alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Sebelum Dikeroyok, Korban Sempat Menabrak dan Lempar Helm ke Pelaku

Pengeroyokan di Jalan Gunung Soputan ternyata berawal dari masalah sepele. Karena pelaku berhenti di tengah jalan untuk bertukar motor. Namun, menimbulkan pengendara sepeda motor lain, sehingga terjadi cekcok hingga pengeroyokan.

MARSELL PAMPUR, Denpasar

POLSEK Denpasar Barat akhirnya berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat. Setelah para pelaku diperiksa, ternyata mereka bukan dari geng motor.

 

Yang menarik, sebelum pengeroyokan terjadi, ternyata korban sempat menabrak pelaku. Bahkan korban melempar helm ke pelaku sehingga mendapat balasan berupa pengeroyokan.

 

Hal itu diungkap Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Made Hendra Agustina didampingi Kanitreskrim Iptu Erick Andrian, Jumat (10/12). Hendra menjelaskan, para pelaku pengeroyokan ternyata masih berusia anak. Yakni masih remaja tanggung.

 

Para pelaku yang melakukan pengeroyokan berjumlah tiga orang. Yakni AH, 16, GA, 16, dan TJ, 15. “Mereka bukan anggota geng motor,” jelas Hendra di Mapolsek Denpasar Barat, Jumat (10/12/2021).

Baca Juga:  SADIS!! Kecewa Dibayar Murah, Dua Waria Ngamuk Hajar Tamu

 

Hendra pun mengungkapkan fakta sesungguhnya. Dikatakan, peristiwa sebenarnya karena salah paham. Sehingga akhirnya korban bernama Yandi Ramdhani dan Elisha Emmanuel serta adiknya Nathaniel dikeroyok.

 

Dijelaskan Kompol Made Hendra, kejadian itu terjadi pada Sabtu (27/11/2021) sekitar pukul 01.00 WITA. Saat itu korban Elisha dan Yandi berboncengan pulang dari kerja mengantar stiker, melewati Jalan Gunung Soputan ke arah timur. 

 

“Di tengah jalan di lokasi kejadian kelompok pelaku ini berhenti di tengah jalan dan menghalangi jalan,” kata Hendra.

 

Yandi pun tak bisa lewat karena jalan terhalang. Kemudian korban Yandi menanyakan apa maksud para pelaku menghalangi jalan.

 

“Namun dari kelompok ini menjawab menggunakan bahasa Bali dan korban ini rupanya tidak mengerti,” terangnya di Mapolsek Denpasar Barat.

 

Karena miskomunikasi itu lah awal mula terjadinya cekcok. Nah, saat cekcok terjadi, saat itu motor yang dikendarai Yandi menabrak dengan sengaja ke motor pelaku.

Baca Juga:  MIMIH! 170 dari 190 SPBU di Bali Tak Jual Premium Mulai Tahun 2021

 

Mendapati perlakuan itu para pelaku yang masih remaja itu langsung kabur karena mengira korban adalah anggota polisi berpakaian preman.

 

“Korban Yandi lalu melempar helm ke arah para pelaku. Mendapat perlakuan itu, para pelaku akhirnya tersulut emosi dan meyakini bahwa korban bukanlah anggota polisi. Mereka lalu kembali ke lokasi dan mengeroyok korbannya,” papar Hendra.

 

Yandi pun dianiaya. Korban Elisha coba membela temannya dengan melawan. Namun pelaku lain, TJ dan AH merespons dengan ikut mengeroyok kedua korban.

 

Usai kejadian itu pihak korban langsung melapor ke Polsek Denpasar Barat. 

 

Dari laporan itu, Minggu (28/11/2021), Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Barat langsung mengamankan ketiga pelaku di Jalan Diponegoro, Denpasar. Saat diinterogasi diketahui ternyata kelompok pelaku tersebut bukanlah anggota geng motor.

“Mereka berhenti di tengah jalan saat kejadian hanya untuk bertukar sepeda motor,” pungkasnya. 


Pengeroyokan di Jalan Gunung Soputan ternyata berawal dari masalah sepele. Karena pelaku berhenti di tengah jalan untuk bertukar motor. Namun, menimbulkan pengendara sepeda motor lain, sehingga terjadi cekcok hingga pengeroyokan.

MARSELL PAMPUR, Denpasar

POLSEK Denpasar Barat akhirnya berhasil mengungkap kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Gunung Soputan, Denpasar Barat. Setelah para pelaku diperiksa, ternyata mereka bukan dari geng motor.

 

Yang menarik, sebelum pengeroyokan terjadi, ternyata korban sempat menabrak pelaku. Bahkan korban melempar helm ke pelaku sehingga mendapat balasan berupa pengeroyokan.

 

Hal itu diungkap Kapolsek Denpasar Barat, Kompol I Made Hendra Agustina didampingi Kanitreskrim Iptu Erick Andrian, Jumat (10/12). Hendra menjelaskan, para pelaku pengeroyokan ternyata masih berusia anak. Yakni masih remaja tanggung.

 

Para pelaku yang melakukan pengeroyokan berjumlah tiga orang. Yakni AH, 16, GA, 16, dan TJ, 15. “Mereka bukan anggota geng motor,” jelas Hendra di Mapolsek Denpasar Barat, Jumat (10/12/2021).

Baca Juga:  Sudah Dilayani Tiga Cewek, Pengunjung Justru Keroyok Karyawan Kafe

 

Hendra pun mengungkapkan fakta sesungguhnya. Dikatakan, peristiwa sebenarnya karena salah paham. Sehingga akhirnya korban bernama Yandi Ramdhani dan Elisha Emmanuel serta adiknya Nathaniel dikeroyok.

 

Dijelaskan Kompol Made Hendra, kejadian itu terjadi pada Sabtu (27/11/2021) sekitar pukul 01.00 WITA. Saat itu korban Elisha dan Yandi berboncengan pulang dari kerja mengantar stiker, melewati Jalan Gunung Soputan ke arah timur. 

 

“Di tengah jalan di lokasi kejadian kelompok pelaku ini berhenti di tengah jalan dan menghalangi jalan,” kata Hendra.

 

Yandi pun tak bisa lewat karena jalan terhalang. Kemudian korban Yandi menanyakan apa maksud para pelaku menghalangi jalan.

 

“Namun dari kelompok ini menjawab menggunakan bahasa Bali dan korban ini rupanya tidak mengerti,” terangnya di Mapolsek Denpasar Barat.

 

Karena miskomunikasi itu lah awal mula terjadinya cekcok. Nah, saat cekcok terjadi, saat itu motor yang dikendarai Yandi menabrak dengan sengaja ke motor pelaku.

Baca Juga:  Jatuh dari Jukung saat Cari Ikan, Nelayan Benoa Belum Juga Ditemukan

 

Mendapati perlakuan itu para pelaku yang masih remaja itu langsung kabur karena mengira korban adalah anggota polisi berpakaian preman.

 

“Korban Yandi lalu melempar helm ke arah para pelaku. Mendapat perlakuan itu, para pelaku akhirnya tersulut emosi dan meyakini bahwa korban bukanlah anggota polisi. Mereka lalu kembali ke lokasi dan mengeroyok korbannya,” papar Hendra.

 

Yandi pun dianiaya. Korban Elisha coba membela temannya dengan melawan. Namun pelaku lain, TJ dan AH merespons dengan ikut mengeroyok kedua korban.

 

Usai kejadian itu pihak korban langsung melapor ke Polsek Denpasar Barat. 

 

Dari laporan itu, Minggu (28/11/2021), Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Barat langsung mengamankan ketiga pelaku di Jalan Diponegoro, Denpasar. Saat diinterogasi diketahui ternyata kelompok pelaku tersebut bukanlah anggota geng motor.

“Mereka berhenti di tengah jalan saat kejadian hanya untuk bertukar sepeda motor,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/