sudah Bikin Heboh, Siswa SMP Ngaku Diculik Cuma Mengarang Cerita

 

TERKAIT laporan polisi tentang upaya penculikan orang tak dikenal terhadap siswa SMP berinisial I Putu DPP yang sempat viral di media sosial, itu ternyata bohong. Siswa berusia 13 tahun itu mengarang cerita bahwa menjadi korban penculikan pada Jumat lalu (5/21).

 

Setelah polisi melakukan penyelidikan, Putu akhirnya mengakui bahwa dia mengarang cerita soal penculikan tersebut.

 

Pada Selasa (9/11), orang tua dari I Putu DPP pun melakukan permintaan maaf secara resmi kepada masyarakat dan kepolisian Polsek Kuta melalui potongan video.

 

“Saya orang tua dari I Putu DPP. Terkait penculikan kemarin yang dilaporkan oleh anak saya. Terkait penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Kuta dapat kami ketahui bahwa hal tersebut tidak benar. Kami sekeluarga mohon maaf kepada masyarakat Kuta dan Bali pada umumnya. Dengan ini laporan kami cabut,” ucap orang tua dari pelapor dalam video yang beredar di media sosial.

Baca Juga:  Pelaku Pungli Ditangkapi Polisi, DPRD: Harus Dibikinkan Perda

 

Dikonfirmasi terkait kebenaran video itu, Kapolsek Kuta, Kompol Orpa SM Takalapeta membenarkan adanya permintaan maaf dari orang tua siswa SMP tersebut. “Benar. Silahkan simak di video itu,”katanya.

 

Sebelumnya, siswa SMP itu membuat cerita hoax terkait upaya penculikan yang menimpa dirinya. 

 

Dia mengaku menjadi korban penculikan pada Jumat (5/11) siang. Dalam laporannya ke polisi, dia menceritakan jika kejadian itu bermula saat pulang sekolah.

 

Siswa kelas 7 SMP itu mengaku bahwa saat tiba di depan rumah dan hendak masuk ke dalam rumah, dia tiba-tiba didatangi seorang pria yang mengendarai sepeda motor.

 

Siswa SMP itu mengaku pria misterius tersebut langsung membawanya menggunakan sepeda motor. Putu kepada polisi megaku seperti dibawah pengaruh hipnotis.

Baca Juga:  OMG!Gara-gara Gunting Hilang, PRT di Gianyar Disiram Air Panas Majikan

 

Singkat cerita, Putu juga mengaku bahwa dia bisa lolos dari si penculik setelah mendengar bunyi klakson mobil dari arah belakang sebelum akhirnya bisa meloloskan diri. 

 

Cerita Putu itu kemudian diselidiki polisi. Dan ternyata hanya cerita fiktif. Dia tak pernah diculik. Keluarganya pun malu dan harus meminta maaf kepada publik.


 

TERKAIT laporan polisi tentang upaya penculikan orang tak dikenal terhadap siswa SMP berinisial I Putu DPP yang sempat viral di media sosial, itu ternyata bohong. Siswa berusia 13 tahun itu mengarang cerita bahwa menjadi korban penculikan pada Jumat lalu (5/21).

 

Setelah polisi melakukan penyelidikan, Putu akhirnya mengakui bahwa dia mengarang cerita soal penculikan tersebut.

 

Pada Selasa (9/11), orang tua dari I Putu DPP pun melakukan permintaan maaf secara resmi kepada masyarakat dan kepolisian Polsek Kuta melalui potongan video.

 

“Saya orang tua dari I Putu DPP. Terkait penculikan kemarin yang dilaporkan oleh anak saya. Terkait penyelidikan yang dilakukan oleh Polsek Kuta dapat kami ketahui bahwa hal tersebut tidak benar. Kami sekeluarga mohon maaf kepada masyarakat Kuta dan Bali pada umumnya. Dengan ini laporan kami cabut,” ucap orang tua dari pelapor dalam video yang beredar di media sosial.

Baca Juga:  Pelaku Pungli Ditangkapi Polisi, DPRD: Harus Dibikinkan Perda

 

Dikonfirmasi terkait kebenaran video itu, Kapolsek Kuta, Kompol Orpa SM Takalapeta membenarkan adanya permintaan maaf dari orang tua siswa SMP tersebut. “Benar. Silahkan simak di video itu,”katanya.

 

Sebelumnya, siswa SMP itu membuat cerita hoax terkait upaya penculikan yang menimpa dirinya. 

 

Dia mengaku menjadi korban penculikan pada Jumat (5/11) siang. Dalam laporannya ke polisi, dia menceritakan jika kejadian itu bermula saat pulang sekolah.

 

Siswa kelas 7 SMP itu mengaku bahwa saat tiba di depan rumah dan hendak masuk ke dalam rumah, dia tiba-tiba didatangi seorang pria yang mengendarai sepeda motor.

 

Siswa SMP itu mengaku pria misterius tersebut langsung membawanya menggunakan sepeda motor. Putu kepada polisi megaku seperti dibawah pengaruh hipnotis.

Baca Juga:  Nekat Jualan Sabu Lagi, Residivis Narkoba di Kediri Kembali Diringkus

 

Singkat cerita, Putu juga mengaku bahwa dia bisa lolos dari si penculik setelah mendengar bunyi klakson mobil dari arah belakang sebelum akhirnya bisa meloloskan diri. 

 

Cerita Putu itu kemudian diselidiki polisi. Dan ternyata hanya cerita fiktif. Dia tak pernah diculik. Keluarganya pun malu dan harus meminta maaf kepada publik.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/